Festival Regatta Lepa merupakan perayaan budaya bahari masyarakat Bajau di Semporna, Sabah, yang menampilkan parade perahu tradisional lepa berhias sebagai simbol identitas maritim. Kegiatan ini diselenggarakan oleh pemerintah daerah bersama komunitas Bajau untuk melestarikan warisan laut sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata budaya.
Sebagai agenda tahunan, festival ini mencerminkan kebanggaan masyarakat Bajau terhadap perahu tradisional mereka (Sipadan.com, n.d.). Selain itu, perhelatan ini juga menjadi platform penting untuk mempromosikan warisan budaya Bajau di tingkat nasional hingga internasional.
Makna Perahu Lepa dalam Festival Regatta Lepa
Bagi masyarakat Bajau, perahu lepa bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol kehidupan, keahlian maritim, serta status sosial yang diwariskan turun-temurun. Perahu kayu tradisional ini dihiasi dengan ukiran berwarna cerah dan ornamen khas yang mencerminkan identitas budaya pesisir (MySabah.com, n.d.).
Dalam praktiknya, komunitas Bajau Laut menggunakan lepa sebagai sarana mobilitas sekaligus penanda jati diri. Saat festival berlangsung, perahu-perahu tersebut dihias dengan kain tradisional, payung dekoratif, dan ukiran detail yang memperlihatkan kreativitas pemiliknya (Sabahnites.com, 2021).
Parade Perahu Hias dalam Festival Regatta Lepa Semporna
Parade perahu hias menjadi puncak acara yang paling dinantikan oleh pengunjung. Rangkaian ini menampilkan deretan perahu lepa yang berlayar beriringan di perairan Semporna dengan dekorasi warna-warni yang memikat (PulauMabul.com, n.d.).
Selain parade, terdapat pula kompetisi perahu tercantik yang menjadi bagian penting dalam festival (Sipadan.com, n.d.). Penilaian dilakukan berdasarkan kreativitas, keaslian, serta kekompakan tim.
Beberapa unsur utama dalam parade meliputi:
- Perahu dihias dengan ukiran kayu dan kain tradisional berwarna cerah
- Kru mengenakan busana adat Bajau sebagai representasi budaya
- Penilaian dilakukan oleh juri berdasarkan aspek estetika dan keaslian
- Penonton menyaksikan dari daratan maupun dermaga sekitar Semporna
Tarian Igal-Igal dan Pertunjukan Budaya
Selain parade, festival ini juga dimeriahkan oleh tarian igal-igal yang menjadi ekspresi kegembiraan masyarakat Bajau. Tarian tersebut biasanya ditampilkan sebagai pengiring acara utama (PulauMabul.com, n.d.).
Beragam pertunjukan lain turut dihadirkan, seperti musik tradisional dan permainan rakyat, sehingga memperkaya pengalaman pengunjung (Sabahnites.com, 2021). Keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya.
Nilai budaya yang ditampilkan antara lain:
- Pelestarian bahasa dan simbol tradisional dalam setiap prosesi
- Proses pewarisan tarian igal-igal kepada generasi muda
- Pertunjukan musik tradisional oleh musisi lokal
- Dukungan pemerintah dalam dokumentasi dan promosi budaya
Queen of Lepa sebagai Representasi Perempuan Bajau
Dalam rangkaian acara, terdapat pula kompetisi Queen of Lepa yang menampilkan perempuan Bajau dengan busana tradisional lengkap (PulauMabul.com, n.d.). Ajang ini tidak hanya berfokus pada kecantikan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi identitas budaya.
Melalui kompetisi tersebut, nilai keanggunan dan kebanggaan etnis ditampilkan secara kuat. Hal ini sekaligus memperkaya makna festival sebagai perayaan budaya yang komprehensif (Sabahnites.com, 2021).
Dampak Pariwisata bagi Ekonomi Lokal
Keberadaan festival ini memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Semporna. Kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional, meningkat karena ketertarikan terhadap budaya Bajau (PulauMabul.com, n.d.).
Dampaknya juga dirasakan oleh pelaku ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan hingga usaha kecil masyarakat. Bahkan, festival ini telah menjadi bagian penting dalam kalender pariwisata Sabah (Sipadan.com, n.d.).
Kontribusi nyata yang dihasilkan antara lain:
- Meningkatnya okupansi hotel dan penginapan
- Bertambahnya penjualan kerajinan dan suvenir
- Naiknya pendapatan pelaku usaha kuliner
- Penguatan citra Semporna sebagai destinasi budaya maritim
Sebagai penutup, Festival Regatta Lepa menegaskan identitas maritim Suku Bajau melalui perpaduan parade perahu hias, tarian tradisional, dan berbagai kompetisi budaya. Tradisi lepa tetap terjaga sebagai warisan leluhur yang hidup di tengah perkembangan pariwisata modern.
Pembaca dapat menemukan ulasan budaya lainnya di Garap Media untuk memperluas wawasan tentang festival maritim dan tradisi pesisir di Asia Tenggara. Redaksi Garap Media menghadirkan artikel informatif dan terverifikasi guna membantu memahami kekayaan budaya secara lebih mendalam.
Referensi
