Efek Buruk jika Orangtua Bertengkar di Depan Anak

Last Updated: 24 November 2025, 21:00

Bagikan:

efek buruk jika orangtua bertengkar di depan anak
Foto: Canva / Aflo Images
Table of Contents

Bertengkar di Depan Anak – Hal yang sering terjadi, tetapi bisa menimbulkan bahaya serius bagi kesehatan mental dan perkembangan anak. Anak-anak yang menyaksikan pertengkaran orang tua sering merasa takut, cemas, dan tidak nyaman di rumah.

Selain itu, ingatan buruk tentang pertengkaran orang tua dapat memengaruhi karakter dan kemampuan sosial anak. Orang tua perlu memahami risiko ini agar bisa menciptakan lingkungan rumah yang aman dan harmonis.


Dampak Bertengkar di Depan Anak

  1. Memicu Stres – Pertengkaran orang tua dapat meningkatkan hormon stres pada anak. Hal ini dapat mengganggu proses belajar dan memunculkan gejala fisik seperti sakit kepala dan sakit perut. Bayi pun bisa terganggu tidurnya akibat suara keras di sekitarnya.
  2. Kecemasan dan Risiko Depresi – Anak yang sering menyaksikan pertengkaran berisiko tinggi mengalami kecemasan dan depresi. Mereka khawatir pertengkaran akan berakhir dengan perceraian, sehingga pikiran negatif berkembang dalam diri anak.
  3. Merenggangnya Hubungan dengan Saudara Kandung – Jika pertengkaran berujung pada perceraian, hubungan anak dengan saudara kandung dapat terganggu. Anak bisa terpisah dari saudara atau kehilangan sosok orang tua tertentu.
  4. Perilaku Nakal – Anak yang merasa kurang diperhatikan cenderung mencari perhatian melalui kenakalan, baik di rumah maupun di sekolah.
  5. Kesulitan Bersosialisasi – Anak yang sering menyaksikan pertengkaran orang tua mungkin merasa malu atau takut jika teman mengetahui kondisi rumahnya, sehingga kesulitan bersosialisasi (Alodokter, 2022).

Cara Mencegah Dampak Buruk Bertengkar di Depan Anak

  • Bicarakan masalah dengan kepala dingin dan hindari emosi berlebihan.
  • Diskusikan masalah di luar jangkauan anak, misalnya di kamar atau luar rumah.
  • Jika pertengkaran terjadi di depan anak, jelaskan bahwa itu hanya diskusi orang dewasa dan bukan konflik serius.
  • Yakinkan anak bahwa rumah tangga tetap harmonis setelah perdebatan.
  • Tunjukkan perilaku positif agar anak meniru cara menghadapi masalah yang dewasa.
  • Pertimbangkan konseling bila pertengkaran sering terjadi (Alodokter, 2022).

Penutup

Pertengkaran di hadapan anak dapat memengaruhi pembentukan karakter dan kesehatan mental Si Kecil. Orang tua perlu menciptakan komunikasi yang baik dan suasana rumah yang harmonis agar anak merasa aman dan nyaman.

Jadi, hindari pertengkaran di hadapan anak dan fokus pada penyelesaian masalah dengan cara dewasa. Temukan berita lainnya di Garap Media untuk tips parenting, kesehatan mental, dan pengasuhan anak yang bermanfaat.


Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /