Perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, menjadi lokasi pencarian dramatis setelah sebuah kapal wisata semi‑pinisi tenggelam pada malam 26 Desember 2025. Insiden ini menyebabkan empat turis asal Spanyol dinyatakan hilang, sementara tujuh penumpang lainnya berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan. (Detik.com, 2025; ANTARA News, 2025)
Kapal tersebut sedang berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar ketika mengalami mati mesin dan diterjang gelombang tinggi. Cuaca ekstrem diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan kapal kehilangan kendali hingga akhirnya tenggelam di perairan tersebut. (Detik.com, 2025)
Kronologi Tenggelamnya Kapal Wisata
Kapal Diterjang Gelombang Tinggi
Kapal wisata bernama KM Putri Sakinah membawa total 11 orang, termasuk enam wisatawan asal Spanyol. Sekitar pukul 20.30 WITA, kapal mengalami gangguan mesin saat gelombang laut mencapai 2,5–3 meter. Kondisi ini membuat kapal oleng, terbalik, lalu tenggelam di perairan dekat Pulau Padar. (Detik.com, 2025)
Beberapa penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang dan ditolong kapal lain di sekitar lokasi. Namun, empat anggota satu keluarga turis Spanyol masih belum ditemukan hingga pencarian terus dilanjutkan. (Detik.com, 2025)
Upaya Pencarian Turis Spanyol Hilang
Operasi SAR Gabungan
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, KSOP Labuan Bajo, TNI AL, Polairud, dan unsur terkait langsung melakukan penyisiran laut. Pencarian dilakukan menggunakan kapal cepat, perahu karet, serta penyelaman di titik‑titik yang diduga menjadi lokasi korban. (ANTARA News, 2025)
Beberapa puing kapal dan barang milik penumpang telah ditemukan dan dijadikan petunjuk untuk mempersempit area pencarian. Meski cuaca dan arus laut menjadi tantangan besar, operasi SAR tetap dilanjutkan secara intensif. (ANTARA News, 2025)
Korban Selamat
Sebanyak tujuh orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, terdiri dari dua wisatawan Spanyol, empat awak kapal, dan satu pemandu wisata. Seluruh korban selamat telah mendapatkan pemeriksaan medis di Labuan Bajo. (ANTARA News, 2025)
Faktor Cuaca dan Penutupan Pelayaran
Cuaca Ekstrem di Perairan NTT
Media melaporkan kapal diterjang gelombang swell tinggi yang muncul secara tiba‑tiba. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkuat dengan laporan peringatan gelombang tinggi dari BMKG di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur. (Detik.com, 2025)
Sebagai langkah antisipasi, otoritas setempat menutup sementara rute pelayaran menuju Pulau Padar dan kawasan Taman Nasional Komodo guna menjamin keselamatan wisatawan. (Liputan6.com, 2025)
Dampak terhadap Pariwisata Labuan Bajo
Aktivitas Wisata Laut Terganggu
Penutupan jalur pelayaran berdampak langsung pada aktivitas wisata bahari di Labuan Bajo. Kawasan ini dikenal sebagai destinasi unggulan wisata laut internasional, sehingga insiden tersebut menjadi perhatian serius pelaku pariwisata dan pemerintah daerah. (Liputan6.com, 2025)
Pemerintah mengimbau seluruh operator wisata untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan, terutama terkait kondisi cuaca dan kelayakan kapal sebelum berlayar.
Tragedi kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo menjadi pengingat akan risiko wisata laut di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Hingga kini, empat turis spanyol hilang masih terus dicari oleh tim SAR dengan segala upaya yang ada.
Ikuti terus perkembangan berita ini dan informasi penting lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan artikel menarik lainnya seputar pariwisata, keselamatan, dan peristiwa terkini di Indonesia.
Referensi
