Fitur Paylater: Solusi Instan atau Masalah Baru?

Last Updated: 8 August 2025, 00:37

Bagikan:

Ketika kemudahan bayar belakangan mulai terasa memberatkan di kemudian hari.
Table of Contents

Fitur Paylater: Solusi Instan atau Masalah Baru?

Di era digital, belanja online makin mudah dan cepat berkat berbagai kemudahan pembayaran, salah satunya adalah fitur paylater. Layanan ini memungkinkan konsumen membeli sekarang dan membayar belakangan—tanpa kartu kredit. Sekilas, fitur ini tampak mempermudah hidup, terutama saat sedang kepepet atau butuh barang mendesak. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul kekhawatiran: apakah fitur paylater justru menjerumuskan pengguna ke dalam siklus utang konsumtif yang mempersulit kehidupan?


Memahami Cara Kerja Fitur Paylater

Apa Itu Paylater?

Paylater adalah metode pembayaran yang memungkinkan pengguna untuk menunda pembayaran atas suatu transaksi, biasanya dalam jangka waktu 30 hari atau mencicil dalam beberapa bulan. Layanan ini ditawarkan oleh platform besar seperti Gojek, Shopee, Tokopedia, hingga Traveloka. Beberapa penyedia fintech seperti Akulaku dan Kredivo bahkan memperluas layanan mereka hingga ke berbagai merchant offline.

Keunggulan yang Ditawarkan

Beberapa manfaat utama paylater antara lain:

  • Kemudahan akses: Tak perlu kartu kredit atau slip gaji.
  • Proses cepat: Hanya butuh verifikasi KTP dan selfie.
  • Tanpa uang muka: Belanja bisa langsung dilakukan.
  • Cicilan fleksibel: Mulai dari 1 hingga 12 bulan, tergantung penyedia.

Kemudahan ini menjadikan paylater populer, terutama di kalangan milenial dan Gen Z.


Dampak Negatif yang Sering Terabaikan

Menyuburkan Gaya Hidup Konsumtif

Dengan kemudahan akses dan proses cepat, banyak orang tergoda untuk membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Rasa “tak terasa keluar uang” menjadi jebakan psikologis yang berbahaya. Akibatnya, pengguna cenderung menumpuk tagihan di banyak platform.

Menurut laporan OJK, peningkatan penggunaan buy now, pay later (BNPL) di Indonesia disertai dengan peningkatan kasus gagal bayar yang signifikan, terutama di kalangan usia produktif (OJK, 2023).

Jeratan Bunga dan Denda Tersembunyi

Meski banyak platform mengklaim bebas bunga, kenyataannya banyak pengguna tidak teliti membaca syarat dan ketentuan. Keterlambatan pembayaran bisa dikenai denda harian yang besar. Bunga cicilan pun bisa mencapai 2,95% per bulan, lebih tinggi dari suku bunga kartu kredit.

Risiko Kredit Skor Buruk

Beberapa layanan paylater sudah terhubung ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Artinya, jika pengguna menunggak pembayaran, maka riwayat kreditnya bisa tercatat buruk dan berdampak pada pengajuan pinjaman di masa depan.


Bijak Menggunakan Paylater

Gunakan untuk Kebutuhan, Bukan Keinginan

Sebaiknya fitur paylater digunakan untuk hal-hal penting seperti kebutuhan darurat, bukan gaya hidup. Bedakan mana yang ‘butuh’ dan mana yang ‘ingin’.

Selalu Cek Kemampuan Bayar

Sebelum mengaktifkan paylater, pastikan kamu sudah memiliki anggaran pembayaran di bulan berikutnya. Idealnya, total cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan.

Baca Ketentuan Secara Menyeluruh

Jangan asal klik “Setuju”. Baca dan pahami dulu bunga, biaya tambahan, dan batas waktu pembayaran agar tidak terjebak denda.


Fitur paylater memang memberikan kemudahan di tengah kebutuhan instan dan gaya hidup serba cepat. Namun, jika tidak digunakan secara bijak, fitur ini justru bisa menjadi bumerang yang memperumit kondisi finansial. Bijaklah dalam bertransaksi, dan jangan biarkan keinginan sesaat merusak masa depanmu.

Ingin tahu lebih banyak seputar gaya hidup digital dan isu finansial lainnya?
Baca berita selengkapnya hanya di Garap Media.

Lampiran Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /