Penemuan Etanol dalam Bahan Bakar–Penemuan etanol dalam bahan bakar di SPBU swasta baru-baru ini menimbulkan polemik publik di Indonesia. Isu ini jelas menimbulkan kekhawatiran akan kualitas bahan bakar yang beredar serta dampaknya bagi mesin kendaraan dan kepercayaan konsumen. Sudah sesuai standarkah dan sejauh mana pengawasan pemerintah berjalan?
Apa Itu Etanol dalam Bahan Bakar?
Menurut Razi et al.,(2019) dalam penelitiannya menyampaikan bahwa (C2H5OH) atau etanol merupakan bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar motor bakar. Etanol dapat dijadikan bahan bakar terbarukan, biasanya dicampur dengan bensin dan dikenal sebagai bioetanol.
Di banyak negara, bioetanol sudah digunakan dalam kadar tertentu – seperti E10 (10% etanol) atau E85(85% etanol) – dengan pengawasan yang ketat. Namun, kasus di SPBU swasta justru menimbulkan kekhawatiran karena kandungan etanolnya ditemukan tanpa kejelasan asal maupun standarisasi.
Baca juga Bahan Bakar Terbarukan dari Etanol – Solusi Energi Hijau – Garap Media
Kronologi dan Fakta Temuan Etanol di SPBU Swasta
Baru-baru ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) klarifikasi terkait isu kualitas bahan bakar minyak (BBM). Pertamina Patra Niaga menanggapi temuan etanol dalam base atau Bahan Bakar Minyak (BBM) murni yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan BBM SPBU swasta.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun memberi merespons, penggunaan etanol dalam produk BBM dalam konteks global merupakan praktik yang telah dilakukan secara internasional. Ini bertujuan untuk mendorong energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus pengurangan emisi karbon.
Dampak Penemuan Etanol terhadap Industri Bahan Bakar
Dengan adanya temuan ini (etanol) masyarakat yang tadinya membeli bahan bakar dari Pertamina menjadi ragu akan kualitas dari bahan bakar. Selain itu, Badan Usaha (BU) swasta baik Shell, APR (join venture BP-AKR) dan Vivo penyalur BBM juga membatalkan pembelian base fuel. Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa layanan BBM tetap berjalan normal tanpa adanya kendala di seluruh wilayah Indonesia.
Kesimpulan
Penemuan etanol dalam bahan bakar SPBU swasta membawa pelajaran penting bagi industri energi di Indonesia. Bioetanol memang punya potensi besar untuk mendukung energi hijau, tapi tanpa pengawasan dan regulasi yang jelas, inovasi ini bisa menimbulkan dampak sebaliknya.
Kunci utamanya ada pada transparansi, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor agar bioetanol benar-benar menjadi solusi energi masa depan, bukan sekadar sumber polemik.
Referensi
Jurnal Rekayasa Mesin. (2019). Pengaruh derajat pengapian terhadap kinerja motor bakar 6 langkah berbahan bakar etanol. Retrieved from https://www.academia.edu/download/88274016/607-Article_Text-2051-1-10-20200104.pdf
