Fakta Menarik tentang Masjid Fatih Istanbul yang Wajib Diketahui

Last Updated: 2 November 2025, 21:00

Bagikan:

fakta menarik tentang masjid fatih istanbul yang wajib diketahui
Foto: Canva / TÜRK ADAMI
Table of Contents

Masjid Fatih Istanbul – Salah satu peninggalan Kesultanan Utsmaniyah yang memiliki nilai sejarah tinggi. Terletak di distrik Fatih, Istanbul, masjid ini awalnya dibangun di atas situs Gereja Para Rasul Suci. Kini, masjid ini menjadi salah satu ikon wisata budaya dan religi yang penting di Turki.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Fatih juga memiliki sejarah panjang yang terkait dengan penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Mehmed II pada tahun 1453. Keunikan arsitektur dan makna historisnya menjadikan Masjid Fatih wajib dikunjungi oleh para wisatawan dan pecinta sejarah. Tempat ini menyuguhkan kombinasi antara nilai religius dan estetika arsitektur klasik Ottoman.


1. Dibangun di Situs Bekas Gereja

Masjid Fatih dibangun di atas situs Gereja Para Rasul Suci yang rusak akibat gempa dan Perang Salib Keempat. Gereja Bizantium ini pernah menjadi tempat pemakaman seluruh kaisar Bizantium, termasuk Konstantinus, hingga tahun 1028 M. Sebelum pembangunan masjid, sarkofagus ditempatkan di tengah-tengah dua belas sarkofagus lainnya yang mewakili Dua Belas Rasul, di tempat simbolis Kristus.

Sebagian besar bahan bangunan masjid berasal dari gereja yang dibongkar, termasuk beberapa tiang di halaman. Hal ini menunjukkan adanya kesinambungan material dan sejarah dari era Bizantium ke era Ottoman. Penggunaan kembali bahan bangunan ini juga mencerminkan strategi pembangunan yang efisien sekaligus menghormati situs lama (Liputan6, 2024).


2. Dulunya Satu Kompleks dengan Madrasah

Kompleks Masjid Fatih bukan hanya sekadar tempat ibadah. Masjid asli meliputi madrasah, perpustakaan, rumah sakit, penginapan untuk pelancong, dan dapur umum yang menyediakan makanan bagi orang miskin. Bagian luar masjid cukup luas untuk menampung tenda kafilah, sedangkan halaman dalam dianggap sebagai salah satu halaman terindah di kota.

Madrasah yang termasuk dalam kompleks ini menampung universitas Ottoman pertama, sehingga masjid berperan tidak hanya dalam kehidupan religius tetapi juga pendidikan. Kompleks ini menegaskan peran masjid sebagai pusat sosial, budaya, dan intelektual di Istanbul pada masa lalu (Liputan6, 2024).


3. Arsitek Masjid Fatih Istanbul

Masjid ini merupakan proyek monumental pertama dalam tradisi arsitektur Kekaisaran Ottoman dan dibangun oleh arsitek Yunani, Atik Sinan, sekitar sepuluh tahun setelah Penaklukan Istanbul. Informasi tentang masjid asli terbatas pada catatan musafir dan penulis sejarah. Saat direkonstruksi oleh kepala arsitek Mehmed Tahir, desain baru mempertahankan gaya bersejarah, namun sebagian besar bentuk aslinya diubah.

Rekonstruksi ini menyesuaikan masjid dengan gaya klasik Ottoman, berbeda dari gaya rococo yang terlihat di masjid kontemporer lainnya seperti Nuruosmaniye. Masjid baru sedikit lebih lebar dibandingkan masjid lama dan memiliki satu pintu utama serta dua pintu samping. Hal ini menunjukkan adaptasi arsitektur yang tetap menghormati struktur lama sambil memperluas fungsi kompleks (Liputan6, 2024).


4. Asal-usul Nama Masjid Fatih Istanbul

Nama “Masjid Fatih” berarti “Masjid Sang Penakluk”. Nama ini diambil dari Sultan Mehmed II, yang dikenal sebagai Fatih Sultan Mehmed setelah menaklukkan Konstantinopel pada 1453. Masjid ini menjadi masjid pertama yang dibangun khusus di Istanbul.

Pemberian nama ini bukan hanya untuk menghormati Sultan, tetapi juga menegaskan peran masjid sebagai simbol kemenangan Ottoman. Nama ini mengingatkan pengunjung tentang sejarah penaklukan dan transformasi Istanbul dari era Bizantium ke era Ottoman (Liputan6, 2024).


5. Makam Sultan dan Lingkungan Masjid

Makam Sultan Mehmet II dan salah satu istrinya, Gulbahar, terletak di sisi timur masjid. Sebuah jalan dibangun di sudut timur bersebelahan dengan pondok marmer kerajaan agar sultan dapat masuk dengan kudanya. Dinding samping masjid menampung teras terlindung dan deretan keran untuk berwudhu.

Masjid sempat dipugar setelah gempa pada 18 Agustus 1999 untuk memperbaiki kerusakan struktural. Di sekitarnya terdapat pasar kaget terbesar di Istanbul yang berlangsung setiap Rabu. Pedagang menjual berbagai barang mulai dari makanan hingga pakaian dan kebutuhan rumah tangga, menambah kehidupan sosial di sekitar masjid (Liputan6, 2024).


6. Interior Masjid Fatih Istanbul Mirip Hagia Sophia

Masjid Fatih saat ini memiliki kubah pusat setinggi 26 meter yang didukung empat semi-kubah dan empat kolom marmer besar. Dua menara ramping terlihat di sisi masjid, menciptakan siluet yang menonjol di langit Istanbul. Interior masjid meniru Masjid Hagia Sophia, menampilkan kaligrafi dan mimbar dengan pengaruh Barok.

Ubin interior masjid tidak semegah Masjid Rüstem Pasha, tetapi pintu masuk ruang sholat menampilkan kubah yang ditinggikan dengan voussoir hijau-putih di teluk tengah serambi. Lukisan dekoratif dan kaligrafi menunjukkan pengaruh arsitektur Ottoman abad ke-18, menciptakan suasana yang tenang dan elegan bagi para pengunjung (Liputan6, 2024).


Penutup

Masjid Fatih Istanbul adalah simbol sejarah, seni, dan budaya Ottoman yang kaya. Setiap pengunjung dapat merasakan kombinasi nilai historis dan keindahan arsitektur dalam satu kompleks yang sarat makna. Tempat ini menjadi tujuan wisata wajib bagi pecinta sejarah, arsitektur, dan budaya.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya di Garap Media yang membahas destinasi wisata, sejarah, budaya, dan informasi terkini di seluruh dunia. Mengunjungi situs bersejarah seperti Masjid Fatih Istanbul akan memperluas wawasan serta pengalaman budaya Anda.


Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /