Gregoria Mariska Tunjung Tersingkir di French Open 2025 Usai Duel Ketat Tiga Gim
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, harus menelan hasil pahit di ajang French Open 2025. Pada babak 32 besar, Gregoria kalah dari wakil Tiongkok, Gao Fang Jie, dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung sengit di Glaz Arena, Cesson-Sévigné, Prancis. (Kumparan, 2025)
Meski sempat unggul di gim pertama dengan skor 21-18, Gregoria gagal mempertahankan momentum dan akhirnya menyerah 6-21, 13-21 di dua gim berikutnya. Kekalahan ini membuat langkahnya harus terhenti lebih awal dari target yang diharapkan tim pelatih. (Okezone, 2025)
Hasil dan Analisis Pertandingan
Gregoria Mariska Tunjung Kalah Setelah Awali Gim dengan Kemenangan
Pada gim pertama, Gregoria tampil solid dengan serangan agresif dan akurasi tinggi yang membuat Gao Fang Jie kewalahan. Namun, di gim kedua dan ketiga, permainan berubah drastis. Gao Fang Jie berhasil mengubah strategi, menekan Gregoria dengan rally panjang dan pukulan mendalam yang sulit dijangkau. (Liga Olahraga, 2025)
Penurunan performa Gregoria tampak jelas di gim kedua saat ia kalah telak 6-21. Pada gim penentu, upaya Gregoria untuk bangkit masih belum cukup kuat, dan ia harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor akhir 13-21. Kekalahan ini menambah rekor pertemuannya yang kurang baik melawan pemain asal Tiongkok tersebut.
Faktor Penyebab Kekalahan
Beberapa faktor yang dinilai memengaruhi kekalahan Gregoria antara lain:
- Kehilangan momentum setelah gim pertama: Gregoria tidak mampu mempertahankan fokus dan intensitas permainan.
- Adaptasi strategi lawan: Gao Fang Jie dengan cepat membaca pola permainan dan mengubah ritme serangan.
- Kondisi fisik: Gregoria diketahui sempat mengalami gangguan kesehatan (vertigo) beberapa bulan sebelumnya, yang berpengaruh pada stamina. (Kompas, 2025)
- Kesalahan sendiri: beberapa unforced error terjadi di poin-poin penting, membuat lawan semakin percaya diri.
Implikasi dan Evaluasi
Dampak terhadap Ranking dan Kepercayaan Diri
Kekalahan di babak 32 besar tentu berdampak pada perolehan poin BWF World Tour, yang dapat menurunkan posisi Gregoria dalam peringkat dunia. Selain itu, secara psikologis, hasil ini menjadi pukulan setelah performa stabil yang ditunjukkannya dalam beberapa turnamen terakhir. (Kumparan, 2025)
Namun, pelatih utama PBSI menyatakan bahwa hasil ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan daya tahan fisik dan kemampuan adaptasi taktik Gregoria di turnamen mendatang. Dengan persiapan matang, peluang untuk bangkit di turnamen Asia berikutnya masih terbuka lebar.
Fokus Menuju Turnamen Berikutnya
Gregoria dijadwalkan akan tampil di ajang German Open 2025 dan Hylo Open, dua turnamen penting menjelang akhir musim. Ia menargetkan untuk memperbaiki hasil dengan menambah variasi permainan dan meningkatkan kekuatan bertahan. Dukungan dari publik Indonesia diharapkan mampu menjadi motivasi tambahan bagi Gregoria untuk bangkit.
Kekalahan Gregoria Mariska Tunjung di French Open 2025 memang menyakitkan, namun perjalanan kariernya masih panjang. Dengan pengalaman berharga dari laga ini, ia memiliki modal penting untuk memperbaiki strategi dan fokus pada turnamen mendatang.
Terus ikuti kabar terbaru tentang bulu tangkis Indonesia hanya di Garap Media. Kami akan menghadirkan analisis mendalam, hasil pertandingan terkini, dan kisah inspiratif dari para atlet kebanggaan Tanah Air.
Referensi
