Fenomena Langit 3 Maret 2026: Gerhana Bulan Total ‘Bulan Darah’ Terlihat!

Last Updated: 27 February 2026, 15:21

Bagikan:

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Langit malam kembali menyuguhkan drama kosmik saat fenomena bulan merah darah diprediksi muncul pada 7–8 September 2025, momen langka yang sayang dilewatkan para pecinta astronomi. Sumber gambar: STR / Imaginechina
Table of Contents

Fenomena gerhana bulan total akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan menjadi salah satu peristiwa astronomi paling dinantikan tahun ini. Sejumlah media nasional melaporkan bahwa seluruh wilayah Indonesia berpeluang menyaksikan fase gerhana, termasuk momen ketika Bulan berubah warna menjadi merah atau dikenal sebagai blood moon (Kompas.com, 2026).

Peristiwa ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukatif karena memperlihatkan secara langsung bagaimana posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Informasi jadwal dan fase gerhana telah dipublikasikan melalui laporan media nasional serta lembaga astronomi internasional yang dapat diakses publik (Timeanddate.com, 2026).

Jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026

Berdasarkan laporan Kompas.com yang mengutip peneliti astronomi BRIN Thomas Djamaluddin, gerhana bulan total akan berlangsung dalam beberapa fase penting mulai sore hingga malam hari waktu Indonesia dan dapat diamati tanpa alat khusus selama cuaca mendukung (Kompas.com, 2026).

Data astronomi global mencatat fase totalitas berlangsung sekitar ±58 menit dengan tahapan penumbra, parsial, hingga total sebelum kembali ke fase akhir. Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB/UTC+7), jadwal gerhana pada 3 Maret 2026 adalah sebagai berikut: penumbra mulai pukul 15.44 WIB, parsial mulai 16.50 WIB, gerhana total mulai 18.04 WIB, puncak terjadi di pertengahan fase total sekitar 18.30 WIB, gerhana total berakhir 19.02 WIB, dan penumbra berakhir 21.23 WIB. Waktu ini menjadi acuan utama bagi masyarakat di wilayah WIB untuk menyaksikan gerhana bulan total secara optimal (Timeanddate.com, 2026).

Fenomena Blood Moon dan Penjelasan Ilmiahnya

Saat fase totalitas gerhana bulan total terjadi, Bulan tidak benar-benar menghilang. Bulan justru tampak berwarna merah tembaga yang dikenal sebagai blood moon. Warna merah muncul karena cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi dan mengalami pembiasan. Cahaya biru tersebar, sedangkan cahaya merah diteruskan ke permukaan Bulan (NASA, 2026).

Fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah dan tidak berkaitan dengan mitos tertentu. Gerhana bulan total juga aman diamati dengan mata telanjang. Peristiwa ini tidak menghasilkan radiasi berbahaya seperti gerhana matahari (NASA, 2026).

Fenomena ini sepenuhnya dapat dijelaskan secara ilmiah dan tidak berkaitan dengan mitos tertentu. Gerhana bulan total juga aman untuk diamati secara langsung dengan mata telanjang karena tidak menghasilkan radiasi berbahaya seperti gerhana matahari (NASA, 2026).

Proses Terjadinya Gerhana Bulan Total

Secara astronomi, gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus dengan Bumi berada di tengah sehingga bayangan inti atau umbra Bumi menutupi seluruh permukaan Bulan. Kondisi ini hanya dapat terjadi saat fase purnama dan ketika orbit Bulan berada tepat pada simpul yang memungkinkan terjadinya penyelarasan sempurna (NASA, 2026).

Tips Mengamati Gerhana Bulan Total

Bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan gerhana bulan total, pilih lokasi dengan minim polusi cahaya. Langit yang lebih gelap membuat warna merah Bulan terlihat lebih jelas. Area dengan cakrawala terbuka tanpa halangan bangunan atau pepohonan akan meningkatkan peluang pengamatan. Hal ini penting jika posisi Bulan masih cukup rendah saat fase awal terlihat (Timeanddate.com, 2026).

Gunakan tripod dan kamera berlensa telefoto untuk mendapatkan gambar yang lebih tajam. Periksa juga prakiraan cuaca sehari sebelum peristiwa berlangsung. Langit cerah membantu Anda menikmati fase totalitas yang durasinya kurang dari satu jam (Timeanddate.com, 2026).

Gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 menjadi momen langka yang sayang dilewatkan. Durasi totalitasnya cukup panjang dan berpotensi menghadirkan blood moon yang dramatis. Peristiwa ini juga menjadi sarana edukasi untuk memahami pergerakan benda langit secara langsung (Kompas.com, 2026; NASA, 2026).

Ikuti terus perkembangan berita sains dan fenomena alam lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan informasi penting dan pembaruan jadwal pengamatan agar Anda bisa menikmati setiap momen langit yang menakjubkan.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /