Setelah Penantian Panjang, Fajar/Fikri Sabet Gelar China Open!
Pasangan dadakan Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, sukses menggebrak Changzhou dengan menjuarai China Open 2025. Meski baru dipasangkan khusus untuk dua turnamen (Japan Open dan China Open), hasilnya luar biasa Fajar dan Fikri juara China Open : mereka mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun, dan menjadi juara gedung Super 1000 pertama Indonesia di 2025.
Awal Duet dan Prestasi Sejarah
Duet Fajar–Fikri terbentuk secara mendadak. Fajar tampil tanpa Rian Ardianto karena urusan pribadi. Sementara itu, Fikri kehilangan Daniel Marthin yang sedang cedera. Meski hanya dipasangkan untuk dua turnamen, performa mereka langsung mengesankan.
Di China Open, mereka mengalahkan ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi-Yik. Kemenangan itu diraih secara langsung dalam dua gim, dengan skor 21‑15 dan 21‑14. Hebatnya, pertandingan tersebut hanya berlangsung 34 menit. Ini menjadi awal dari kejutan besar yang mereka hadirkan.
Babak ke Babak: Dominasi Tanpa Hambatan
Sejak awal turnamen, Fajar/Fikri tampil sangat dominan. Mereka tidak kehilangan satu gim pun dalam perjalanan menuju final. Bahkan, saat menghadapi unggulan, mereka tetap bermain konsisten.
Pada laga final, mereka kembali menghadapi Chia/Soh. Kali ini, permainan mereka makin tajam. Salah satu momen kunci adalah delapan poin beruntun di awal gim pertama. Ritme cepat dan kerja sama solid membuat lawan tidak berkutik. Tanpa ragu, mereka mengamankan kemenangan dan merebut gelar.
Dampak Kemenangan & Ranking Terkini
Kemenangan ini menjadi trofi Super 1000 pertama Indonesia pada 2025. Posisi ranking BWF mereka naik secara drastis—meningkat hingga 134 tingkat, kini berada di peringkat 76 dunia. Bagi Fikri, ini adalah gelar besar pertamanya setelah 3,5 tahun tanpa juara sejak All England 2022.
Reaksi dari Fikri & Harapan PBSI
Dalam pernyataan setelah turnamen, Fikri menyebut kemenangan ini sebagai momen “pecah telur” setelah perjalanan panjang tanpa gelar dan menyampaikan rasa syukur atas dukungan pelatih dan tim. Ia juga menyebut bahwa karena status mereka sebagai pasangan dadakan, ekspektasi publik rendah—dan justru itu yang membebaskan mereka bermain tanpa beban.
PBSI kini mempertimbangkan potensi duet ini tetap tampil bersama di turnamen-turnamen mendatang, sakaligus memberi pelajaran penting soal fleksibilitas pasangan pemain pada agenda masa depan.
Kemenangan Fajar dan Fikri di China Open 2025 bukan sekadar gelar biasa. Ini adalah bukti bahwa chemistry bisa terbentuk cepat jika dibangun dengan semangat juang dan kepercayaan. Fajar Fikri juara China Open adalah kisah kejutan yang menginspirasi, sekaligus penegas bahwa Indonesia masih punya amunisi kuat di sektor ganda putra.
Ayo terus ikuti cerita perjuangan dan kabar inspiratif seperti ini hanya di Garap Media — membaca berita jadi lebih seru di Garap Media!
Referensi
