GERD Bisa Sebabkan Kematian Mendadak? Ini Kata Pakar Gastro

Last Updated: 25 January 2026, 16:21

Bagikan:

gerd
Foto: Alodokter
Table of Contents

GERD – Kembali menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan meninggalnya seorang figur publik. Muncul pertanyaan di tengah masyarakat, apakah kondisi ini benar-benar bisa memicu kematian mendadak dan seberapa serius risiko yang ditimbulkannya bagi kesehatan?

Menurut Ahli Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, GERD tidak menyebabkan kematian secara langsung. Penyakit ini termasuk kondisi kronis yang jika dibiarkan dapat menimbulkan komplikasi, tetapi tidak secara tiba-tiba mengancam nyawa.

Apa Itu GERD dan Gejalanya

“GERD sebenarnya termasuk penyakit kronis jika penyakit berlanjut memang bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru. Tetapi GERD sendiri tidak bisa menyebabkan langsung terjadinya kematian,” tulis Ari.

Lebih lanjut, Ari mengungkapkan bahwa saat seseorang mengalami GERD memiliki dua gejala utama yang dirasakan yakni nyeri dada dan merasakan panas di dada seperti terbakar atau heartburn.

“Biasanya nyeri dada ini diikuti juga dengan mulut pahit karena ada asam yang naik (regurgitasi),” tulis Ari.

Komplikasi GERD Jika Tidak Ditangani

Bila penyakit ini tidak ditangani hal tersebut bisa menyebabkan pasien mengalami komplikasi. Hal ini karena asam lambung atau isi lambung yang naik dapat menyebabkan luka pada dinding dalam kerongkongan awalnya hanya perlukaan.

“Luka yang terjadi bisa makin luas dan bisa menyebabkan penyempitan dari kerongkongan bawah,” kata Ari.

Lalu, penyakit ini dapat memicu perubahan struktur pada dinding dalam kerongkongan, yang pada beberapa kasus berpotensi berkembang menjadi penyakit Barrett’s, yaitu lesi pra-kanker yang perlu mendapatkan perhatian medis serius.

Efek GERD di Luar Saluran Pencernaan

Efeknya di luar saluran cerna bisa sampai ke gigi yakni berupa erosi dental, tenggorokan (faringitis kronis), sinus (sinusitis), pita suara (laringitis), saluran pernafasan bawah (asma) bahkan sampai paru-paru (Fibrosis paru Idiopatik).

Ari mengatakan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan asalkan diobati dan menjalani perubahan gaya hidup.

“Prinsip utama mengobati pasien GERD adalah menghilangkan gejala dan mencegah komplikasi. Tatalaksana penyakit GERD berupa tatalaksana non obat/perubahan gaya hidup dan tatalaksana obat-obatan. Tatalaksana non obat yaitu perubahan gaya hidup,” katanya.

Penutup

GERD tidak menyebabkan kematian mendadak secara langsung, tetapi dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani. Mengenali gejala, melakukan pengobatan yang tepat, dan menjalani perubahan gaya hidup adalah kunci untuk mengelola penyakit ini dengan aman.

Jangan lewatkan berita dan artikel kesehatan lainnya di Garap Media untuk mendapatkan informasi seputar gejala, pencegahan, dan perawatan penyakit asam lambung maupun penyakit lainnya agar tetap sehat setiap hari.

Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /