Duduk Terlalu Lama Picu Masalah Kesehatan Serius

Last Updated: 12 December 2024, 08:57

Bagikan:

duduk terlalu lama
Duduk terlalu lama ternyata bahaya banget buat kesehatan
Table of Contents

Duduk Terlalu Lama – Di era digital seperti sekarang, banyak dari kita menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar komputer, entah itu untuk bekerja, belajar, atau sekadar bersantai. Kebiasaan ini mungkin terlihat sepele, namun ternyata memiliki dampak besar terhadap kesehatan fisik secara keseluruhan.

Duduk terlalu lama dapat menyebabkan berbagai gangguan, mulai dari masalah pada tulang belakang hingga peningkatan risiko penyakit kronis. Maka dari itu, penting untuk memahami bahaya dari duduk berkepanjangan dan bagaimana cara mengatasinya agar kesehatan tetap terjaga.


1. Dampak Duduk Kelamaan pada Tubuh

a. Gangguan Tulang Belakang dan Postur

Duduk dalam waktu lama, terutama dengan postur yang salah, memberi tekanan berlebih pada tulang belakang. Hal ini berisiko menyebabkan nyeri punggung, leher kaku, hingga herniated disc. Postur yang buruk juga dapat menyebabkan kelengkungan tulang belakang yang abnormal.

b. Risiko Obesitas dan Penyakit Metabolik

Saat duduk, tubuh membakar kalori lebih lambat. Akibatnya, kelebihan kalori disimpan sebagai lemak. Kondisi ini meningkatkan risiko obesitas, yang berkaitan erat dengan diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan gangguan metabolisme lainnya.

c. Masalah Jantung dan Peredaran Darah

Duduk terlalu lama berdampak pada penurunan kadar kolesterol baik (HDL) dan peningkatan kolesterol jahat (LDL). Hal ini dapat mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan pembekuan darah.

2. Duduk Kelamaan Ganggu Pencernaan dan Gula Darah

a. Sistem Pencernaan Melambat

Kurangnya pergerakan akibat duduk berkepanjangan menyebabkan sistem pencernaan melambat. Akibatnya, muncul masalah seperti sembelit, perut kembung, dan rasa tidak nyaman di area perut.

b. Resistensi Insulin

Aktivitas fisik yang rendah membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Kondisi ini meningkatkan risiko resistensi insulin, yang menjadi faktor utama dalam perkembangan diabetes tipe 2.

3. Cara Mengatasi Kebiasaan Duduk Terlampau Lama

a. Rutin Berdiri dan Bergerak

Usahakan untuk berdiri dan berjalan setiap 30-60 menit sekali. Gunakan pengingat atau timer sebagai pengingat untuk bergerak.

b. Gunakan Meja Berdiri (Standing Desk)

Jika memungkinkan, gunakan standing desk agar bisa bekerja sambil berdiri. Ini membantu memperbaiki postur dan mengurangi waktu duduk.

c. Lakukan Peregangan dan Olahraga Ringan

Beberapa peregangan ringan atau latihan seperti jalan kaki, yoga, atau naik-turun tangga bisa meningkatkan aliran darah dan metabolisme tubuh.

d. Perhatikan Postur Saat Duduk

Gunakan kursi ergonomis dan pastikan posisi duduk tegak, bahu rileks, serta kaki menapak sempurna ke lantai.


Penutup

Meskipun duduk adalah aktivitas yang umum dilakukan setiap hari, jika dilakukan secara berlebihan tanpa jeda dapat membahayakan tubuh secara perlahan. Risiko gangguan kesehatan akibat duduk terlalu lama bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana seperti rutin bergerak, menjaga postur, dan memperhatikan gaya hidup sehat.

Sebagai pembaca setia Garap Media, mari mulai jaga kesehatan tubuh kita dengan perubahan kecil namun bermakna. Jangan lupa kunjungi situs Garap Media untuk mendapatkan informasi terbaru dan bermanfaat lainnya seputar gaya hidup sehat dan kesehatan harian.


Referensi:

  • Lee, M. H., & Kim, S. K. (2022). Association between sedentary behavior and metabolic syndrome in adults: A meta-analysis. Obesity Reviews, 23(10), e13257. PubMed

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /