Ekspor Perikanan Tembus USD 6,27 Miliar di 2025

Last Updated: 18 February 2026, 10:12

Bagikan:

ekspor perikanan
Foto: Liputan6
Table of Contents

Kinerja ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat total nilai ekspor Januari-Desember 2025 mencapai USD 6,27 miliar. Angka ini tumbuh 5,2% dibanding tahun sebelumnya.

Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor dengan kontribusi 31,8% atau senilai USD 1,99 miliar. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok USD 1,22 miliar (19,5%), ASEAN USD 1,00 miliar (16,0%), Jepang USD 613,65 juta (9,8%), dan Uni Eropa USD 451,72 juta (7,2%). Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Machmud menyampaikan peningkatan ekspor terjadi di sejumlah pasar utama.

“Nilai ekspor ke Amerika Serikat meningkat 4,7% dibanding tahun sebelumnya, begitu juga ke ASEAN (16,7%), Jepang (2,5%) dan Uni Eropa (9%),” terang Machmud melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (16/2).

Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Perikanan

Secara komoditas, udang tetap menjadi penyumbang terbesar dengan nilai USD 1,87 miliar atau 29,8% dari total ekspor. Disusul tuna-cakalang USD 1,04 miliar (16,5%), cumi-sotong-gurita USD 889,73 juta (14,2%), rajungan-kepiting USD 507,74 juta (8,1%), serta rumput laut USD 315,62 juta (5,0%). Machmud menjelaskan bahwa tren kenaikan juga terlihat pada sejumlah komoditas unggulan.

“Ini merupakan pertanda bahwa komoditas Indonesia begitu bernilai di pasar global,” jelas Machmud.

Selain ekspor meningkat, KKP berhasil menekan impor produk perikanan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan produk perikanan sepanjang 2025 surplus USD 5,60 miliar. Angka ini naik 3,0% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Kami berkomitmen menjaga Indonesia untuk tetap dan selalu menjadi negara nett exporter produk perikanan,” tutur Machmud.

Strategi 2026: Perluas Akses dan Jaga Mutu

Untuk menjaga momentum positif, KKP menyiapkan sejumlah langkah strategis di 2026. Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana, menyebut pihaknya akan memperkuat sinergi lintas unit Eselon I. Langkah ini memfasilitasi asosiasi dan eksportir menghadapi regulasi baru di pasar internasional.

Beberapa aturan penting mencakup Uni Eropa terkait Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) dan Pernyataan Pengolahan (Processing Statement), serta Amerika Serikat terkait Certificate of Admissibility. KKP juga melakukan negosiasi Comparability Finding (CF) rajungan hasil tangkapan gillnet ke NOAA agar ekspor ke AS tetap berlanjut.

“Kami mendorong pelaku usaha perikanan untuk tetap berkomitmen menjaga mutu dan keamanan produk perikanan, sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya dan daya saing sektor perikanan,” kata Erwin.

KKP juga akan memperkuat promosi melalui temu bisnis dan partisipasi dalam pameran internasional, termasuk mendorong investasi sektor kelautan dan perikanan lewat program Investment Mission. Pelaku usaha didorong memanfaatkan tarif preferensi 0% dalam kerangka Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) untuk produk olahan tuna dan cakalang yang akan diimplementasikan setelah triwulan I 2026.

Upaya perundingan penurunan tarif terus dilakukan di kawasan non-tradisional. Beberapa contohnya termasuk Amerika Utara (ASEAN-Canada CEPA), Asia Selatan (ASEAN-India FTA, Indonesia-Sri Lanka FTA), Timur Tengah (Indonesia-Gulf Cooperation Council FTA), Tunisia PTA, EAEU FTA, UE CEPA, Peru CEPA, dan Indonesia-Canada CEPA.

“Kami juga terus melakukan sosialisasi pemanfaatan tarif preferensi hasil perundingan Indonesia ke pelaku usaha,” tutup Erwin.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan optimisme bahwa peningkatan kualitas produksi perikanan nasional akan berdampak langsung pada kenaikan nilai ekspor. Hal ini juga diharapkan memperluas akses pasar internasional sekaligus mendukung program prioritas nasional.

Penutup

Keberhasilan ekspor perikanan Indonesia tembus USD 6,27 miliar pada 2025 menunjukkan potensi besar sektor kelautan dan perikanan dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Langkah strategis KKP memastikan pertumbuhan ini berkelanjutan sekaligus mendukung daya saing produk perikanan nasional.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar ekonomi, perdagangan internasional, investasi, UMKM, kelautan, perikanan, industri, teknologi, dan ekspor hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /