Gregoria Tembus Final Lagi di Kumamoto Masters 2025: Aksi Brutal Singkirkan Chiu Pin-Chian

Last Updated: 16 November 2025, 00:32

Bagikan:

Semangat Gregoria menuju final semakin terasa momen penuh determinasi yang ditangkap PBSI sebagai bukti kerja kerasnya sepanjang turnamen. Sumber gambar: PBSI
Table of Contents

Gregoria Tembus Final Lagi di Kumamoto Masters 2025: Aksi Brutal Singkirkan Chiu Pin-Chian

Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung kembali menunjukkan performa paling stabil di tahun 2025 setelah memastikan langkah ke final Kumamoto Masters 2025. Ia menumbangkan wakil Taiwan Chiu Pin‑Chian dua gim langsung 21–16 dan 21–14 dalam laga semifinal yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium (Kumparan, 2025).

Momentum kemenangan ini terasa sangat besar bagi Gregoria. Dalam wawancara setelah pertandingan, ia mengaku lega sekaligus bersyukur karena tahun ini penuh tantangan terkait kondisi fisiknya. Namun, konsistensi yang ia tunjukkan membuatnya kembali menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bertahan hingga partai puncak (ANTARA News, 2025).


Perjalanan Gregoria Kumamoto Masters Menuju Final

Dominasi di Semifinal Atas Chiu Pin‑Chian

Pertandingan semifinal dimulai dengan tempo cepat. Gregoria sempat tertinggal 0–2, namun segera mengambil alih dengan permainan agresif dan kontrol reli yang matang. Ia unggul saat interval dan menutup gim pertama 21–16 (Kumparan, 2025).

Gim kedua berjalan lebih intens. Chiu berusaha menekan dengan variasi netting cepat, tetapi Gregoria tampil jauh lebih stabil. Ia kembali unggul di interval 11–7 dan menyelesaikan pertandingan dengan skor 21–14 setelah 37 menit pertandingan (Radar Cirebon, 2025).

Kemenangan ini membuat Gregoria menjadi satu‑satunya pemain Indonesia yang lolos ke final Kumamoto Masters 2025, memperlihatkan konsistensi luar biasa di turnamen Super 500 ini (Kumparan, 2025).


Kebangkitan Setelah Tahun yang Berat

Perjuangan Melawan Kondisi Fisik

Gregoria sempat absen dan menurunkan intensitas latihan karena masalah kesehatan sepanjang musim. Namun, keberhasilannya mencapai semifinal bahkan final menjadi momen kebangkitan. Ia menyebut perempat final sebagai fase turning point dalam mengembalikan percaya diri dan kualitas permainannya (ANTARA News, 2025).

Penampilannya di Kumamoto membuktikan bahwa pemulihan yang ia lalui tidak sia-sia. Stabilitas fokus dan akurasi pukulan menjadi senjata utama saat menghadapi pemain-pemain Asia Timur dengan karakter permainan cepat.

Konsistensi di Kumamoto: Final Ketiga Beruntun

Gregoria kini resmi mencatatkan final ketiga beruntun di turnamen Kumamoto Masters: juara pada 2023, finalis 2024, dan kembali ke final pada edisi 2025 (ANTARA News, 2025).

Rekor ini menunjukkan kenyamanan Gregoria bermain di Jepang serta adaptasinya yang baik terhadap kondisi arena. Konsistensi tersebut juga menjadi bukti kematangan strateginya, terutama menghadapi reli panjang dan tekanan lawan dengan tempo cepat.


Ambisi Juara di Final

Pada laga final, Gregoria akan berhadapan dengan wakil Thailand, Ratchanok Intanon — salah satu pemain paling berpengalaman dan berbahaya dari Asia. Meski demikian, performa Gregoria di semifinal menjadi modal besar untuk menghadapi pertandingan puncak ini.


Gregoria Mariska Tunjung kembali membuktikan kualitasnya di tingkat dunia melalui keunggulan di semifinal Kumamoto Masters 2025. Perjalanan panjang yang penuh tantangan membuat pencapaian ini semakin berharga.

Dukungan untuk Gregoria sangat dibutuhkan menjelang partai final. Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar bulu tangkis dan berbagai berita olahraga lainnya, terus ikuti liputan lengkap di Garap Media. Temukan analisis, highlight pertandingan, dan kabar terbaru setiap harinya.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /