Efek makan es batu sering dianggap sepele oleh sebagian orang. Aktivitas ini bahkan kerap menjadi kebiasaan tanpa disadari, terutama saat cuaca panas atau setelah menikmati minuman dingin. Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan mengunyah es batu dapat memberikan dampak tertentu bagi kesehatan tubuh?
Meski terlihat tidak berbahaya, efek makan es batu bisa mengganggu fungsi tubuh dalam jangka panjang. Beberapa ahli medis mengaitkan kebiasaan ini dengan kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan perhatian. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai apa saja dampak dari kebiasaan ini dan bagaimana cara mengatasinya.
1. Efek Makan Es Batu terhadap Gigi
Mengunyah es batu secara berulang bisa menyebabkan kerusakan pada enamel gigi. Enamel merupakan lapisan pelindung luar gigi yang sangat penting untuk mencegah gigi berlubang dan sensitif. Tekstur es batu yang keras dapat menyebabkan retakan mikro pada gigi dan bahkan memicu kerusakan yang lebih parah jika dilakukan terus-menerus.
Selain itu, efeknya juga bisa memengaruhi kesehatan gusi. Es batu yang tajam dapat melukai jaringan lunak di mulut seperti gusi dan lidah, yang dapat menimbulkan rasa nyeri atau infeksi jika tidak segera diatasi.
2. Efek Makan Es Batu sebagai Tanda Kekurangan Zat Besi
Tidak banyak yang tahu bahwa efek makan es batu juga bisa dikaitkan dengan kondisi medis yang dikenal sebagai pagophagia keinginan kuat untuk mengunyah es yang sering kali terkait dengan anemia defisiensi besi. Dalam banyak kasus, orang yang mengalami kekurangan zat besi tanpa sadar menjadi sangat ingin mengunyah es batu.
Jika kamu merasa sering ingin makan es batu, sebaiknya lakukan pemeriksaan kadar zat besi dalam tubuh. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan berbagai gejala lain seperti kelelahan, pusing, dan kulit pucat. Menangani kondisi ini sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
3. Efek Makan Es Batu terhadap Sistem Pencernaan
Walaupun terlihat tidak berbahaya, mengonsumsi es batu dalam jumlah berlebih bisa memengaruhi sistem pencernaan. Suhu dingin dari es batu dapat memperlambat proses pencernaan makanan di lambung. Akibatnya, makanan yang seharusnya dicerna dengan cepat justru membutuhkan waktu lebih lama, yang bisa menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman.
Selain itu, konsumsi es batu yang tidak higienis dapat memperkenalkan bakteri atau virus ke dalam tubuh. Jika air yang digunakan untuk membuat es batu tidak steril, kamu berisiko mengalami gangguan pencernaan seperti diare, mual, atau bahkan infeksi saluran pencernaan.
Kebiasaan mengunyah es batu mungkin terasa menyegarkan, tapi efek makan es batu bagi kesehatan tidak boleh diabaikan. Dari risiko kerusakan gigi, indikasi kekurangan zat besi, hingga potensi masalah pencernaan, semuanya menunjukkan bahwa penting bagi kita untuk lebih memperhatikan kebiasaan ini.
Bila kamu merasa memiliki dorongan kuat untuk makan es batu secara rutin, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya dan mencari solusi yang tepat. Untuk informasi menarik dan update kesehatan lainnya, jangan lupa baca artikel terbaru hanya di Garap Media.
Referensi:
- Healthline. “Why You Shouldn’t Chew Ice.” https://www.healthline.com/health/chewing-ice
- WebMD. “Is Chewing Ice Bad for You?” https://www.webmd.com/diet/what-to-know-about-pagophagia
- Cleveland Clinic. “Why You Should Stop Chewing Ice.” https://health.clevelandclinic.org/why-you-should-stop-chewing-ice
