Ganjuran: Tradisi dari Lamongan Perempuan Melamar Laki-laki

Last Updated: 6 November 2025, 18:21

Bagikan:

ganjuran
https://pixabay.com/id/photos/cinta-keterikatan-pasangan-6923079/
Table of Contents

Ganjuran merupakan prosesi lamaran yang merupakan tradisi dari wilayah Lamongan. Lamaran adalah tindakan yang menunjukkan keseriusan pasangan untuk menuju jenjang pernikahan.  Umumnya dilakukan dengan pihak laki-laki datang kepada pihak perempuan untuk mengutarakan keinginan untuk menikah. Namun di Lamongan terdapat tradisi yang berbeda,  dimana lamaran dilakukan oleh perempuan, penasaran bagaimana prosesnya? Scroll artikel ini sampai habis!

Sejarah Tradisi Ganjuran

Tradisi Ganjuran berasal dari kisah leluhur yang hidup di zaman dahulu. Bermula dari Raden Panji Poespokoesomo yang memiliki dua anak laki-laki kembar yang bernama Panji Laras dan Panji Liris. Ketampanannya membuat gadis-gadis menginginkan untuk dipinang.  Termasuk putri kembar dari kerajaan Kediri Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi yang rela datang ke Lamongan untuk menikah dengan pangeran. 

Sayangnya, di tengah perjalanan Kedua putri kembar tersebut menghadapi hambatan menyeberangi sungai. Takut gaunnya basah, maka mereka menaikkan gaun sehingga terlihat bagian betis. Hal tersebut tanpa sengaja dilihat oleh kedua pangeran Lamongan dan mereka merasa geli dengan bulu panjang di kaki kedua putri tersebut. Akhirnya pernikahan pun dibatalkan dan memicu peperangan yang dimenangkan oleh Lamongan. 

Kisah tersebut memberikan dampak adanya kepercayaan larangan masyarakat Lamongan menikah dengan masyarakat Kediri. Kalahnya kerajaan Kediri juga memicu tradisi tetap diberlakukannya tradisi wanita melamar pria. 

Baca Juga: Tradisi Mappalette Bola: Filosofi Gotong Royong Masyarakat Bugis dalam Memindahkan Rumah Panggung

Prosesi Tradisi Ganjuran

1. Pembukaan (Babat Alas)

Pada tahap ini orang tua pihak perempuan atau perwakilan mendatangi pihak lelaki untuk memastikan bahwa belum memiliki pasangan (Babat Alas) dan mengutarakan niat melamar. Jika lamaran disetujui maka perwakilan akan kembali pulang dan menyampaikan lamarannya disetujui. 

2. Proses Ganjuran

Setelah proses persiapan selesai, maka tahap berikutnya adalah pelaksanaan ganjuran. Dimulai dengan menentukan tanggal atau hari baik yang melibatkan dukun manten. Setelah menemukan hari baik maka keluarga perempuan akan menyiapkan seserahan dan bahan masak.

Tiba di hari pelaksanaan keluarga calon pengantin wanita membawa seserahan yang sudah disiapkan dan dilanjutkan dengan prosesi lamaran. Setelahnya, jajanan dan seserahan akan dibagikan ke tetangga sekitar sebagai tanda dilaksanakannya prosesi ganjuran. 

3. Penutup (Golek Dino)

Prosesi terakhir dilaksanakan dengan keluarga pria mendatangi keluarga wanita untuk menentukan hari digelarnya pernikahan (Golek Dino). Berjalannya acara ini dipimpin oleh dukun manten dan diiringi perwakilan dari kedua keluarga. Setelah menemukan tanggal baik untuk melaksanakan prosesi pernikahan, maka acara ditutup dengan doa. Tidak lupa membagikan seserahan kepada tetangga sekitar dan mengumumkan tanggal pernikahan yang telah disepakati. 

Kesimpulan

Tradisi Ganjuran yang telah dilaksanakan secara turun temurun bukan hanya sebagai kepercayaan. Didalamnya terdapat makna yang menggambarkan keberanian wanita dalam mengejar cinta. Tradisi ini juga sebagai simbol penghargaan terhadap pria yang akan menjadi sosok pemimpin dalam keluarga. Meskipun tergerus oleh perkembangan zaman, tradisi ganjuran tetap dilestarikan oleh beberapa masyarakat Lamongan. 

Referensi :

Achmadi, K. (2023, 31 Agustus). Ganjuran “Perempuan Melamar Laki-Laki” dan Adat Pernikahan, Dari Cerita Rakyat Menjadi Tradisi di Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan. Diakses dari https://www.netralnews.com/ganjuran-perempuan-melamar-laki-laki-dan-adat-pernikahan-dari-cerita-rakyat-menjadi-tradisi-di-kecamatan-sugio-kabupaten-lamongan/YkwvOGlreG05V2ZobEJydldaR1VPUT09

Agustinningrum, V. T., & Sukarman. (2024). Tradisi Ganjuran Di Desa Ngambeg Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan (Teori Folklor). Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2(5), 120–138. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i5.927

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /