Dubai kembali menjadi sorotan dunia setelah mengumumkan proyek ambisius di sektor perdagangan dan pariwisata. Melalui pengembang milik pemerintah, Ithra Dubai, kota ini resmi meluncurkan Dubai Gold District, kawasan khusus yang dirancang untuk menyatukan seluruh ekosistem emas dan perhiasan dalam satu area terpadu (Dubai Media Office, 2026).
Salah satu daya tarik utama dari kawasan ini adalah rencana pembangunan Gold Street Dubai, jalan emas pertama di dunia yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru Dubai. Proyek ini diposisikan sebagai simbol kemewahan, inovasi, sekaligus strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Dubai sebagai pusat perdagangan emas global (Gulf News, 2026).
Gold Street Dubai, Ikon Baru Industri Emas Global
Jalan Emas Pertama di Dunia
Gold Street Dubai dirancang sebagai daya tarik utama di dalam Dubai Gold District. Jalan ini akan dibangun menggunakan elemen emas sebagai bagian dari konsep visual dan arsitekturalnya, menjadikannya simbol kemewahan sekaligus inovasi urban terbaru Dubai (Dubai Media Office, 2026).
Detail desain serta proses pembangunan Gold Street Dubai akan diumumkan secara bertahap. Hal ini menunjukkan bahwa proyek tersebut masih berada pada fase awal pengembangan setelah peluncuran resmi distrik emas tersebut.
Dubai Gold District dan Konsep Kawasan Terpadu
Menyatukan Seluruh Ekosistem Emas
Dubai Gold District diproyeksikan sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan seluruh rantai bisnis emas dan perhiasan. Di dalamnya akan terdapat ritel perhiasan, perdagangan bullion, aktivitas grosir, hingga layanan berbasis investasi (Dubai Media Office, 2026).
Kawasan ini direncanakan menampung lebih dari 1.000 peritel dari berbagai kategori. Tidak hanya emas dan perhiasan, tetapi juga parfum, kosmetik, serta produk lifestyle, sehingga kawasan ini tidak sekadar pusat perdagangan, melainkan juga destinasi belanja dan wisata kelas dunia (Gulf News, 2026).
Brand Besar dan Infrastruktur Pendukung
Sejumlah merek perhiasan ternama telah dikonfirmasi akan hadir di Dubai Gold District. Beberapa di antaranya adalah Jawhara Jewellery, Malabar Gold and Diamonds, Al Romaizan, dan Tanishq Jewellery. Selain itu, Joyalukkas berencana membuka flagship store terbesar mereka di kawasan tersebut (Gulf News, 2026).
Dubai Gold District juga akan dilengkapi fasilitas pendukung berupa hotel, ruang pameran, serta infrastruktur pariwisata untuk mendukung arus pengunjung internasional yang diperkirakan terus meningkat.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata Dubai
Memperkuat Posisi Dubai di Pasar Global
CEO Dubai Festivals and Retail Establishment, Ahmed Al Khaja, menyebut proyek ini sebagai momen penting dalam perjalanan Dubai sebagai destinasi global untuk perdagangan, budaya, dan pariwisata. Menurutnya, Dubai Gold District akan memperkuat citra kota sebagai pusat kemewahan dan inovasi (Dubai Media Office, 2026).
Dubai sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan emas dunia. Kehadiran Gold Street Dubai diyakini akan semakin memperkuat daya saing kota ini di pasar emas internasional sekaligus mendorong investasi baru.
Destinasi Wisata Berbasis Pengalaman
Lebih dari sekadar kawasan komersial, Dubai Gold District dirancang sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman. Pengunjung tidak hanya berbelanja, tetapi juga menikmati pengalaman imersif yang menggabungkan arsitektur, budaya, dan kemewahan khas Dubai (The National, 2026).
Konsep ini sejalan dengan strategi Dubai dalam mengembangkan pariwisata berbasis pengalaman unik dan bernilai tinggi, yang menargetkan wisatawan global dengan daya beli kuat.
Peluncuran Gold Street Dubai menandai babak baru dalam pengembangan industri emas dan ritel mewah global. Melalui Dubai Gold District, Dubai kembali menunjukkan ambisinya untuk menjadi pusat perdagangan dan pariwisata kelas dunia.
Ikuti terus perkembangan proyek Gold Street Dubai dan berita internasional lainnya hanya di Garap Media. Temukan juga liputan menarik seputar ekonomi global, pariwisata, dan inovasi kota-kota dunia di kanal berita Garap Media.
Referensi
