Flamingo Era: Perjalanan Memudar hingga Kembali Berwarna Fenomena Viral yang Bikin Banyak Ibu Tersentuh

Last Updated: 8 December 2025, 03:37

Bagikan:

Flamingo Era, saat para ibu belajar bangkit dan menemukan diri kembali. Sumber gambar: Bebeclub.
Table of Contents

Flamingo Era: Perjalanan Memudar hingga Kembali Berwarna Fenomena Viral yang Bikin Banyak Ibu Tersentuh

Banyak ibu muda Indonesia belakangan ini membicarakan istilah flamingo era, sebuah fenomena viral yang menggambarkan fase ketika perempuan merasa kehilangan warna diri setelah menjadi ibu. Istilah ini bukan sekadar tren, melainkan cerminan perjalanan emosional dan fisik yang dialami banyak perempuan setelah melahirkan. (Pikiran Rakyat Jabar, 2025)

Fenomena ini menjadi relevan karena banyak ibu merasakan hal serupa: kelelahan, perubahan penampilan, hilangnya waktu untuk diri sendiri, hingga rasa kehilangan identitas. Namun flamingo era juga menggambarkan kebangkitan masa ketika para ibu mulai menemukan kembali jati diri dan kepercayaan dirinya. (Kumparan, 2025)

Apa Itu Flamingo Era?

Makna dan Asal Usul Flamingo Era

Istilah flamingo era berasal dari perilaku flamingo betina yang kehilangan warna merah mudanya saat mengasuh anak. Warna itu kembali setelah masa pengasuhan mereda dan kebutuhan tubuhnya terpenuhi. Analogi ini kemudian digunakan untuk menggambarkan ibu yang “memudar” secara fisik maupun emosional karena fokus merawat anak. (Pikiran Rakyat Jabar, 2025)

Pada manusia, proses “memudar” itu tercermin pada kelelahan, perubahan tubuh, rambut rontok, hingga kurangnya waktu untuk memikirkan diri sendiri. Beberapa ibu menyebut masa ini sebagai fase yang berat namun penuh makna. (Kumparan, 2025)

Kenapa Fenomena Ini Viral di Indonesia

Popularitas flamingo era meningkat pesat di media sosial karena banyak ibu merasa sangat relate dengan konsep tersebut. Mereka menemukan bahwa perubahan drastis pasca-melahirkan bukan hal yang memalukan, melainkan bagian alami dari perjalanan menjadi ibu. (Fajar, 2025)

Fenomena ini juga mendorong banyak ruang diskusi dan komunitas daring tempat para ibu saling berbagi pengalaman dan dukungan.

Perjalanan dalam Flamingo Era

Fase Memudar: Ketika Ibu Kehilangan Warna Diri

Pada fase awal menjadi ibu, banyak perempuan menghadapi perubahan signifikan: kurang tidur, beban mental berkepanjangan, perubahan bentuk tubuh, serta rutinitas yang sangat menyita waktu. Hal inilah yang membuat banyak ibu merasa “memudar” atau kehilangan warna dirinya. (Pikiran Rakyat Jabar, 2025)

Beberapa ibu juga merasa kehilangan identitas karena seluruh prioritas berpindah ke anak, sehingga mengabaikan waktu untuk merawat diri. Proses ini sering kali membuat mereka merasa jauh dari diri mereka yang dulu.

Titik Balik: Ketika Warna Kembali

Kabar baiknya, banyak ibu berhasil melewati masa memudar dan mulai memasuki fase kebangkitan, saat mereka mulai menemukan kembali “warna” diri mereka. Pada fase ini, ibu biasanya mulai punya waktu untuk merawat diri, kembali mengejar minat pribadi, serta merasakan peningkatan kepercayaan diri. (Fajar, 2025)

Transformasi ini sering terlihat dalam kisah-kisah viral yang menunjukkan ibu yang mengalami “glow up” setelah masa pengasuhan intensif mereda. (Brilio, 2025)

Manfaat dari Pengakuan Flamingo Era

Dukungan Emosional dan Validasi Pengalaman

Dengan adanya istilah ini, ibu merasa bahwa perjuangan mereka valid dan dialami banyak orang. Memahami bahwa mereka tidak sendirian membantu mengurangi beban mental dan memberikan ruang untuk bercerita. (Pikiran Rakyat Jabar, 2025)

Komunitas daring berperan besar dalam memberikan dukungan, membantu ibu merasa lebih kuat dan tidak terisolasi.

Pentingnya Self-Care bagi Ibu

Fenomena flamingo era juga membuka diskusi tentang pentingnya kesehatan mental dan perawatan diri. Banyak artikel menekankan bahwa ibu tidak harus sempurna dan wajib memberi ruang untuk merawat dirinya sendiri. (Beautynesia, 2025)

Kritik terhadap Istilah Flamingo Era

Meski membawa banyak manfaat, beberapa pihak mengingatkan agar flamingo era tidak dijadikan standar kecantikan baru yang menekan ibu untuk kembali “glowing”. Tidak semua ibu memiliki perjalanan dan kondisi yang sama. (Suara.com, 2025)

Setiap proses pemulihan berbeda-beda, dan tidak ada keharusan bagi ibu untuk memenuhi ekspektasi sosial terkait penampilan ataupun perubahan diri.

Flamingo era menggambarkan perjalanan emosional dan fisik yang dialami banyak ibu dari fase melelahkan hingga masa pemulihan dan bangkit kembali. Istilah ini bukan hanya tren, tetapi cerminan nyata dari pengalaman banyak perempuan yang berjuang dalam peran sebagai ibu.

Untuk membaca lebih banyak cerita inspiratif seputar keluarga, parenting, dan fenomena viral terkini, kunjungi Garap Media. Dukungan informasi yang tepat dapat membantu setiap ibu menjalani perjalanannya dengan lebih tenang dan percaya diri.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /