FIFA Sanksi Malaysia atas Naturalisasi Ilegal

Last Updated: 27 September 2025, 14:59

Bagikan:

FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada Malaysia terkait dugaan manipulasi dokumen pemain. Sumber: VnExpress International
Table of Contents

FIFA Sanksi Malaysia atas Naturalisasi Ilegal

FIFA resmi menjatuhkan hukuman kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) usai ditemukan pelanggaran terkait proses naturalisasi tujuh pemain keturunan. Keputusan ini diumumkan pada 26 September 2025 dan menjadi sorotan publik sepak bola Asia Tenggara.

Kasus ini mencuat setelah laporan investigasi mengungkap adanya dugaan manipulasi dokumen yang digunakan untuk mengesahkan status kewarganegaraan pemain. Komite Disiplin FIFA kemudian melakukan penyelidikan mendalam sebelum akhirnya menjatuhkan sanksi berat.


Latar Belakang Kasus

Program Naturalisasi Malaysia

Malaysia sejak awal 2025 gencar menaturalisasi pemain keturunan dari Amerika Selatan dan Eropa untuk memperkuat skuadnya di Kualifikasi Piala Asia. Namun, laporan investigasi menyebut beberapa pemain menggunakan dokumen keturunan yang tidak sah (Bola.com, 2025).

Dugaan Manipulasi Dokumen

FIFA menemukan indikasi pemalsuan data garis keturunan yang melanggar regulasi Pasal 22 Kode Disiplin FIFA. Hal ini membuat status pemain dianggap tidak sah untuk mewakili Malaysia di level internasional (Bola.net, 2025).


Sanksi yang Dijatuhkan (Sanksi Naturalisasi Malaysia)

Hukuman untuk FAM dan Pemain

  • FAM didenda 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar).
  • Tujuh pemain naturalisasi dilarang bermain selama 1 tahun.
  • Masing-masing pemain wajib membayar denda tambahan 2.000 franc Swiss (~Rp41 juta).

Nama 7 Pemain yang Disanksi

Tujuh pemain yang dijatuhi sanksi adalah:

  1. Gabriel Felipe Arrocha
  2. Facundo Tomas Garcés
  3. Rodrigo Julian Holgado
  4. Imanol Javier Machuca
  5. Joao Vitor Brandão Figueiredo
  6. Jon Irazabal Iraurgui
  7. Hector Alejandro Hevel Serrano
    (CNN Indonesia, 2025)

Reaksi dan Dampak

Dampak bagi Malaysia

Sanksi ini berpotensi membuat hasil kemenangan Malaysia atas Vietnam di kualifikasi digugat. Selain itu, mereka harus mencari alternatif pemain untuk laga berikutnya (Bola.com, 2025).

Banding FAM

FAM menyatakan akan mengajukan banding dan menegaskan dokumen pemain telah melalui proses legal di negara asal. Namun, proses banding diperkirakan akan memakan waktu dan belum tentu mengubah hasil keputusan (Liputan6, 2025).


Analisis dan Pelajaran

Regulasi FIFA yang Ketat

Aturan FIFA hanya memperbolehkan garis keturunan sampai kakek atau nenek untuk proses naturalisasi. Klaim pemain berdasarkan keturunan buyut melanggar aturan tersebut (Bola.net, 2025).

Pelajaran bagi Federasi Lain

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi federasi sepak bola lain untuk memastikan proses naturalisasi dilakukan secara transparan dan sesuai aturan.


Kasus sanksi naturalisasi Malaysia menjadi pelajaran penting bagi dunia sepak bola Asia Tenggara. Upaya memperkuat tim nasional tidak boleh mengorbankan integritas dan aturan internasional.

Ikuti terus perkembangan kasus ini dan berita sepak bola lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan pembaruan terbaru seputar regulasi FIFA, kualifikasi turnamen, dan kontroversi di dunia sepak bola.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /