Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan pengedar narkoba DWP Bali yang diduga akan mengedarkan narkotika saat gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025. Operasi ini dilakukan sebelum acara berlangsung sebagai langkah pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba di event musik berskala internasional (detikNews, 2025).
Sebanyak 17 tersangka berhasil diamankan dari beberapa lokasi di Bali. Mereka diduga merupakan bagian dari jaringan terorganisir yang menargetkan pengunjung DWP sebagai sasaran peredaran narkotika (IDN Times, 2025).
Pengungkapan Jaringan Pengedar Narkoba DWP Bali
Operasi Bareskrim Polri Jelang DWP 2025
Bareskrim Polri melakukan penyelidikan intensif setelah menerima informasi mengenai rencana peredaran narkoba jelang pelaksanaan DWP Bali 2025. Event ini dinilai rawan disusupi jaringan narkotika karena menghadirkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah dan negara (detikNews, 2025).
Hasil penyelidikan mengungkap adanya enam jaringan berbeda yang bersiap mengedarkan narkoba selama acara. Aparat kemudian bergerak cepat melakukan penindakan agar peredaran barang haram tersebut tidak sempat menjangkau masyarakat luas (Antara News, 2025).
Penangkapan 17 Tersangka
Berikut ini daftar tersangka:
- Gusliadi
- Ardi Alfayat
- Donna Fabiola
- Emir Aulija
- Mifrat Salim Baraba
- Msulim Gerhanto Bunsu
- Andrie Juned Rizky
- Nathalie Putri Octavianus
- Abed Nego Ginting
- Gada Purba
- Stephen Aldi Wattimena
- Sally Augusta Porajouw
- Ali Sergio
- Tresilya Piga
- Ni Ketut Ari Krismayanti
- Ricky Chandra
- Marco Alejandro Cueva Arce (WNA)
Modus Operandi dan Barang Bukti
Modus Tempel dan COD
Polisi mengungkap bahwa para pelaku menggunakan modus tempel dan transaksi cash on delivery (COD) untuk menghindari pengawasan aparat. Dalam modus ini, narkotika diletakkan di lokasi tertentu untuk kemudian diambil oleh pembeli tanpa pertemuan langsung (mureks.co.id, 2025).
Modus tersebut dinilai efektif bagi jaringan narkoba karena meminimalkan risiko tertangkap tangan dan kerap digunakan di kawasan wisata maupun acara besar seperti DWP Bali (mureks.co.id, 2025).
Jenis Barang Bukti
Dalam operasi ini, polisi menyita berbagai jenis narkotika dalam jumlah besar yang rencananya akan diedarkan selama kegiatan DWP Bali. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain:
- ±31.009,53 gram sabu
- ±956,5 butir ekstasi
- ±23,59 gram ekstasi serbuk
- ±135 gram Happy Water
- ±1.077,72 gram ketamin
- ±33,12 gram kokain
- ±21,09 gram MDMA
- ±36,92 gram ganja
- ±3,5 butir Happy Five.
Nilai total narkotika yang disita diperkirakan mencapai miliaran rupiah, menggambarkan skala besar rencana peredaran tersebut. (detikNews, 2025).
Dampak Penindakan bagi Keamanan Publik
Perlindungan Pengunjung DWP Bali
Keberhasilan membongkar jaringan pengedar narkoba DWP Bali menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung DWP Bali 2025. Aparat menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap event besar (detikNews, 2025).
Langkah tegas ini juga dinilai mampu menjaga citra Indonesia sebagai tuan rumah acara internasional yang aman dan bebas dari peredaran narkotika.
Komitmen Polri Berantas Narkoba
Polri menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap jaringan narkoba, khususnya di wilayah wisata dan saat berlangsungnya kegiatan berskala nasional maupun internasional (Antara News, 2025).
Pengungkapan jaringan pengedar narkoba DWP Bali menjadi bukti keseriusan aparat dalam memberantas narkotika di Indonesia. Keberhasilan ini mencegah potensi penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat serta menyelamatkan banyak generasi muda dari bahaya narkotika.
Ikuti terus berita kriminal dan nasional lainnya di Garap Media untuk mendapatkan informasi aktual, terpercaya, dan mendalam seputar keamanan dan penegakan hukum di Indonesia.
Referensi
