Momen ulang tahun ke-74 Komite Olimpiade Indonesia atau KOI (NOC Indonesia) pada 11 Maret 2026 dijadikan momentum refleksi perjalanan panjang olahraga Indonesia di panggung dunia. Momen ini juga menjadi penegasan komitmen untuk terus membangun ekosistem olahraga yang berintegritas, aman, dan berprestasi. KOI ingin olahraga bisa menjadi alat pemersatu di dunia.
Tema utama HUT ke-74 KOI adalah “Indonesia Connected Globally, Athletes Protected Completely, and United in Peace.” Tema ini mencerminkan arah besar yang ingin terus diperkuat NOC Indonesia: memperluas konektivitas Indonesia dengan komunitas olahraga dunia, memastikan perlindungan penuh bagi para atlet, serta menjadikan olahraga sebagai kekuatan yang mempersatukan.
Refleksi KOI di Usia 74 Tahun
“Di usia yang ke-74 NOC Indonesia akan terus introspeksi, kita akan berusaha memberikan yang terbaik untuk olahraga Indonesia. Tanpa dukungan dari masyarakat Indonesia kita pasti tidak akan cepat membawa Indonesia berdiri di panggung-panggung olahraga dunia,” ungkap Raja Sapta Oktohari, Ketua NOC Indonesia.
Lebih lanjut, Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari, mengingatkan bahwa dunia olahraga Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hal ini merujuk pada tantangan serius menyusul munculnya dugaan kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang melibatkan atlet.
Olahraga Harus Mempersatukan
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menegaskan bahwa nilai persatuan dan perdamaian harus selalu menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas olahraga nasional dan internasional.
“Semangat United in Peace bukan hanya sebuah tema. Ia adalah pengingat bahwa olahraga sejatinya hadir untuk mempersatukan, bukan memecah belah. Bagi kami di NOC Indonesia, prestasi sebesar apa pun tidak akan pernah boleh dibangun di atas penderitaan seorang atlet,” tegas Okto.
“Dalam berbagai situasi dunia yang penuh tantangan, olahraga sekali lagi harus mampu menjadi cahaya di ujung kegelapan. Olahraga memiliki kekuatan untuk mempersatukan, membangun harapan, dan menyebarkan pesan perdamaian bagi dunia,” imbuhnya.
Sambutan Menpora
Di hari ulang tahun NOC Indonesia ke-74, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meminta agar seluruh stakeholder olahraga tetap berjalan kompak. Ia menekankan pentingnya koordinasi, termasuk di Kemenpora, agar olahraga bisa menjadi duta bangsa di panggung dunia.
“NOC sudah berusia 74 tahun, artinya banyak sejarah, banyak juga kisah sedih yang sudah diciptakan dan terasakan. Tetapi tentu saya berharap dengan konsolidasi olahraga nasional, kita hormati NOC, KONI, NPC, KORMI, kita sesuai tupoksinya. Inilah olahraga kita harus menjadi duta bangsa dan mencerminkan kedigdayaan kita. Dan itu hanya bisa jalan kalau semua kita kompak, termasuk kami, di Kemenpora kita introspeksi diri,” kata Menpora Erick.
Penutup
Ulang tahun KOI yang ke-74 menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa olahraga tidak hanya soal prestasi semata. Olahraga juga memiliki peran besar dalam membangun persatuan di tengah masyarakat luas. Karena itu, olahraga harus jadi alat pemersatu yang mampu membangun harapan dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar olahraga, prestasi atlet, agenda olahraga nasional, kebijakan Kemenpora, event internasional, pembangunan fasilitas olahraga, pelatihan atlet muda, program KOI, dan solidaritas olahraga hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Genap 74 Tahun, Komite Olimpiade Indonesia: Olahraga Harus Jadi Alat Pemersatu. Retrieved from https://www.liputan6.com/bola/read/6297171/genap-74-tahun-komite-olimpiade-indonesia-olahraga-harus-jadi-alat-pemersatu
