Eksperimen Taktik Kluivert yang Tak Berjalan Baik

Last Updated: 9 October 2025, 11:07

Bagikan:

taktik Kluivert
Foto: REUTERS / Stringer
Table of Contents

Taktik Kluivert – Eksperimen taktik yang diterapkan oleh pelatih Patrick Kluivert untuk Timnas Indonesia tengah menjadi sorotan tajam publik sepak bola nasional. Setelah beberapa pertandingan terakhir, hasil yang diraih tim justru menurun dibandingkan performa sebelumnya. Strategi baru yang diharapkan membawa penyegaran justru menimbulkan kebingungan di lini tengah dan penurunan efektivitas serangan (DetikSport, 2025).

Publik menilai Kluivert terlalu cepat mengubah pola permainan yang sudah mulai stabil di era sebelumnya. Pergantian sistem dari formasi menyerang menjadi lebih eksperimental tampaknya belum direspons baik oleh para pemain yang masih beradaptasi dengan gaya permainan Eropa modern yang diterapkan (DetikSport, 2025).


Taktik Kluivert dalam Sorotan

Pergeseran Formasi dan Peran Pemain

Dalam beberapa laga terakhir, Kluivert mencoba beralih dari formasi 4-3-3 ke 3-5-2 untuk memperkuat lini tengah. Namun, eksperimen ini membuat koordinasi antar lini terganggu. Banyak pemain terlihat kebingungan dalam menempati posisi, terutama ketika melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. Menurut laporan DetikSport (2025), perubahan ini menyebabkan hilangnya ritme permainan yang sebelumnya menjadi kekuatan utama skuad Garuda.

Minimnya Efektivitas Serangan

Selain perubahan formasi, masalah lain muncul pada sektor serangan. Penyerang utama kesulitan mendapatkan suplai bola karena taktik baru membuat distribusi dari lini tengah tersendat. Dalam analisis pascalaga, pengamat sepak bola menilai bahwa pendekatan Kluivert terlalu menekankan penguasaan bola tanpa memperhatikan efektivitas penyelesaian akhir (DetikSport, 2025).


Evaluasi dan Kritik terhadap Strategi

Reaksi Pemain dan Pengamat

Beberapa pemain disebut merasa kehilangan kejelasan peran di bawah sistem baru ini. Dalam wawancara pascalaga, seorang pemain senior bahkan menyebutkan bahwa “kami masih belajar memahami apa yang diinginkan pelatih.” Hal ini menandakan adanya kesenjangan komunikasi antara Kluivert dan pemain, yang bisa berdampak negatif pada kekompakan tim (DetikSport, 2025).

Sementara itu, sejumlah pengamat menilai Kluivert perlu menyesuaikan diri dengan karakteristik pemain lokal. Menurut analisis DetikSport (2025), kegagalan taktik ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga soal adaptasi budaya sepak bola.

Harapan untuk Perbaikan

Meski menuai kritik, Kluivert diyakini masih memiliki peluang untuk memperbaiki kinerjanya. Dengan evaluasi mendalam dan komunikasi yang lebih baik, strategi yang ia bawa bisa menjadi nilai tambah dalam jangka panjang bagi Timnas Indonesia.

Baca juga: Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia: Realistis atau Mimpi?


Penutup

Eksperimen taktik Kluivert sejauh ini memang belum menunjukkan hasil menggembirakan, namun proses adaptasi membutuhkan waktu dan konsistensi. Para pendukung diharapkan tetap memberikan kepercayaan sambil menantikan evaluasi menyeluruh dari tim pelatih.

Ke depan, keberhasilan Timnas Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuan Kluivert menyesuaikan gaya kepelatihannya dengan karakter pemain lokal. Untuk berita terkini seputar sepak bola nasional, internasional, dan analisis mendalam lainnya, terus ikuti kabar terbaru di Garap Media.


Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /