Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menarik perhatian publik dengan langkah yang tidak biasa. Menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara terbuka menantang generasi Z untuk ikut terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan klasik ibu kota, yakni kemacetan lalu lintas dan pengelolaan sampah.
Tantangan tersebut dikemas dalam bentuk lomba ide dan inovasi. Tidak hanya menawarkan pengalaman berkontribusi bagi kota, Pemprov DKI juga menyiapkan hadiah menarik berupa kesempatan berkunjung ke kota‑kota besar dunia seperti New York bagi peserta dengan gagasan terbaik.
Tantangan Gen Z Atasi Jakarta
Gagasan lomba ini disampaikan Pramono Anung dalam acara peluncuran program pelatihan ekonomi kreatif dan inovasi teknologi di Jakarta. Ia menilai generasi muda memiliki cara pandang berbeda yang dapat menghadirkan solusi segar bagi persoalan perkotaan yang selama ini sulit diurai (detikNews, 2025).
Menurut Pramono, masalah kemacetan dan sampah tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan lama. Jakarta membutuhkan terobosan baru yang relevan dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat, sesuatu yang lekat dengan karakter generasi Z.
Alasan Libatkan Generasi Z
Generasi Z dikenal dekat dengan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan inovasi berbasis data. Pemerintah DKI berharap kemampuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret, mulai dari sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi hingga pengaturan lalu lintas yang lebih efisien (ANTARA News, 2025).
Pelibatan Gen Z juga menjadi strategi untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap Jakarta. Dengan terlibat langsung, generasi muda diharapkan tidak hanya mengkritik, tetapi juga ikut menawarkan jalan keluar.
Hadiah Lomba dan Mekanisme Kompetisi
Lomba ini dirancang terbuka bagi generasi Z dengan mekanisme pengajuan ide dan konsep solusi. Peserta akan diberi waktu untuk merancang gagasan inovatif yang aplikatif dan berpotensi diterapkan di Jakarta (INILAH.com, 2025).
Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov DKI menyiapkan hadiah berupa kunjungan ke luar negeri, termasuk New York. Hadiah ini tidak hanya bersifat rekreasi, tetapi juga menjadi sarana studi banding agar peserta dapat belajar langsung dari pengelolaan kota global.
Respons Publik dan Media
Langkah Pemprov DKI ini menuai beragam respons. Sebagian masyarakat menilai lomba ini sebagai langkah positif untuk membuka ruang partisipasi publik, khususnya generasi muda. Media lokal menilai pendekatan ini sebagai upaya kreatif pemerintah dalam mencari solusi jangka panjang (Pojoksatu.id, 2025).
Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan kebijakan tersebut. Beberapa pihak berpendapat bahwa persoalan macet dan sampah seharusnya menjadi tanggung jawab utama pemerintah, bukan dilombakan. Meski demikian, Pemprov DKI menegaskan bahwa lomba ini bersifat pelengkap, bukan pengganti kebijakan utama.
Lomba ide yang menantang Gen Z atasi kemacetan dan sampah Jakarta menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai membuka ruang dialog yang lebih luas dengan generasi muda. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan solusi nyata yang relevan dengan tantangan kota modern.
Ikuti terus perkembangan berita ini dan berbagai isu strategis lainnya hanya di Garap Media. Temukan inspirasi, inovasi, dan informasi terkini seputar Jakarta dan peran generasi muda dalam membangun masa depan kota.
Referensi
