Dua WN Rusia Terungkap Kelola Laboratorium Narkoba Mephedrone Rahasia di Bali

Last Updated: 8 March 2026, 01:51

Bagikan:

WN Rusia Laboratorium Narkoba
Dua WN Rusia ditangkap mengelola laboratorium narkoba di Bali, memperlihatkan skala operasi dan latar belakang pelaku. Sumber gambar: KOMPAS.com/ Yohanes Valdi Seriang Ginta
Table of Contents

Bali kembali diguncang kasus narkotika internasional setelah aparat BNN mengungkap laboratorium narkoba yang dijalankan oleh dua warga negara Rusia. Penangkapan ini menyoroti bagaimana keahlian tertentu bisa disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.

Salah satu pelaku diketahui lulusan biologi, sedangkan pelaku lainnya merupakan mantan personel militer Rusia. Fakta ini menambah kompleksitas kasus dan menjadi sorotan publik terkait ancaman narkoba lintas negara.

Pengungkapan Kasus WN Rusia Bali

Laboratorium narkoba ini berlokasi di vila kawasan Blahbatuh, Gianyar, Bali. Aparat menemukan berbagai peralatan laboratorium kimia yang digunakan untuk meracik narkotika sintetis, termasuk mephedrone, yang sebelumnya telah diproduksi dalam skala tertentu (Kompas.com, 2026).

Polisi juga mengamankan lebih dari 7 kg mephedrone dalam bentuk cair dan kristal, serta sejumlah bahan kimia dan alat laboratorium yang memperkuat dugaan operasi produksi ilegal (ANTARA, 2026).

Profil dan Latar Belakang Pelaku

Salah satu pelaku, NT, memiliki latar belakang pendidikan biologi dan bertanggung jawab meracik bahan kimia menjadi narkotika. Pelaku lainnya, ST, adalah mantan personel intelijen militer Rusia yang bertugas mengatur logistik dan strategi pengelolaan laboratorium (Detik.com, 2026).

Kombinasi keahlian ilmiah dan pengalaman militer membuat laboratorium ini bisa berjalan rapi sebelum akhirnya terungkap. NT juga tercatat menggunakan paspor ganda untuk menyamarkan identitasnya, salah satu indikasi modus operandi jaringan narkotika internasional (ANTARA, 2026).

Ancaman Narkoba Internasional di Bali

Kasus ini menunjukkan Bali sebagai target jaringan narkotika global. Mobilitas warga negara asing yang tinggi memudahkan jaringan kriminal memanfaatkan wilayah ini sebagai basis produksi narkotika.

Pihak kepolisian dan BNN menegaskan pengawasan akan diperketat, termasuk koordinasi dengan Bea Cukai dan Imigrasi, untuk menutup peluang penyebaran narkoba dan menindak jaringan lebih luas yang masih beroperasi (Balipost.com, 2026).

Pengungkapan laboratorium narkoba dua WN Rusia di Bali menegaskan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas ilegal yang memanfaatkan keahlian tertentu. Kasus ini menjadi peringatan akan ancaman narkotika lintas negara.

Untuk informasi berita terkini seputar kriminal, internasional, dan isu nasional lainnya, pembaca dapat mengikuti berbagai artikel terbaru di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /