Google Maps menghadirkan Ask Maps AI di Indonesia untuk membantu pengguna melakukan riset destinasi wisata melalui percakapan. Fitur berbasis Gemini tersebut dapat memberikan rekomendasi tempat, menjawab pertanyaan tentang lokasi, menemukan aktivitas, serta membantu pengguna menyusun rencana perjalanan berdasarkan informasi Google Maps yang terus diperbarui. (Google, 2026).
Ask Maps AI Mengubah Google Maps Menjadi Asisten Wisata
Ask Maps AI membawa kemampuan percakapan ke dalam Google Maps. Pengguna dapat memasukkan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari tanpa harus mencari setiap informasi secara terpisah.
Google menggabungkan model Gemini dengan data lokasi dalam Google Maps untuk menghasilkan jawaban yang lebih kontekstual. Sistem tersebut memanfaatkan informasi dari lebih dari 300 juta tempat serta kontribusi komunitas Google Maps yang mencapai lebih dari 500 juta pengguna. (Google, 2026).
Kemampuan tersebut membuat proses riset destinasi menjadi lebih praktis. Pengguna dapat meminta rekomendasi berdasarkan suasana, jarak, aktivitas, hingga kebutuhan tertentu dalam satu percakapan.
Beberapa kebutuhan yang dapat dibantu Ask Maps AI meliputi:
- Mencari destinasi wisata berdasarkan minat tertentu.
- Menemukan restoran atau tempat makan di sekitar lokasi.
- Menyusun rencana perjalanan dengan beberapa tujuan.
- Mencari aktivitas berdasarkan waktu dan lokasi.
- Mendapatkan informasi lalu lintas dan transportasi secara real-time.
- Menemukan tempat yang sesuai dengan preferensi pengguna.
Google Maps Indonesia Membawa Rekomendasi Wisata Lebih Personal
Google menghadirkan Ask Maps di Indonesia sejak Agustus 2026. Peluncuran tersebut membuat pengguna Indonesia dapat menggunakan fitur percakapan berbasis Gemini untuk mencari informasi tempat dan merencanakan perjalanan. (Google Indonesia, 2026).
Fitur tersebut juga mendukung personalisasi melalui informasi yang tersimpan dalam akun pengguna. Ask Maps dapat menggunakan tempat yang pernah dicari atau disimpan pengguna untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih relevan.
Google juga memperluas personalisasi melalui fitur Personal Intelligence. Pengguna dapat menghubungkan Gmail dengan Ask Maps untuk memberikan konteks tambahan mengenai penerbangan, reservasi makan malam, atau rencana perjalanan. Google menyatakan bahwa koneksi aplikasi tersebut tidak aktif secara otomatis sehingga pengguna tetap memiliki kendali atas penggunaannya. (Google Indonesia, 2026).
Ask Maps AI Membantu Menyusun Itinerary Perjalanan
Ask Maps AI tidak hanya memberikan daftar lokasi. Fitur tersebut juga dapat membantu pengguna menghubungkan beberapa tujuan menjadi rencana perjalanan yang lebih terstruktur.
Google memberikan contoh penggunaan Ask Maps untuk perjalanan yang mencakup beberapa destinasi. Pengguna dapat menanyakan tempat menarik yang berada di sepanjang perjalanan dan memperoleh rekomendasi beserta estimasi waktu tempuh serta petunjuk arah. (Google, 2026).
Kemampuan tersebut dapat mengurangi kebutuhan pengguna untuk membuka banyak sumber ketika menyusun itinerary. Pengguna juga dapat melanjutkan percakapan dengan pertanyaan tambahan sehingga rencana perjalanan dapat disesuaikan tanpa mengulang pertanyaan awal.
Fitur riwayat percakapan mendukung proses tersebut. Pengguna dapat melanjutkan pembahasan perjalanan sebelumnya apabila pengaturan riwayat diaktifkan. (Google Indonesia, 2026).
Informasi Real-Time Memperkuat Riset Destinasi Wisata
Ask Maps AI juga menggabungkan informasi real-time untuk membantu pengguna mengambil keputusan selama perjalanan. Sistem tersebut dapat menampilkan informasi transportasi yang diperbarui serta memberikan informasi mengenai gangguan perjalanan.
Pengguna kendaraan pribadi dapat menanyakan kondisi lalu lintas atau gangguan pada rute. Pengguna transportasi umum juga dapat memperoleh informasi mengenai jadwal dan keterlambatan melalui informasi transit langsung yang tersedia di Ask Maps. (Google Indonesia, 2026).
Kemampuan tersebut memberikan manfaat ketika kondisi perjalanan berubah secara cepat. Pengguna dapat menyesuaikan waktu keberangkatan atau memilih alternatif berdasarkan kondisi terbaru.
Google Maps Perluas Fungsi Ask Maps AI untuk Aktivitas Harian
Google juga memperluas Ask Maps dengan kemampuan agentic yang dapat membantu pengguna menyelesaikan sejumlah aktivitas. Fitur tersebut mencakup pencarian hotel, penemuan acara, dan pemesanan makanan melalui percakapan pada pasar yang mendukung fungsi tersebut. (Google, 2026).
Perluasan fungsi tersebut menunjukkan perubahan peran Google Maps dari aplikasi navigasi menjadi asisten berbasis lokasi. Pengguna dapat berpindah dari tahap pencarian informasi menuju tindakan tanpa harus meninggalkan alur percakapan.
Meski menawarkan kemudahan, pengguna tetap perlu memeriksa informasi penting sebelum mengambil keputusan. Google mengingatkan bahwa jawaban berbasis AI dapat mengandung kesalahan sehingga pengguna perlu melakukan verifikasi terhadap informasi yang dianggap penting. (Google, 2026).
Ask Maps AI Dorong Perubahan Cara Wisatawan Meriset Destinasi
Kehadiran Ask Maps AI memberikan pendekatan baru dalam mencari destinasi wisata. Pengguna tidak lagi harus mengandalkan pencarian lokasi secara terpisah karena fitur tersebut dapat menggabungkan rekomendasi, informasi tempat, rute, serta konteks perjalanan dalam percakapan.
Peluncuran Ask Maps di Indonesia juga memperkuat posisi Google Maps sebagai alat perencanaan perjalanan. Integrasi Gemini dengan informasi lokasi membuat proses riset destinasi menjadi lebih cepat, personal, dan terhubung dengan aktivitas perjalanan.
Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan teknologi, AI, aplikasi digital, dan inovasi perjalanan, simak terus artikel terbaru Garap Media. Berbagai informasi teknologi terbaru akan hadir dengan pembahasan yang relevan dan mudah dipahami.
Garap Media juga menghadirkan artikel lain mengenai perkembangan aplikasi, kecerdasan buatan, dan tren digital yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Jangan lewatkan pembaruan berikutnya untuk mengetahui teknologi yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat.
Referensi
