Gelombang PHK Startup Indonesia Terus Meningkat Di Tahun 2025

Last Updated: 21 November 2025, 18:51

Bagikan:

PHK Startup Indonesia
Cover topik/Cover topik PHK Besar/Aristya Rahadian Krisabella
Table of Contents

Industri startup Indonesia kembali memasuki masa sulit pada tahun 2025. Sejumlah laporan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemutusan hubungan kerja, baik di sektor fintech, e-commerce, logistik, hingga perusahaan rintisan berbasis software. Sembilan startup besar sudah melakukan PHK sejak awal tahun 2025, menandakan tekanan yang semakin besar pada ekosistem digital tanah air.

Lebih dari 90 ribu pekerja startup dan perusahaan teknologi terdampak PHK sepanjang tahun. Faktor utama pemicu krisis ini mencakup penurunan pendanaan, kompetisi ketat, dan kebijakan baru yang menambah beban operasional. Lonjakan PHK ini menjadi sinyal bahwa ekosistem startup Indonesia sedang memasuki fase konsolidasi besar-besaran.

Penyebab Lonjakan PHK Startup di 2025

1. Pendanaan Startup Mengalami Perlambatan

Pendanaan menjadi faktor terbesar penyebab PHK startup. Investor global dan regional lebih berhati-hati menanamkan modal akibat ketidakpastian ekonomi dunia. Bahwa jumlah pendanaan turun signifikan di kuartal pertama 2025. Startup tahap awal sangat terdampak karena mereka mengandalkan pendanaan eksternal untuk operasional dan ekspansi.

Tanpa modal baru, perusahaan terpaksa mengurangi jumlah karyawan. Startup yang sebelumnya agresif memperluas pasar kini memilih fokus pada profitabilitas dan efisiensi biaya.

Baca Juga: Biaya Hidup Naik Gaji Tak Beranjak: Realita Pahit Pekerja Indonesia 2025

2. Efisiensi dan Pivot Bisnis Menjadi Pilihan Utama

Selain pendanaan yang menurun, banyak perusahaan startup melakukan pivot untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar. Sejumlah startup menutup beberapa divisi yang tidak lagi dianggap strategis. Langkah ini memicu pemangkasan tenaga kerja dalam skala besar.

Strategi pivot sering dilakukan untuk menjaga keberlangsungan bisnis, namun berdampak langsung pada karyawan yang posisinya tidak lagi relevan. Beberapa perusahaan bahkan menghentikan layanan tertentu yang dianggap tidak menguntungkan.

3. Persaingan Ketat di Industri Teknologi

Startup kini menghadapi kompetisi yang semakin sengit. Sektor fintech, e-commerce, dan logistik digital mengalami over supply pemain. Perusahaan yang gagal berinovasi atau mempertahankan pangsa pasar terpaksa melakukan PHK untuk menekan biaya.

Banyak startup lokal juga harus bersaing dengan perusahaan asing yang memiliki modal jauh lebih besar. Kondisi ini membuat kinerja startup Indonesia semakin tertekan, terutama yang masih dalam fase growth dan belum profit.

4. Regulasi Baru dan Beban Operasional Meningkat

Kebijakan baru terkait pajak digital dan aturan keamanan data meningkatkan beban operasional perusahaan. Untuk menyesuaikan diri, startup harus mengalokasikan anggaran besar untuk compliance, audit, dan peningkatan infrastruktur.

Kenaikan biaya ini memaksa perusahaan menekan pengeluaran lain, termasuk biaya sumber daya manusia, sehingga PHK menjadi pilihan yang tak terhindarkan.

5. Dampak Ekonomi Global yang Tidak Stabil

Selain faktor dalam negeri, kondisi ekonomi global yang melemah juga berdampak pada industri startup. Banyak perusahaan teknologi besar dunia melakukan PHK massal, dan efek domino dari fenomena ini dirasakan juga oleh startup Indonesia. Investor mengurangi pendanaan, sementara perusahaan menahan rekrutmen.

Dampak terhadap Industri dan Pekerja

1. Ribuan Talenta Digital Kehilangan Pekerjaan

PHK massal memberikan dampak besar pada tenaga kerja muda yang banyak bekerja di industri teknologi. Tingkat pengangguran di sektor digital meningkat cukup signifikan. Banyak talenta yang kesulitan mencari pekerjaan baru karena perusahaan teknologi kini membatasi rekrutmen.

Fenomena ini menimbulkan efek domino lainnya, seperti meningkatnya freelancer digital dan pekerja remote yang mencari peluang di luar negeri.

2. Konsolidasi Besar-Besaran di Industri Startup

Konsolidasi menjadi strategi utama startup untuk bertahan. Startup kecil banyak yang memilih merger atau diakuisisi oleh perusahaan besar demi mengamankan operasional.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan biaya dan memperkuat model bisnis. Namun, proses konsolidasi sering memicu pengurangan karyawan karena adanya duplikasi posisi.

3. Perubahan Model Bisnis dan Fokus Baru pada Profit

IndustrI startup Indonesia kini memasuki fase baru dari “growth at all cost” menjadi “profit first.” Investor menekan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan nyata, bukan sekadar meningkatkan jumlah pengguna. Perubahan ini memengaruhi struktur organisasi dan strategi ekspansi, termasuk PHK sebagai bagian dari efisiensi.

Penutup

Gelombang PHK startup yang terjadi pada 2025 menunjukkan bahwa industri teknologi Indonesia sedang menghadapi masa transisi besar. Pendanaan yang melambat, regulasi baru, dan persaingan ketat membuat perusahaan harus menyesuaikan diri lebih cepat dari sebelumnya. Meski menyakitkan, efisiensi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat fondasi bisnis yang lebih berkelanjutan.

Ke depan, tantangan terbesar adalah membangun model bisnis yang lebih sehat dan memberikan kepastian kerja bagi talenta digital. Untuk mengikuti berita ekonomi dan teknologi terbaru, baca terus update lengkapnya di Garap Media!.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /