Tim beregu putri Indonesia menjalani laga penuh tekanan saat menghadapi Jepang pada fase grup Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 di Qingdao, China. Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling dinanti karena mempertemukan dua negara kuat Asia dengan karakter permainan berbeda.
Meski harus mengakui keunggulan Jepang, tim putri Indonesia tampil kompetitif hingga partai terakhir. Skor akhir 2-3 menunjukkan pertandingan berjalan ketat dan penuh drama, sekaligus memastikan Indonesia finis sebagai runner-up grup.
Tim Putri Indonesia BATC: Jalannya Pertandingan vs Jepang
Pertandingan dimulai dari sektor tunggal putri pertama. Thalita Ramadhani Wiryawan harus menghadapi permainan agresif Riko Gunji dan kalah dalam dua gim dengan skor 14-21 dan 16-21. Hasil ini membuat Jepang unggul lebih dulu 1-0 (ANTARA News, 2026).
Indonesia kemudian bangkit pada partai kedua melalui sektor ganda putri. Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum tampil solid dan memenangkan pertandingan dramatis melawan Arisa Igarashi/Chiharu Shida dengan skor 21-12, 18-21, dan 23-21. Kemenangan rubber game ini menyamakan skor menjadi 1-1 (ANTARA News, 2026).
Namun Jepang kembali mengambil alih momentum pada partai ketiga. Mutiara Ayu Puspitasari belum mampu mengimbangi permainan Hina Akechi dan kalah dua gim langsung dengan skor 2-21 dan 9-21, membuat Jepang kembali unggul 2-1 (ANTARA News, 2026).
Harapan Indonesia untuk membalikkan keadaan muncul di partai keempat melalui pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sayangnya, mereka kalah tipis dari Kie Nakanishi/Miyu Takahashi dengan skor 20-22 dan 16-21. Kekalahan ini memastikan Jepang mengunci kemenangan tim dengan keunggulan 3-1 (ANTARA News, 2026).
Meski laga tim sudah dipastikan, Indonesia tetap menunjukkan semangat juang tinggi. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tampil impresif pada partai kelima dan mengalahkan Yuzuno Watanabe dengan skor 21-6 dan 22-20 untuk memperkecil kekalahan menjadi 2-3 (ANTARA News, 2026).
Dampak Hasil Laga dan Peluang Selanjutnya
Kekalahan tipis dari Jepang membuat Indonesia finis sebagai runner-up grup. Posisi ini membuka peluang menghadapi lawan kuat di babak gugur, sehingga tim pelatih perlu melakukan evaluasi terutama pada sektor tunggal putri agar lebih konsisten menghadapi tekanan.
Meski demikian, performa keseluruhan tim menunjukkan perkembangan positif. Kombinasi pemain muda dan pengalaman senior menjadi modal penting bagi Indonesia untuk bersaing lebih jauh di BATC 2026 dan turnamen internasional berikutnya.
Laga melawan Jepang menjadi pelajaran berharga sekaligus bukti bahwa tim putri Indonesia mampu memberikan perlawanan sengit di level elite Asia. Skor tipis 2-3 menunjukkan jarak kekuatan yang semakin kompetitif dan membuka harapan untuk hasil lebih baik di masa depan.
Ikuti terus berita olahraga terbaru hanya di Garap Media. Temukan analisis pertandingan, profil atlet, dan kabar bulu tangkis terkini yang dikemas informatif dan menarik.
Referensi
