Emisi Karbon Pesawat Kini Wajib Bayar!

Last Updated: 21 July 2025, 15:54

Bagikan:

Jejak hitam di langit biru itu kini tak lagi gratis—dunia mulai menghitung harganya.
Table of Contents

Dunia Penerbangan Guncang, Bayar Emisi Tahunan!

Emisi karbon pesawat menjadi salah satu penyumbang utama polusi udara global yang selama ini luput dari perhatian publik. Namun kini, industri penerbangan tidak bisa lagi menghindar. Maskapai penerbangan di berbagai negara, khususnya di Eropa, mulai diwajibkan membayar kompensasi atas emisi karbon yang mereka hasilkan setiap tahunnya. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan dampak lingkungan sekaligus mendorong transisi ke teknologi penerbangan yang lebih ramah lingkungan. Tapi seberapa jauh aturan ini bisa mempengaruhi industri?


Industri Penerbangan dan Emisi Karbon

Kontribusi Besar terhadap Pemanasan Global

Industri penerbangan menyumbang sekitar 2-3% emisi karbon global setiap tahunnya, menurut data International Air Transport Association (IATA). Meskipun tampaknya kecil, dampaknya sangat besar mengingat emisi ini dilepaskan langsung di atmosfer atas—tempat yang lebih rentan terhadap perubahan iklim.

Bahkan, efek dari emisi karbon di ketinggian bisa dua hingga empat kali lebih besar dibanding emisi yang dilepaskan di permukaan bumi. Ini membuat perjalanan udara menjadi salah satu sumber polusi yang paling sulit dikendalikan.

Skema Pembayaran Karbon Tahunan

Untuk mengendalikan jejak karbon tersebut, Uni Eropa telah memperluas skema EU Emissions Trading System (ETS) yang mewajibkan maskapai membayar biaya atas emisi yang mereka hasilkan. Mulai 2024, maskapai yang terbang ke atau dari negara Eropa harus membeli kredit karbon setiap tahun sesuai jumlah emisi yang dilepaskan.

Sistem ini meniru konsep “polluters pay”: siapa yang mencemari, dia yang membayar. Kredit ini bisa dibeli di pasar karbon, dan nilainya fluktuatif tergantung permintaan dan ketersediaan.


Dampak Terhadap Maskapai dan Penumpang

Biaya Tambahan Maskapai Meningkat

Maskapai penerbangan komersial kini harus memasukkan biaya karbon sebagai bagian dari perencanaan tahunan mereka. Menurut laporan Bloomberg (2023), beberapa maskapai besar seperti Lufthansa dan Air France mengalokasikan hingga ratusan juta euro per tahun untuk membeli izin emisi ini.

Meskipun beberapa perusahaan telah memulai investasi pada bahan bakar berkelanjutan (SAF) dan pesawat ramah lingkungan, biaya-biaya tersebut tetap menjadi beban besar dalam operasional harian.

Penumpang Bisa Ikut Menanggung Biaya

Efek domino dari kebijakan ini kemungkinan besar akan menyentuh kantong konsumen. Beberapa maskapai mulai mengenakan biaya kompensasi karbon ke dalam harga tiket, biasanya dalam bentuk tarif tambahan sukarela atau otomatis.

Hal ini menuai kontroversi. Sebagian penumpang mendukung langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan, namun tak sedikit pula yang merasa harga tiket semakin tak terjangkau, terutama untuk penerbangan jarak jauh.


Solusi atau Sekadar Formalitas?

Apakah Membayar Karbon Saja Cukup?

Para pengamat lingkungan berpendapat bahwa membayar untuk emisi karbon bukan solusi jangka panjang. Sebaliknya, mereka mendorong transisi menuju teknologi hijau seperti pesawat listrik atau hidrogen, serta penggunaan sustainable aviation fuel (SAF) yang lebih ramah lingkungan.

Namun, teknologi ini masih dalam tahap pengembangan dan belum bisa sepenuhnya menggantikan bahan bakar fosil dalam waktu dekat. Maka, pembayaran karbon dianggap sebagai “jalan tengah” untuk mendisiplinkan industri sambil menunggu teknologi siap.

Negara Berkembang Bisa Terbebani

Negara berkembang yang baru mulai membangun industri penerbangan domestiknya bisa merasa tertinggal. Kebijakan ini bisa menghambat ekspansi maskapai kecil yang tak mampu membayar kredit karbon, sehingga memperlebar kesenjangan antara negara maju dan berkembang dalam akses transportasi udara.


Pembayaran atas emisi karbon pesawat tahunan adalah langkah penting dalam menghadapi krisis iklim. Namun, kebijakan ini bukan akhir dari segalanya. Dukungan global, investasi teknologi, dan keberpihakan pada keadilan sosial sangat diperlukan agar kebijakan ini membawa dampak nyata bagi lingkungan.

Untuk informasi dan berita lingkungan lainnya, baca terus hanya di Garap Media – tempat Anda memahami dunia dengan sudut pandang yang jujur dan tajam.

Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /