FOMO Bisa Merusak Keuangan, Ini Alasannya

Last Updated: 19 September 2025, 03:00

Bagikan:

fomo bisa merusak keuangan, ini alasannya
fomo bisa merusak keuangan, ini alasannya
Table of Contents

Fenomena fomo atau fear of missing out semakin marak di era digital, terutama melalui media sosial dan tren investasi. Banyak orang terdorong untuk mengikuti gaya hidup atau peluang finansial tertentu hanya karena takut ketinggalan, tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan pribadi mereka.

Dampak fomo terhadap pengelolaan keuangan tidak bisa diremehkan. Keputusan yang terburu-buru sering mengakibatkan pengeluaran berlebihan, utang yang menumpuk, dan kerugian finansial jangka panjang. Memahami penyebab dan cara mengatasinya sangat penting agar keuangan tetap sehat.


Dampak FOMO terhadap Keuangan

1. Keputusan Impulsif dan Boros

Salah satu dampak utamanya adalah munculnya keputusan impulsif. Ketika seseorang merasa harus segera membeli barang atau ikut investasi karena “semua orang melakukannya,” analisis risiko sering diabaikan. Hasilnya, pengeluaran menjadi tidak terkendali dan berpotensi menimbulkan utang.

2. Investasi Tanpa Strategi Jelas

Fomo sering mendorong orang mengikuti tren investasi sesaat. Membeli aset populer tanpa perhitungan risiko dapat menyebabkan kerugian besar ketika tren tersebut menurun. Penting untuk memiliki strategi investasi yang matang agar keputusan finansial lebih bijak.

3. Tekanan Sosial dan Konsumsi Berlebihan

Media sosial memperkuat fomo dengan menampilkan gaya hidup orang lain. Hal ini mendorong konsumsi berlebihan demi “tetap eksis,” mulai dari gadget terbaru hingga liburan mewah. Tekanan sosial semacam ini dapat mengganggu rencana keuangan jangka panjang.


Cara Mengatasi FOMO Agar Keuangan Tetap Aman

1. Buat Rencana Keuangan

Menetapkan tujuan keuangan yang realistis membuat seseorang lebih mudah menahan diri dari godaan fomo. Rencana yang jelas membantu fokus pada pengeluaran yang memang penting.

2. Evaluasi Kebutuhan Sebelum Membeli

Sebelum membeli barang atau ikut investasi, tanyakan apakah keputusan itu benar-benar dibutuhkan atau hanya karena fomo. Menunda keputusan selama 24 jam bisa membantu menghindari pemborosan impulsif.

3. Kurangi Paparan Media Sosial dan Iklan

Konten media sosial dan iklan online sering menjadi pemicunya. Batasi paparan atau ikuti akun yang edukatif agar pengelolaan keuangan tetap terjaga.


Fomo bisa tampak ringan, tetapi dampaknya terhadap keuangan bisa serius jika tidak dikendalikan. Dengan membuat rencana keuangan, mengevaluasi kebutuhan, dan mengurangi paparan media sosial, Anda bisa tetap aman dari pengeluaran impulsif.

Tetap update dengan tips, berita, dan analisis keuangan terbaru di Garap Media agar keputusan finansial Anda lebih bijak dan terencana. Jangan biarkan fomo mengganggu stabilitas keuangan Anda.


Referensi:

  1. https://www.investopedia.com/terms/f/
  2. https://www.forbes.com/advisor/personal-finance/financial-decisions/

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /