DPD RI Hadirkan ASN Virtual “Sena”: Gebrakan Digital Pemerintahan yang Tuai Sorotan Publik

Last Updated: 30 October 2025, 13:00

Bagikan:

DPD RI hadirkan ASN Virtual ‘Sena’ sebagai gebrakan komunikasi digital untuk mendekatkan lembaga negara dengan generasi muda. Sumber gambar: iNews
Table of Contents

DPD RI Hadirkan ASN Virtual “Sena”: Gebrakan Digital Pemerintahan yang Tuai Sorotan Publik

Langkah inovatif datang dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang memperkenalkan karakter virtual bernama Sena, sosok VTuber yang disebut sebagai ASN Digital pertama di Indonesia. Dikenalkan secara resmi pada 26 Oktober 2025 melalui kanal YouTube DPD RI, karakter ini hadir dengan tujuan membawa pendekatan baru dalam penyampaian informasi pemerintahan kepada masyarakat luas (Indozone, 2025).

Kemunculan Sena sontak menjadi sorotan publik di media sosial. Sebagian masyarakat memuji upaya DPD RI yang mencoba menyesuaikan diri dengan tren digital untuk menjangkau generasi muda. Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan relevansi dan penampilan karakter tersebut dalam konteks lembaga negara (Hitekno, 2025).


Siapa Sena, ASN Virtual dari DPD RI?

Konsep dan Tujuan Pengenalan

Dalam video pengenalannya, Sena memperkenalkan diri sebagai ASN Digital dari Sekretariat Jenderal DPD RI. Ia menyapa, “Halo, sobat senator! Kenalin, aku Sena. Aku adalah ASN digital atau VTuber ASN dari Sekjen DPD RI.” (Uzone, 2025). Menurut pernyataan resmi, Sena memiliki tugas utama untuk membagikan berita dan informasi seputar DPD RI kepada publik dengan cara yang lebih ringan dan menarik (Indozone, 2025).

Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya lembaga untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan komunikasi digital. Melalui karakter seperti Sena, DPD RI berambisi menghadirkan wajah birokrasi yang lebih modern dan dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda (RadarTV Disway, 2025).


Reaksi Publik Terhadap Kehadiran Sena

Dukungan atas Inovasi Komunikasi Pemerintahan

Sebagian pihak menganggap kehadiran Sena sebagai bentuk inovasi yang positif. Dengan pendekatan digital berbasis VTuber, pemerintah dapat menjangkau audiens muda yang lebih akrab dengan konten visual dan media sosial. Media lokal seperti RadarTV menyebutnya sebagai “wajah baru komunikasi publik di dunia digital” (RadarTV Disway, 2025).

Langkah ini juga sejalan dengan tren global, di mana lembaga publik di beberapa negara mulai menggunakan avatar digital untuk meningkatkan interaksi dengan warganya. Kehadiran ASN Virtual seperti Sena bisa menjadi jembatan antara lembaga pemerintahan dan masyarakat digital.

Kritik dan Perdebatan di Kalangan Publik

Namun, inovasi ini juga tak lepas dari kritik. Beberapa netizen dan pengamat menilai bahwa desain karakter Sena terlalu menyerupai figur hiburan ketimbang representasi aparatur negara. Bahkan, sebagian publik mempertanyakan urgensi dan transparansi di balik proyek digital ini (FTNews, 2025; Hitekno, 2025).

Isu lain yang muncul adalah dugaan penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam pembuatan karakter ini. Meski DPD RI menegaskan bahwa Sena bukanlah AI, isu tersebut tetap menjadi perbincangan di dunia maya (Hitekno, 2025).


ASN Virtual dan Transformasi Digital Birokrasi

Langkah Menuju Komunikasi Publik Modern

Kehadiran Sena mencerminkan arah baru komunikasi lembaga negara yang lebih interaktif. Jika dijalankan dengan baik, ASN Virtual dapat menjadi sarana edukatif sekaligus representasi inovasi birokrasi modern. Dengan konten yang informatif dan transparan, konsep ini berpotensi mengubah cara masyarakat memahami kinerja lembaga pemerintahan.

Tantangan dalam Implementasi

Meski menarik, proyek seperti ini juga menuntut tata kelola yang jelas. Pengelolaan citra lembaga, anggaran, serta konsistensi pesan publik menjadi faktor penting agar ASN Virtual seperti Sena tidak dianggap sebagai gimmick semata. Tanpa arah yang transparan, inovasi semacam ini bisa kehilangan esensinya dan menimbulkan kebingungan di masyarakat.


Peluncuran Sena sebagai ASN Virtual pertama oleh DPD RI menjadi langkah berani dalam menghadapi era digitalisasi komunikasi publik. Upaya ini menunjukkan bahwa lembaga negara mulai beradaptasi dengan kebutuhan zaman dan mencoba mendekatkan diri pada publik dengan cara yang lebih kreatif dan interaktif.

Namun, setiap inovasi memerlukan transparansi dan konsistensi agar tidak hanya menjadi fenomena viral sementara. Publik berharap bahwa kehadiran Sena benar-benar dapat menjadi sarana edukasi dan komunikasi pemerintahan yang efektif. Untuk berita dan analisis terbaru seputar transformasi digital lembaga negara, terus pantau kabar terkini hanya di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /