Grebeg Tahu: Perayaan Maulid Nabi di Kabupaten Jombang

Last Updated: 2 October 2025, 20:01

Bagikan:

Grebeg Tahu
https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/431525/bupati-jombang-grebeg-tahu-jadi-icon-kebanggaan
Table of Contents

Grebeg Tahu – merupakan perayaan maulid nabi dengan cara membuat gunungan seperti tumpeng berukuran besar yang terbuat dari tahu. Gunungan ini nantinya akan diarak dan diperebutkan masyarakat setelah prosesi pembacaan doa. Seremoni dari tradisi grebeg tahu tentu saja memberikan makna dan simbol tersendiri. Maulid nabi merupakan perayaan umat muslim untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dari berbagai lokasi perayaan maulid nabi dirayakan dengan berbagai macam bentuk acara tergantung dari kondisi sosial dan budaya. Salah satu perayaan unik menyambut maulid nabi adalah tradisi grebeg tahu di desa Sumbermulyo, kabupaten Jombang. Pada umumnya, maulid nabi disambut dengan tasyakuran menggunakan kue atau hasil bumi. Namun, tradisi grebeg tahu mengusung sesuatu yang berbeda, dimana menggunakan tahu sebagai objek utama merayakan maulid nabi. 

Baca Juga: Perayaan Idul Fitri di Dunia, Tradisi Uniknya Bikin Takjub!

 

 

Sejarah Tradisi Grebeg Tahu

Lahirnya tradisi grebeg tahu didasari oleh keseharian masyarakat Desa Sumbermulyo sebagai pengrajin tahu.  Industri tahu menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan di desa Sumbermulyo. Pasalnya keberadaan industri tahu juga turut membantu membuka lapangan pekerjaan. Tentu saja warga sekitar terutama warga desa Sumbermulyo sangat terbantu dengan keberadaan industri tahu ini. Perkembangan industri yang semakin pesat membuat pemilik perusahaan merasakan keberhasilan industrinya. Oleh sebab itu, pemilik industri mengusulkan tradisi ini di tahun 2019.

Kemunculan ide untuk menciptakan tradisi baru didasari oleh rasa ingin memeriahkan acara maulid nabi. Ide tersebut mendapatkan respon hangat dari masyarakat sekitar dan direalisasikan dengan mengadakan musyawarah. Melalui musyawarah ini lahirlah tradisi baru di tahun 2019. Hasilnya disepakati penamaan tradisi ini menggunakan kata “Grebeg” yang mana dalam konteks tradisi budaya jawa berarti perayaan yang diikuti masyarakat dengan jumlah yang besar untuk melihat atau mendapatkan apa yang disajikan oleh pemimpin setempat. Kegigihan masyarakat setempat dalam menyelenggarakan acara dilakukan dengan gotong royong. Para pengrajin tau juga membuat belasan gunungan tahu sebagai upaya menyukseskan tradisi ini. Gunungan tahu dirangkai di atas mobil bak terbuka, dalam satu tumpeng berisi ribuan tahu goreng dengan berbagai jenis, seperti tahu kotak goreng, tahu bulat, dan tahu petis. 

Pada mulanya masyarakat setempat pesimis dengan tradisi baru yang diciptakan, sebab dikhawatirkan akan menyebabkan kericuhan dalam pelaksanaannya. Namun, tidak disangka pelaksanaan tradisi pertama kali mendapatkan kesuksesan. Pertama kali dilaksanakan berhasil mendapatkan antusiasme bukan hanya dari warga desa Sumbermulyo, melainkan menarik masyarakat dari kabupaten Jombang dan sekitarnya. Bahkan acara edisi pertama dihadiri langsung oleh Bupati Jombang, Ibu Nyai Mundjidah Wahab yang meresmikan tradisi grebeg tahu sebagai budaya baru yang patut dilestarikan. 

Makna Tradisi Grebeg Tahu

Acara grebeg tahu dilaksanakan untuk menggambarkan cinta kepada nabi Muhammad SAW. Dengan turut memeriahkan maulid nabi baik yang disalurkan melalui ide, tenaga, hingga pengumpulan dana dilakukan tanpa pamrih, bukan berharap imbalan namun agar mendapat syafaat dari Rasul. Melalui tradisi grebeg tahu dapat mempererat rasa persaudaraan terutama umat Islam di desa Sumbermulyo. Meski begitu, acara ini tidak hanya untuk memeriahkan maulid nabi tetapi juga mempunyai maknya yang lain. 

Adanya gerakan untuk saling bekerja sama terutama dalam berbagi makanan juga memberikan makna untuk terus bersyukur dengan apa yang telah dimiliki dan tidak lupa membagi dengan sesama. Sebab, menurut ajaran Islam berbagi baik materi atau sekedar makanan merupakan tindakan yang baik. Oleh sebab itu,  dapat juga diartikan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat setempat terutama pemilik industri tahu terhadap apa yan telah dicapai. 

Bagaimanapun juga festival ini dapat digunakan sebagai sarana promosi industri tahu. Dapat kita ketahui bahwa mayoritas masyarakat di desa Sumbermulyo terbantu oleh adanya industri tahu. Dengan diadakan tradisi yang dinilai unik maka akan menarik masyarakat luar dan akan menciptakan citra yang baik akan industri tahu di desa Sumbermulyo. Sehingga, industri tahu akan semakin berkembang dan dapat terjalin hubungan baik dengan masyarakat luar terutama dalam mendukung industri tahu.

Kesimpulan 

Grebeg Tahu merupakan tradisi untuk turut memeriahkan perayaan maulid Nabi. Tradisi ini lahir di tahun 2019. Meskipun tergolong tradisi baru namun telah sukses menarik perhatian masyarakat luar. Bahkan, pada prosesi pertama dihadiri dan diresmikan langsung oleh Bupati Jombang, Ibu Mundjidah Wahab. Makna yang dapat diambil bukan hanya untuk memeriahkan, namun juga sebagai cerminan rasa syukur masyarakat setempat terutama industri tahu. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan sebagai media promosi industri tahu. 

Referensi: 

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /