Gempa Megathrust Pacitan Guncang Selatan Jawa, Warga Panik dan Bangunan Rusak Parah

Last Updated: 7 February 2026, 01:43

Bagikan:

Gempa Megathrust Pacitan
Getaran kuat gempa megathrust Pacitan memicu kepanikan warga dan meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah wilayah selatan Jawa. Sumber gambar: Metro TV
Table of Contents

Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada dini hari dan langsung memicu kepanikan warga. Getaran terasa luas hingga Yogyakarta dan beberapa daerah lain di selatan Pulau Jawa, membuat masyarakat berhamburan keluar rumah demi keselamatan.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena disebut memiliki karakteristik megathrust, yaitu gempa yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng tektonik di selatan Jawa. Meski tidak berpotensi tsunami, dampak kerusakan bangunan serta banyaknya gempa susulan membuat masyarakat tetap waspada.

Fakta Awal Gempa Megathrust Pacitan

Gempa megathrust pacitan terjadi sekitar pukul 01.06 WIB dengan magnitudo sekitar 6,4 dan berpusat di laut tenggara Pacitan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng Indo‑Australia terhadap Eurasia yang memicu mekanisme sesar naik (thrust fault) khas zona megathrust (ANTARA News, 2026).

Getaran dirasakan di sejumlah wilayah seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung hingga Yogyakarta. Banyak warga melaporkan guncangan kuat selama beberapa detik yang membuat mereka keluar rumah untuk menghindari risiko bangunan roboh (detikNews, 2026).

BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami karena parameter sumber gempa tidak memenuhi syarat pembentukan gelombang besar di laut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa susulan.

Dampak Gempa Megathrust Pacitan terhadap Warga dan Infrastruktur

Laporan dari pemerintah daerah menunjukkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa. Beberapa rumah warga mengalami retak pada dinding dan bagian plafon runtuh, sementara fasilitas umum juga dilaporkan terdampak (ANTARA News, 2026).

Selain kerusakan fisik, gempa yang terjadi pada dini hari menyebabkan kepanikan massal. Banyak warga yang sedang tidur terbangun dan langsung keluar rumah. Situasi ini sempat menimbulkan kepadatan di area terbuka karena masyarakat berkumpul sambil menunggu kondisi aman.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan asesmen cepat untuk mendata kerusakan serta memastikan tidak ada korban jiwa yang terjebak di bangunan terdampak. Pendataan dilakukan secara bertahap karena beberapa wilayah mengalami akses terbatas.

Mengapa Zona Megathrust Selatan Jawa Perlu Diwaspadai?

Zona selatan Pulau Jawa dikenal sebagai jalur megathrust aktif karena merupakan area pertemuan dua lempeng besar. Para ahli menjelaskan bahwa gempa di wilayah ini dapat menghasilkan energi besar jika terjadi pelepasan tekanan dalam skala besar (ANTARA News, 2026).

Meski gempa kali ini tidak memicu tsunami, BMKG mengingatkan bahwa potensi gempa besar di masa depan tetap ada karena karakteristik tektonik kawasan tersebut. Oleh karena itu, edukasi mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

Wilayah pesisir selatan juga memiliki kondisi geografis tertentu yang dapat memperkuat dampak bencana jika gempa lebih besar terjadi. Hal ini membuat pemerintah daerah dan instansi kebencanaan terus mendorong latihan evakuasi serta peningkatan sistem peringatan dini.

Imbauan Mitigasi dan Respons Pemerintah

Pemerintah bersama BPBD dan instansi terkait melakukan koordinasi cepat setelah gempa terjadi. Langkah awal meliputi pengecekan fasilitas umum, pendataan korban dan kerusakan, serta pemberian imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum diverifikasi, terutama terkait isu tsunami atau gempa besar yang beredar di media sosial. Informasi resmi dari lembaga pemerintah menjadi rujukan utama agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan.

Selain itu, masyarakat diimbau menyiapkan tas darurat, memahami jalur evakuasi, dan memastikan struktur bangunan tempat tinggal memenuhi standar keamanan gempa.

Gempa megathrust pacitan menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di wilayah rawan aktivitas seismik. Meski kali ini tidak memicu tsunami, dampak kerusakan dan kepanikan warga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana secara berkelanjutan.

Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar bencana alam, budaya, kota, dan berita terkini lainnya, pembaca dapat mengikuti berbagai artikel terbaru di Garap Media. Jangan lewatkan laporan mendalam yang membantu memahami peristiwa secara lebih komprehensif.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /