Aksi massa di depan Markas Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) berujung ricuh pada Selasa malam. Dalam peristiwa tersebut, gerbang sisi timur mapolda dilaporkan roboh setelah didorong dan dirusak oleh massa yang melakukan demonstrasi.
Insiden Gerbang Polda DIY ini menjadi sorotan luas karena diwarnai aksi vandalisme serta gangguan arus lalu lintas di sekitar Ring Road Utara.
Kronologi Gerbang Polda DIY Dirobohkan
Massa mulai berkumpul sejak sore hari sebelum bergerak menuju Mapolda DIY. Situasi memanas menjelang malam ketika sebagian peserta aksi merangsek ke arah pagar dan gerbang utama (Suara.com, 2026).
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa gerbang sisi timur akhirnya roboh sekitar pukul 18.43 WIB. Sejumlah tembok luar markas juga dicorat-coret dengan tulisan bernada protes.
Aksi Spontan dan Tuntutan Massa
Aksi di depan Gerbang Polda DIY secara spesifik dipicu oleh kemarahan massa atas dugaan kekerasan aparat terhadap seorang warga dalam peristiwa yang terjadi sebelumnya dan viral di media sosial. Massa datang untuk memprotes dugaan tindakan represif tersebut serta mendesak kepolisian melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap oknum yang terlibat (Suara.com, 2026).
Selain itu, aksi juga disebut sebagai bentuk solidaritas terhadap korban yang diduga mengalami kekerasan. Massa menuntut transparansi proses hukum, pembukaan rekaman atau kronologi resmi kejadian, serta jaminan bahwa peristiwa serupa tidak terulang. Aksi berlangsung secara organik tanpa koordinator lapangan dan tanpa tuntutan tertulis, sehingga eskalasi emosi terjadi secara spontan di lapangan (Suara.com, 2026).
Beberapa peserta aksi melakukan orasi yang menyinggung isu kekerasan aparat dan reformasi internal kepolisian, sementara sebagian lainnya menggelar aksi simbolik di depan gerbang sebelum situasi berubah menjadi ricuh.
Dampak Kericuhan di Sekitar Polda DIY
Kerusakan fasilitas berupa gerbang yang roboh dan coretan pada tembok menjadi perhatian publik karena menyangkut aset negara. Selain itu, kemacetan di Ring Road Utara sempat terjadi akibat massa yang memadati akses jalan utama. Suasana sempat tegang ketika terdengar suara ledakan dari arah kerumunan massa (Suara.com, 2026).
Peristiwa tersebut memicu kepanikan sementara sebelum situasi kembali dikendalikan aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.
Respons Kepolisian
Hingga berita ini dirangkum, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di sekitar Mapolda DIY. Belum ada keterangan resmi terkait jumlah massa yang diamankan maupun estimasi kerugian akibat kerusakan gerbang.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak merusak fasilitas umum. Evaluasi internal serta langkah hukum terhadap pelaku perusakan disebut akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Insiden Gerbang Polda DIY dirobohkan massa menjadi catatan penting dalam dinamika aksi unjuk rasa di Yogyakarta. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana eskalasi situasi dapat terjadi dengan cepat ketika konsentrasi massa meningkat dan komunikasi tidak berjalan efektif.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional dan lokal lainnya secara mendalam dan faktual, pembaca dapat terus memantau laporan terbaru di Garap Media. Temukan analisis tajam dan update terkini hanya di kanal berita pilihan Anda.
Referensi
