FIFA Sanksi Malaysia atas Naturalisasi Ilegal
FIFA resmi menjatuhkan hukuman kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) usai ditemukan pelanggaran terkait proses naturalisasi tujuh pemain keturunan. Keputusan ini diumumkan pada 26 September 2025 dan menjadi sorotan publik sepak bola Asia Tenggara.
Kasus ini mencuat setelah laporan investigasi mengungkap adanya dugaan manipulasi dokumen yang digunakan untuk mengesahkan status kewarganegaraan pemain. Komite Disiplin FIFA kemudian melakukan penyelidikan mendalam sebelum akhirnya menjatuhkan sanksi berat.
Latar Belakang Kasus
Program Naturalisasi Malaysia
Malaysia sejak awal 2025 gencar menaturalisasi pemain keturunan dari Amerika Selatan dan Eropa untuk memperkuat skuadnya di Kualifikasi Piala Asia. Namun, laporan investigasi menyebut beberapa pemain menggunakan dokumen keturunan yang tidak sah (Bola.com, 2025).
Dugaan Manipulasi Dokumen
FIFA menemukan indikasi pemalsuan data garis keturunan yang melanggar regulasi Pasal 22 Kode Disiplin FIFA. Hal ini membuat status pemain dianggap tidak sah untuk mewakili Malaysia di level internasional (Bola.net, 2025).
Sanksi yang Dijatuhkan (Sanksi Naturalisasi Malaysia)
Hukuman untuk FAM dan Pemain
- FAM didenda 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar).
- Tujuh pemain naturalisasi dilarang bermain selama 1 tahun.
- Masing-masing pemain wajib membayar denda tambahan 2.000 franc Swiss (~Rp41 juta).
Nama 7 Pemain yang Disanksi
Tujuh pemain yang dijatuhi sanksi adalah:
- Gabriel Felipe Arrocha
- Facundo Tomas Garcés
- Rodrigo Julian Holgado
- Imanol Javier Machuca
- Joao Vitor Brandão Figueiredo
- Jon Irazabal Iraurgui
- Hector Alejandro Hevel Serrano
(CNN Indonesia, 2025)
Reaksi dan Dampak
Dampak bagi Malaysia
Sanksi ini berpotensi membuat hasil kemenangan Malaysia atas Vietnam di kualifikasi digugat. Selain itu, mereka harus mencari alternatif pemain untuk laga berikutnya (Bola.com, 2025).
Banding FAM
FAM menyatakan akan mengajukan banding dan menegaskan dokumen pemain telah melalui proses legal di negara asal. Namun, proses banding diperkirakan akan memakan waktu dan belum tentu mengubah hasil keputusan (Liputan6, 2025).
Analisis dan Pelajaran
Regulasi FIFA yang Ketat
Aturan FIFA hanya memperbolehkan garis keturunan sampai kakek atau nenek untuk proses naturalisasi. Klaim pemain berdasarkan keturunan buyut melanggar aturan tersebut (Bola.net, 2025).
Pelajaran bagi Federasi Lain
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi federasi sepak bola lain untuk memastikan proses naturalisasi dilakukan secara transparan dan sesuai aturan.
Kasus sanksi naturalisasi Malaysia menjadi pelajaran penting bagi dunia sepak bola Asia Tenggara. Upaya memperkuat tim nasional tidak boleh mengorbankan integritas dan aturan internasional.
Ikuti terus perkembangan kasus ini dan berita sepak bola lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan pembaruan terbaru seputar regulasi FIFA, kualifikasi turnamen, dan kontroversi di dunia sepak bola.
Referensi
