Psikolog Diana Setyawati menyoroti kerentanan gen Alpha terhadap tekanan psikologis. Generasi Alpha lahir dan tumbuh di era digital, di mana teknologi berkembang pesat dalam mengakses berbagai informasi. Beberapa informasi yang termuat di dunia maya menjadi salah satu pemicu utama.
Diana menjelaskan bahwa generasi saat ini tumbuh dengan nilai-nilai yang dibentuk oleh algoritma media sosial, bukan lagi dari keluarga. Fenomena ini menimbulkan tantangan bagi orang tua dan masyarakat untuk menjaga kesehatan mental anak sejak dini.
Dunia Maya dan Tekanan Psikologis Gen Alpha
“Dunia maya memberikan insecurity yang sangat besar. Anak-anak semakin banyak tahu banyak hal, sayangnya beberapa informasi yang didapatkan justru membuat insecurity semakin tinggi,” ujar psikolog dari Fakultas Psikologi UGM, Diana Setyawati.
“Ada pergeseran nilai. Media sosial sekarang didominasi oleh hal-hal instan, hedonisme, pamer kekayaan, pamer gaya hidup orang terkaya. Jika keluarga tidak menanamkan nilai dari rumah, maka fungsi keluarga itu akan diambil alih oleh apa yang mereka lihat di dunia maya,” ungkapnya.
Upaya Pencegahan Dimulai dari Keluarga
Menurut Diana, upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga dengan pemahaman orang tua tentang kesehatan mental. Anak dengan kesehatan mental yang baik mampu mengenali potensi diri, memiliki tujuan hidup, mampu mengelola stres sehari-hari, produktif, serta bermanfaat bagi orang lain.
“Saya pikir orang tua perlu memahami ciri-ciri kesehatan mental bagi anak, sehingga ketika melihat anak menunjukkan perubahan perilaku, mereka memahami apa yang terjadi dan bagaimana cara memberikan pertolongan,” ucapnya.
Penguatan Peran Keluarga
Diana turut mengingatkan bahwa persoalan kesehatan mental generasi muda merupakan tanggung jawab bersama secara holistik. Pemerintah harus memberikan pendidikan dan edukasi skill berkeluarga. Sekolah harus melakukan pendekatan School-Based Mental Health. Keluarga harus dikuatkan agar mampu menjadi punggung kesehatan mental anak-anak.
“Pelayanan kesehatan juga harus siap ketika kesadaran masyarakat mulai meningkat,” tegasnya. Tidak hanya itu, ia menegaskan bahwa sebaiknya sedini mungkin sistem kesehatan mental harus dibangun melalui promosi dan prevensi kesehatan secara holistik.
“Kita harus membangun sistem kesehatan mental yang kuat. Promosi dan prevensi secara holistik harus dilakukan. Jangan sampai generasi kita tumbuh dengan kerentanan yang tidak tertangani,” ucapnya.
Temuan Kerentanan Mental Gen Alpha
Sebelumnya, dijelaskan bahwa lebih dari 71.000 pelajar di Kota Bandung terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental. Dengan temuan tertinggi di tingkat SMP/MTs yang mencapai sekitar 49,09 persen, didominasi gejala ansietas ringan hingga depresi berat.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung pada Agustus hingga Oktober 2025 terhadap 148.239 pelajar, tercatat 71.433 siswa atau 48,19 persen di antaranya mengalami masalah kesehatan jiwa, dengan rincian:
- Pada jenjang SMP/MTs sebanyak 76,46 persen siswa mengalami gejala ansietas ringan
- Sebanyak 7,89 persen terindikasi ansietas berat
- Sebanyak 15,23 persen gejala depresi ringan
- Sebanyak 7,42 persen terindikasi depresi berat
Sementara di jenjang SD/MI, dari 80.724 peserta sebanyak 43.390 siswa (53,75 persen) terindikasi masalah kesehatan jiwa yang didominasi gejala ansietas ringan dan depresi ringan. Sedangkan di jenjang SMA/MA tercatat 25,79 persen siswa terindikasi masalah serupa, dan di sekolah luar biasa (SLB) mencapai 48,51 persen.
Penutup
Kerentanan gen Alpha terhadap gangguan kesehatan mental menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam membangun sistem dukungan yang holistik. Dengan pendekatan tepat, anak-anak dapat tumbuh dengan kesehatan emosional yang lebih baik.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan mental, dunia maya, gen Alpha, pendidikan, psikologi anak, media sosial, dan edukasi hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Gen Alpha Rentan Alami Gangguan Kesehatan Mental, Dunia Maya Jadi Salah Satu Pemicu Utama. Retrieved from https://www.liputan6.com/health/read/6287918/gen-alpha-rentan-alami-gangguan-kesehatan-mental-dunia-maya-jadi-salah-satu-pemicu-utama
