Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, meresmikan Taman Bendera Pusaka, ruang terbuka hijau hasil integrasi tiga taman di Jakarta Selatan, yakni Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat, pada Sabtu 14 Maret 2026. Tiga taman yang digabung tersebut memiliki luas kawasan mencapai 5,6 hektare.
Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, serta Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.
“Dengan luas sekitar 5,6 hektare dan jogging track sepanjang 1,2 kilometer, taman ini diharapkan menjadi salah satu pilihan ruang publik bagi warga Jakarta untuk berolahraga maupun beraktivitas,” kata Pramono.
Filosofi dan Desain Taman Bendera Pusaka
Pramono menjelaskan, desain taman terinspirasi dari filosofi Sang Saka Merah Putih. Konsep tersebut diwujudkan melalui dua zona utama, yakni zona merah yang aktif dan dinamis serta zona putih yang tenang dan reflektif. Kedua zona itu dihubungkan oleh jalur pedestrian, jembatan penghubung, serta ruang terbuka yang memungkinkan pengunjung menikmati taman secara menyeluruh.
Semua Kawasan Terhubung dengan Terowongan
Selain itu, taman ini dilengkapi berbagai elemen vegetasi. Terdapat 12 jenis tanaman dengan total sekitar 285 pohon, termasuk sejumlah pohon langka seperti menteng, eboni, cempaka, dan kecapi. Beragam fasilitas olahraga dan rekreasi juga tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat. Di antaranya lapangan padel, lapangan multifungsi yang dapat digunakan untuk basket, tenis, maupun bulu tangkis, serta amphitheater untuk kegiatan komunitas dan pertunjukan. Taman ini juga dilengkapi terowongan penghubung antartaman yang memudahkan pengunjung menjelajahi seluruh kawasan.
Di kawasan taman tersebut juga berdiri patung Ibu Fatmawati sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih. Patung itu dibuat oleh pematung Teguh Ostenrik, sementara desain arsitektur kawasan dirancang oleh arsitek Yori Antar.
“Mudah-mudahan taman ini memberikan manfaat besar bagi warga Jakarta. Selain menjadi ruang rekreasi dan olahraga, taman ini juga diharapkan menjadi ruang publik yang memperkuat interaksi sosial masyarakat,” kata Pramono.
Taman Bendera Pusaka Dibuka 24 Jam dan Dilengkapi CCTV
Taman ini dibuka selama 24 jam dan dilengkapi CCTV serta sistem keamanan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Terkait pembangunan taman tersebut, Pramono menyebut bahwa proyek ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Pembangunan taman ini sepenuhnya merupakan hasil kerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lokasi/Lahan (SP3L), sehingga tidak menggunakan dana APBD,” jelasnya.
Pemprov DKI Jakarta mendorong masyarakat memanfaatkan transportasi publik saat berkunjung ke taman ini. Lokasinya terhubung dengan jaringan transportasi publik, termasuk akses dari kawasan Blok M.
“Kami mengimbau masyarakat yang ingin berkunjung ke taman ini sebaiknya menggunakan transportasi publik. Aksesnya cukup mudah dari berbagai arah. Jika semua datang dengan kendaraan pribadi, tentu kapasitas parkir yang tersedia tidak akan mencukupi,” tandasnya.
Penutup
Taman Bendera Pusaka kini siap menjadi salah satu ikon baru Jakarta Selatan. Taman ini menawarkan ruang rekreasi, olahraga, dan interaksi sosial bagi masyarakat. Warga diajak untuk mengunjungi taman dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar ruang terbuka hijau, olahraga, fasilitas publik, lingkungan, komunitas, rekreasi, transportasi publik, arsitektur, sejarah, dan budaya hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Taman Bendera Pusaka di Jaksel Resmi Dibuka, Intip Sejarah Penamaan dan Fasilitasnya. Retrieved from https://www.liputan6.com/news/read/6298282/taman-bendera-pusaka_di-jaksel-resmi-dibuka-intip-sejarah-penamaan-dan-fasilitasnya
