Kecelakaan antara Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta dan truk trailer terjadi di perlintasan sebidang Poris, Kota Tangerang. Insiden ini langsung memicu proses evakuasi besar-besaran serta rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Evakuasi Kereta Bandara menjadi sorotan karena benturan menyebabkan truk terseret jauh dari titik awal tabrakan dan rangkaian kereta mengalami kerusakan. Beruntung, seluruh penumpang dilaporkan selamat meski operasional perjalanan sempat terganggu.
Kronologi Evakuasi Kereta Bandara di Poris
Kereta Bandara 805–806A dilaporkan menabrak truk yang masih berada di atas rel di kawasan Poris. Aparat kepolisian segera melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang timbul akibat insiden tersebut (ANTARA News, 2026).
Truk trailer belum sepenuhnya meninggalkan perlintasan ketika kereta melintas sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Akibat benturan keras itu, truk disebut terseret hingga sekitar 100 meter dari titik awal kejadian (detikNews, 2026a).
Kondisi rangkaian kereta setelah insiden menunjukkan kerusakan pada bagian bodi dan kaca gerbong akibat benturan dengan badan truk. Dokumentasi visual memperlihatkan dampak signifikan pada sisi kereta yang tertemper (detikNews, 2026b).
Petugas gabungan dari PT KAI dan aparat kepolisian segera mengevakuasi penumpang dari dalam rangkaian. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak kereta (iNews.id, 2026). Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara pengemudi truk juga dilaporkan selamat meski kendaraan mengalami kerusakan berat (ANTARA News, 2026; iNews.id, 2026).
Dampak Evakuasi Kereta Bandara terhadap Operasional
Akibat insiden tersebut, sejumlah perjalanan KA Bandara mengalami keterlambatan. Jalur rel sempat tidak dapat dilalui hingga proses pemindahan truk dan pemeriksaan teknis terhadap rangkaian kereta selesai dilakukan.
Evakuasi Kereta Bandara menjadi prioritas utama guna memastikan keamanan perjalanan berikutnya. Setelah proses penanganan selesai, jalur dibuka secara bertahap dan operasional kembali berjalan normal dengan pengawasan ketat.
Rekayasa lalu lintas di sekitar Poris diterapkan untuk menghindari kemacetan panjang. Arus kendaraan dialihkan sementara waktu selama proses evakuasi dan pembersihan area rel berlangsung (ANTARA News, 2026).
Evaluasi Keselamatan Perlintasan
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang. Berdasarkan kronologi yang diberitakan, kendaraan besar yang belum sepenuhnya keluar dari rel menjadi faktor utama penyebab tabrakan (detikNews, 2026).
Evakuasi Kereta Bandara yang berlangsung cepat menunjukkan kesiapsiagaan petugas di lapangan. Namun demikian, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan perlintasan serta kepatuhan pengguna jalan tetap menjadi perhatian penting agar kejadian serupa tidak terulang.
Koordinasi antara operator kereta, kepolisian, dan pemerintah daerah dinilai krusial dalam meningkatkan keselamatan transportasi publik, khususnya di titik-titik rawan perlintasan.
Insiden di Poris menjadi pengingat bahwa keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya bergantung pada operator, tetapi juga pada kepatuhan pengguna jalan di perlintasan rel. Evakuasi Kereta Bandara yang berlangsung dramatis berakhir tanpa korban jiwa, namun tetap memberikan dampak signifikan terhadap layanan.
Untuk mengetahui perkembangan terbaru seputar transportasi, infrastruktur, dan peristiwa nasional lainnya, pembaca dapat terus mengikuti berita terkini di Garap Media dan membaca laporan mendalam lainnya yang kami sajikan setiap hari.
Referensi
