Fakta Mengejutkan Golden Blood: Golongan Darah Paling Langka di Dunia
Golongan darah yang disebut golden blood merujuk pada fenotipe Rh‑null — kondisi ketika sel darah merah benar‑benar tidak memiliki antigen dalam sistem Rhesus. Kondisi ini sangat langka dan menimbulkan tantangan besar dalam manajemen transfusi bagi pemiliknya (Cleveland Clinic, 2025).
Selain kelangkaan yang ekstrem, golden blood juga memiliki nilai klinis unik karena potensinya sebagai donor yang cocok untuk pasien dengan antigen Rh langka. Namun pemiliknya hanya dapat menerima darah dari donor Rh‑null lain, sehingga ketersediaan menjadi masalah kritis (Our Blood Institute, 2025).
Apa Itu Golden Blood?
Definisi Singkat
Golden blood atau Rh‑null adalah golongan darah yang tidak memiliki satupun antigen pada sistem Rh — termasuk antigen D dan lebih dari 50 antigen lainnya — sehingga sering disebut “darah emas” karena nilainya yang sangat tinggi dalam kasus langka. (MedicineNet, 2024)
Seberapa langka?
Diperkirakan kurang dari 50 orang di dunia yang tercatat memiliki fenotipe ini; angka lain menyebut sekitar 1 dari 6 juta atau beberapa lusin kasus tercatat secara global, bergantung pada laporan yang tersedia (Our Blood Institute, 2025; Cleveland Clinic, 2025).
Mengapa Golden Blood Penting Dalam Transfusi
Peran Klinis dan Keterbatasan
Karena ketiadaan antigen Rh, darah Rh‑null dapat menjadi satu‑satunya pilihan aman untuk pasien dengan antibodi terhadap banyak antigen Rh langka. Namun karena pemilik Rh‑null hanya bisa menerima darah dari Rh‑null, penggunaan kantong darah ini tetap rumit dan butuh koordinasi internasional. (Cleveland Clinic, 2025)
Risiko Bagi Pemilik
Selain tantangan logistik, beberapa pemilik dilaporkan mengalami sel darah merah yang lebih rentan terhadap hemolisis, sehingga memerlukan pemantauan hematologi yang teliti (MedicineNet, 2024).
Genetika dan Penemuan Sejarah
Mutasi pada gen‑gen yang terkait sistem Rh (mis. RHAG, RHD, RHCE) sering dikaitkan dengan munculnya fenotipe Rh‑null. Penemuan pertama golongan ini tercatat pada awal 1960‑an dan sejak itu kasus ditemukan secara sporadis di berbagai wilayah. (MedicineNet, 2024)
Riset dan Inovasi: Solusi Masa Depan
Para peneliti kini mengeksplorasi pendekatan seperti pembuatan sel darah merah di laboratorium melalui kultur sel punca dan teknik gene editing untuk mengatasi kelangkaan donor Rh‑null. Upaya ini masih dalam tahap penelitian dan uji klinis awal, tetapi memberi harapan untuk pasien dengan kebutuhan transfusi sangat spesifik (NY Post, 2025).
Dampak di Indonesia dan Rekomendasi
Hingga kini belum banyak laporan publik tentang pemilik golden blood di Indonesia, tetapi peningkatan kesadaran donor darah dan sistem registrasi donor langka akan membantu kesiapan menghadapi kasus‑kasus sulit transfusi. Rumah sakit dan bank darah sebaiknya memperkuat jaringan internasional untuk pertukaran informasi dan bantuan saat diperlukan (DetikHealth, 2025).
Golden blood adalah contoh bagaimana variabilitas genetik dapat menciptakan tantangan sekaligus kesempatan dalam praktik medis. Kelangkaannya membuat jenis darah ini bernilai tinggi dalam konteks transfusi, namun juga menuntut sistem kesehatan yang lebih terkoordinasi.
Terus kunjungi Garap Media untuk pembahasan mendalam seputar kesehatan dan inovasi medis. Temukan juga artikel lain yang membahas kelangkaan golongan darah dan donor langka.
Referensi
