Fakta tentang Kelenjar Tiroid yang Harus Anda Ketahui

Last Updated: 11 December 2025, 21:00

Bagikan:

fakta tentang kelenjar tiroid yang harus anda ketahui
Foto: Canva / Tharakorn arunothai
Table of Contents

Kelenjar Tiroid – Organ kecil berbentuk kupu-kupu di leher yang menghasilkan hormon penting seperti tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Hormon-hormon ini berperan besar dalam mengatur metabolisme tubuh, menjaga energi, serta mendukung fungsi berbagai organ secara optimal.

Gangguan pada organ ini dapat memengaruhi hampir semua aspek kesehatan, mulai dari perubahan berat badan, tingkat energi, hingga kemampuan kognitif. Oleh karena itu, penting memahami fakta-fakta seputar organ ini agar kesehatan tubuh tetap terjaga dengan baik.

Fungsi Kelenjar Tiroid

Kelenjar ini mengontrol metabolisme tubuh dan energi melalui hormon T3 dan T4. Hormon ini juga memengaruhi pertumbuhan, suhu tubuh, dan kesehatan jantung. Ketidakseimbangan hormon tiroid dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti kelelahan, perubahan berat badan, dan masalah kulit (Halodoc, 2025).

Penyakit Kelenjar Tiroid yang Umum

  1. Nodul Tiroid – Nodul tiroid adalah benjolan padat atau berisi cairan yang terbentuk dalam kelenjar. Benjolan ini bisa jinak atau kista, dan sering tidak menimbulkan gejala, baru terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan rutin.
  2. Penyakit Gondok – Gondok menyebabkan pembengkakan kelenjar yang terlihat di leher. Benjolan dapat menekan tenggorokan dan menyebabkan batuk, perubahan suara, atau kesulitan menelan. Kekurangan yodium merupakan penyebab umum penyakit ini.
  3. Hipotiroidisme – Hipotiroidisme terjadi ketika hormon tiroksin terlalu sedikit. Gejalanya meliputi kelelahan, penambahan berat badan tanpa sebab, kulit kering, konstipasi, dan sensitif terhadap dingin. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita lansia dan bayi baru lahir (Halodoc, 2025).

Penyebab Gangguan Kelenjar Tiroid

  • Penyakit autoimun seperti Hashimoto atau Graves.
  • Terapi radiasi atau operasi tiroid.
  • Infeksi virus atau bakteri pada kelenjar.
  • Ketidakseimbangan hormon akibat gangguan hipofisis atau hipotalamus (Halodoc, 2025).

Diagnosis Kelenjar Tiroid

  1. Anamnesa – Menanyakan gejala, riwayat keluarga, dan obat-obatan yang dikonsumsi.
  2. Pemeriksaan Fisik – Meraba leher untuk menilai pembesaran atau benjolan.
  3. Pemeriksaan Penunjang – Tes darah hormon tiroid (TSH, T4, T3), USG tiroid untuk menilai ukuran dan struktur nodul, Skan tiroid untuk menilai fungsi kelenjar, dan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) untuk menentukan apakah nodul jinak atau kanker (Halodoc, 2025).

Siapa yang Rentan Terkena Gangguan Tiroid?

  • Memiliki riwayat keluarga penyakit tiroid.
  • Berusia di atas 60 tahun.
  • Memiliki penyakit autoimun.
  • Pernah operasi tiroid atau terapi radiasi.
  • Terpapar yodium radioaktif atau obat anti-tiroid (Halodoc, 2025).

Cara Menjaga Kesehatan Kelenjar Tiroid

  • Konsumsi cukup iodium melalui garam beryodium, ikan laut, atau rumput laut.
  • Hindari paparan radiasi berlebihan, terutama pada anak-anak.
  • Periksakan diri ke dokter jika memiliki gejala atau riwayat keluarga gangguan tiroid (Halodoc, 2025).

Penutup

Mengetahui fakta tentang kelenjar tiroid membantu Anda mengenali gejala, memahami penyebab, dan mencegah gangguan sejak dini. Pemeriksaan rutin dan konsultasi dokter spesialis sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan optimal.

Untuk informasi kesehatan dan berita menarik lainnya, jangan lewatkan artikel terbaru di Garap Media. Tetap perbarui wawasan Anda agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /