Bagi banyak pelari pemula, dunia lari sering kali terlihat sangat menarik. Event besar seperti maraton, fun run, atau race trail sering membanjiri feed media sosial dengan foto garis finish, medali yang keren, dan cerita inspiratif. Tapi, di balik semua itu, ada satu fenomena FOMO di dunia pelari pemula.
Kamu mungkin pernah merasakan hal ini. Saat melihat teman-teman berlari di event tertentu, muncul perasaan ingin ikut meskipun kamu belum benar-benar siap. Apakah fenomena FOMO di dunia pelari pemula ini membantu, atau justru membebani?
Apa Itu FOMO di Dunia Lari?
FOMO di dunia pelari pemula sering muncul ketika kamu merasa tertinggal dari tren lari yang sedang populer. Misalnya, melihat temanmu mengikuti lomba lari 10K atau bahkan maraton penuh, lalu muncul pikiran, “Kalau mereka bisa, kenapa aku enggak?” Tekanan untuk mengikuti event ini bisa muncul bukan karena kamu ingin, tapi karena takut terlihat ketinggalan.
Haruskah Kamu Ikut Tren?
Tentu, mengikuti lomba lari bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Tapi, apakah kamu benar-benar melakukannya untuk diri sendiri? Sebelum memutuskan untuk ikut, coba jawab beberapa pertanyaan ini:
- Apa tujuanmu? Apakah kamu ingin menantang diri sendiri, atau hanya agar terlihat eksis?
- Sudahkah kamu siap? Mengikuti lomba tanpa persiapan cukup dapat meningkatkan risiko cedera.
- Apakah ini sesuai kebutuhanmu? Tidak semua event cocok untuk semua orang. Kamu bisa menikmati lari tanpa harus mengikuti setiap event.
Nikmati Proses, Bukan Tekanannya
Alih-alih mengikuti arus, fokuslah pada perjalananmu sendiri. Nikmati proses berlari dengan langkah-langkah kecil. Mulailah dari latihan yang konsisten, perhatikan kemampuan tubuhmu, dan rayakan pencapaian kecil.
Jangan lupa, media sosial sering kali hanya menampilkan sisi terbaik dari seseorang. Di balik foto garis finish, ada kerja keras yang tidak selalu terlihat. Jadi, jangan merasa terbebani untuk membandingkan diri dengan orang lain.
Fenomena FOMO di dunia pelari pemula memang bisa memotivasi, tapi jangan biarkan itu mengendalikanmu. Jadilah pelari yang berlari karena cinta pada olahraga, bukan karena tekanan tren. Ingat, perjalanan setiap pelari itu unik, termasuk perjalananmu. Jadi, nikmati setiap langkah dan berlarilah dengan tujuan yang kamu tentukan sendiri.
Untuk kamu yang ingin terus update dengan berita menarik lainnya seputar hobi, gaya hidup, dan tips bermanfaat, jangan lupa kunjungi Garap Media. Dapatkan informasi terbaru yang inspiratif dan penuh ide seru hanya di platform kami.
