Erick Thohir Bantah Jadi Dalang Sanksi FIFA ke Malaysia

Last Updated: 21 February 2026, 13:16

Bagikan:

erick thohir
Foto: Liputan6
Table of Contents

Erick Thohir dengan tegas membantah tudingan yang mengaitkan dirinya sebagai pihak yang membuat laporan ke FIFA hingga Harimau Malaya menerima sanksi terkait penggunaan pemain naturalisasi ilegal. Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan menimbulkan kesalahpahaman di publik.

Klaim ini mencuat setelah media Malaysia MYNewsHub memuat artikel berjudul ‘Erick Thohir Dalang Utama Yang Membuat Aduan kepada FIFA’, yang menyoroti sanksi berat FIFA terhadap Malaysia akibat tujuh pemain naturalisasi yang dianggap melanggar aturan. Menurut Erick, pemberitaan ini tidak mencerminkan fakta sebenarnya.

Erick Thohir Tepis Tuduhan

Tuduhan ini disangkalnya, yang menilai tidak masuk akal dirinya merecoki sesama negara Asia Tenggara, apalagi karena ia justru senang melihat negara-negara di kawasan ini berprestasi di kancah dunia.

“Tentu saja tidak benar,” kata Erick Thohir di Kantor Kemenpora RI, Jakarta.

“Saya rasa buat apa kita mengintervensi kemajuan negara lain, sedangkan kita saling membutuhkan. Kita bersaing antar-negara Asia Tenggara ataupun tingkatan kita ke negara-negara Asia. Jadi mohon maaf saya kelasnya enggak di situ,” tegasnya.

Erick Thohir Dukung Tim Asia Tenggara Berbenah

Ia menambahkan bahwa dirinya justru senang dan mendukung negara-negara Asia Tenggara meningkatkan kualitas sepak bolanya agar bisa naik kelas.

“Justru kita mendorong bagaimana persaingan itu terus ditingkatkan di negara-negara yang tentu di Asia Tenggara dan Asia,” kata Erick.

“Makanya kita sembari meningkatkan kualitas kita, karena kalau sepak bola kita tidak meningkat, ya tentu kita akan terus kalah dari Eropa dan Amerika Latin,” sambung eks Menteri BUMN itu.

Kasus Naturalisasi Malaysia

Seperti diketahui Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sedang tersangkut skandal besar terkait penggunaan tujuh pemain naturalisasi yang diduga menggunakan dokumen palsu untuk membuktikan keturunan, memicu sanksi denda sekitar 350 ribu hingga 438 ribu franc Swiss, atau setara Rp6,3-7,3 miliar, dari FIFA dan larangan bermain 12 bulan bagi para pemain. Kasus ini membuat FAM mengajukan banding ke CAS.

Kasus naturalisasi itu terjadi setelah FAM melakukan naturalisasi terhadap tujuh pemain. Mereka adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Belakangan mereka diketahui tidak memiliki garis keturunan Malaysia. Dokumen kewarganegaraan mereka pun diketahui telah dipalsukan.

Penutup

Erick Thohir menegaskan bahwa tudingan miring tersebut tidak benar dan Indonesia tetap menghormati kedaulatan federasi sepak bola negara lain. Persaingan antarnegara di Asia Tenggara seharusnya dibangun atas sportivitas dan peningkatan kualitas, bukan sengketa administrasi.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar sepak bola nasional, sepak bola internasional, Liga Indonesia, SEA Games, naturalisasi pemain, FIFA, PSSI, timnas Indonesia, dan olahraga Asia Tenggara hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /