Fenomena Doomscrolling yang Diam-Diam Merusak Otak

Last Updated: 16 May 2026, 12:31

Bagikan:

Fenomena Doomscrolling yang Diam-Diam Merusak Otak
Table of Contents

Garap Media Di era digital saat ini, banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk scrolling berita atau konten di media sosial, terutama yang bernada negatif. Kebiasaan ini dikenal sebagai doomscrolling, yaitu aktivitas terus-menerus membaca atau melihat konten buruk, mulai dari berita konflik, krisis ekonomi, hingga masalah sosial tanpa henti. Fenomena ini semakin sering terjadi karena algoritma media sosial cenderung menampilkan konten yang memicu emosi kuat agar pengguna tetap bertahan lebih lama di platform. Akibatnya, banyak orang merasa cemas, gelisah, dan lelah secara mental setelah terlalu lama scrolling tanpa tujuan. Meski terlihat sepele, doomscrolling ternyata dapat memengaruhi kesehatan otak dan kondisi emosional seseorang secara perlahan. Banyak generasi muda tidak menyadari bahwa kebiasaan ini bisa berdampak serius terhadap fokus, suasana hati, dan kualitas hidup. Di era informasi yang sangat cepat seperti sekarang, penting untuk memahami bagaimana konsumsi konten digital dapat memengaruhi kesehatan mental manusia.

Doomscrolling Membuat Otak Terjebak Negativitas

Doomscrolling terjadi ketika seseorang terus-menerus mencari dan membaca informasi negatif tanpa mampu berhenti. Otak manusia secara alami lebih mudah terpaku pada informasi yang mengancam atau menimbulkan rasa takut. Inilah alasan mengapa berita buruk atau konten negatif lebih cepat menarik perhatian dibanding informasi positif. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini membuat otak berada dalam kondisi stres berkepanjangan.

Selain itu, paparan informasi negatif yang berlebihan dapat membuat seseorang merasa dunia selalu dalam keadaan buruk. Hal ini dapat memicu kecemasan berlebihan, overthinking, dan rasa tidak aman terhadap lingkungan sekitar. Akibatnya, seseorang menjadi lebih sulit berpikir jernih dan fokus pada hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari. Doomscrolling membuat otak terus berada dalam mode “waspada” tanpa istirahat.

Algoritma Media Sosial Memperparah Doomscrolling

Salah satu alasan doomscrolling semakin sulit dihentikan adalah karena algoritma media sosial dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Platform digital akan terus menampilkan konten yang mirip dengan apa yang sering kita lihat, termasuk berita negatif atau konten yang memicu emosi. Semakin lama seseorang melihat konten tertentu, semakin banyak konten serupa yang muncul di beranda mereka.

Selain itu, sifat konten yang singkat dan terus berganti membuat otak terus mencari stimulus baru tanpa henti. Kondisi ini membuat seseorang sulit berhenti scrolling meskipun sudah merasa lelah secara mental. Banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka sudah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melihat konten yang membuat cemas. Inilah yang membuat doomscrolling menjadi kebiasaan digital yang sulit dikendalikan.

Dampak Doomscrolling terhadap Kesehatan Mental

Doomscrolling dapat memberikan dampak langsung terhadap kesehatan mental seseorang. Terlalu banyak mengonsumsi berita negatif dapat meningkatkan stres, kecemasan, dan perasaan tidak berdaya. Banyak orang merasa lebih cemas setelah membaca berita terus-menerus, meskipun tidak memiliki keterlibatan langsung dengan kejadian tersebut. Hal ini terjadi karena otak terus memproses informasi negatif tanpa jeda.

Selain itu, doomscrolling juga dapat mengganggu kualitas tidur seseorang. Banyak orang terbiasa scrolling sebelum tidur sehingga otak tetap aktif dan sulit beristirahat. Kurangnya tidur dalam jangka panjang dapat memengaruhi suasana hati, energi, dan kemampuan berpikir. Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini bisa berkontribusi pada kelelahan mental atau burnout digital.

Cara Mengurangi Kebiasaan Doomscrolling

Mengurangi doomscrolling tidak harus dilakukan secara ekstrem, tetapi bisa dimulai dari langkah kecil. Salah satunya adalah membatasi waktu penggunaan media sosial setiap hari agar tidak berlebihan. Menentukan jam tertentu untuk tidak membuka berita atau media sosial juga dapat membantu otak beristirahat dari informasi negatif. Dengan begitu, seseorang bisa lebih mengontrol apa yang mereka konsumsi secara digital.

Selain itu, penting untuk menyeimbangkan konsumsi informasi dengan konten yang lebih positif dan edukatif. Mengikuti akun yang memberikan inspirasi, edukasi, atau motivasi dapat membantu menjaga keseimbangan emosi. Aktivitas offline seperti olahraga, membaca buku, atau berbicara dengan orang lain juga dapat mengurangi ketergantungan pada layar. Dengan kebiasaan yang lebih sehat, dampak doomscrolling dapat diminimalkan secara perlahan.

Penutup

Fenomena doomscrolling menunjukkan bagaimana kebiasaan digital dapat memengaruhi kesehatan mental manusia secara tidak disadari. Terlalu sering mengonsumsi berita negatif dapat membuat otak terjebak dalam pola pikir cemas dan penuh tekanan. Algoritma media sosial juga memperkuat kebiasaan ini dengan terus menampilkan konten yang serupa. Akibatnya, banyak orang merasa lelah secara mental tanpa memahami penyebab utamanya.

Di era digital modern, penting untuk lebih bijak dalam mengonsumsi informasi agar kesehatan mental tetap terjaga. Mengatur waktu penggunaan media sosial dan memilih konten yang lebih sehat dapat membantu mengurangi dampak doomscrolling. Dengan kesadaran digital yang lebih baik, seseorang dapat menggunakan teknologi tanpa kehilangan ketenangan pikiran. Karena pada akhirnya, informasi seharusnya membantu, bukan merusak kesehatan mental.

Sumber Referensi

• Psychology Today — https://www.psychologytoday.com/
• Harvard Health — https://www.health.harvard.edu/
• Verywell Mind — https://www.verywellmind.com/
• Healthline — https://www.healthline.com/
• Pew Research Center — https://www.pewresearch.org/

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /