Gaya Hidup Frugal Living: Hemat tapi Tetap Aesthetic
Di era serba cepat seperti sekarang, banyak orang terutama generasi muda mulai sadar bahwa hidup hemat bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Fenomena ini dikenal dengan istilah frugal living. Namun menariknya, tren ini tak lagi identik dengan hidup “kekurangan”. Kini, frugal living berkembang menjadi gaya hidup modern yang hemat tapi tetap aesthetic.
Apa itu Frugal Living?
Secara sederhana, frugal living berarti menjalani kehidupan dengan hemat dan bijak dalam mengelola keuangan tanpa mengorbankan kualitas hidup. Menurut Kompas.com (2023), frugal living bukan tentang pelit atau menahan diri dari semua kesenangan, melainkan tentang membelanjakan uang hanya untuk hal-hal yang benar-benar bernilai.
Artinya, seseorang tetap bisa tampil bergaya, menikmati hidup, dan punya estetika—asal tahu prioritas dan tidak terjebak konsumsi impulsif.
Mengapa Frugal Living Jadi Tren di Kalangan Gen Z?
Beberapa faktor mendorong meningkatnya popularitas frugal living di Indonesia, terutama di kalangan Gen Z dan milenial muda:
- Tekanan ekonomi & kenaikan biaya hidup – Banyak anak muda mulai sadar pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi. Menurut IDN Times (2024), sebagian besar Gen Z di Indonesia mulai menabung dan menunda pembelian konsumtif sejak pandemi.
- Kesadaran lingkungan – Tren eco-conscious living membuat banyak orang berpikir dua kali sebelum membeli barang baru. Hidup sederhana dianggap lebih ramah lingkungan.
- Pengaruh media sosial – Ironisnya, tren “hemat tapi aesthetic” justru berkembang lewat konten TikTok dan Instagram. Banyak influencer membagikan tips menata rumah minimalis, outfit mix and match, atau gaya hidup sederhana yang tetap indah dipandang.
Prinsip Frugal Living yang Tetap Aesthetic
Menjalani hidup hemat bukan berarti kehilangan gaya. Berikut prinsip penting agar frugal living tetap terlihat keren:
1. Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas
Alih-alih membeli banyak barang murah yang cepat rusak, pilih satu barang berkualitas dan timeless. Misalnya, tas kulit lokal buatan tangan yang awet dibanding tas trendi musiman.
2. Belanja dengan Niat
Buat daftar kebutuhan sebelum membeli. Hindari tergoda promo hanya karena diskon besar. Menurut STIE AMKOP Journal (2024), 70% pengeluaran konsumtif terjadi akibat pembelian impulsif yang tidak direncanakan.
3. Secondhand Is the New Cool
Belanja di thrift shop atau marketplace preloved kini jadi tren baru. Selain lebih hemat, kamu turut mengurangi limbah dan mendukung ekonomi sirkular.
4. Dekorasi dan Gaya Minimalis
Gaya minimalis mendukung frugal living secara alami. Ruangan yang rapi, netral, dan multifungsi bukan hanya enak dilihat, tapi juga hemat biaya dekorasi.
5. Prioritaskan Pengalaman, Bukan Barang
Alih-alih nongkrong di kafe mahal, pilih kegiatan seperti piknik di taman, masak bersama teman, atau membuat konten kreatif. Pengalaman seperti ini tetap aesthetic dan bermakna.
Tantangan dalam Menerapkan Frugal Living
Meski terlihat ideal, frugal living juga punya tantangan tersendiri:
Tekanan sosial untuk “ikut tren” bisa memicu rasa FOMO (fear of missing out).
Kesalahpahaman antara hemat dan pelit. Sebagian orang masih menganggap hidup hemat berarti hidup susah.
Konsistensi. Butuh disiplin agar gaya hidup ini bertahan, bukan sekadar tren sesaat.
Solusinya adalah menyeimbangkan antara mindful spending (pengeluaran sadar) dan self-reward yang sehat. Sesekali membeli sesuatu yang kamu suka bukan dosa, asalkan tidak mengganggu finansial utama.
Hidup Hemat Itu Gaya, Bukan Kekurangan!
Frugal living mengajarkan kita untuk menghargai setiap rupiah, tanpa kehilangan nilai estetika dan kebahagiaan. Gaya hidup ini bukan tentang menolak kesenangan, tetapi tentang memilih kesenangan yang lebih bermakna.
Hemat itu bukan berarti miskin , hemat itu berpikir cerdas. Dan di dunia yang penuh distraksi konsumtif ini, mungkin itulah bentuk “kaya” yang sebenarnya.
REFERENSI:
Kompas.com. (2023, 24 Juli). Ramai di Medsos, Apa Arti Frugal Living? Diakses 5 November 2025 dari https://www.kompas.com/tren/read/2023/07/24/123000565/ramai-di-medsos-apa-arti-frugal-living-
IDN Times Jatim. (2024). Rupa-rupa Frugal Living ala Gen Z Indonesia. Diakses 5 November 2025 from https://jatim.idntimes.com
STIE AMKOP Journal. (2024). Penerapan Frugal Living dalam Meningkatkan Literasi Keuangan. Diakses 5 November 2025 from https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/ecotal/article/view/2921
Judikatif Journal. (2024). Visual Aesthetic dan Tren Frugal Living di Media Sosial. Diakses 5 November 2025 from https://judikatif-upiyptk.org
IDN Times Sulsel. (2025, 05 Oktober). Hidup Hemat Tapi Tetap Stylish, Ini 5 Tips Frugal Living untuk Gen Z! Diakses 5 November 2025 from https://sulsel.idntimes.com/life/education/hidup-hemat-tapi-tetap-stylish-5-tips-frugal-living-untuk-gen-z-c1c2-01-2jsqs-9br5fx
