Kasus dosen ludahi kasir di Makassar menjadi sorotan luas publik setelah videonya beredar di media sosial. Seorang oknum dosen Universitas Islam Makassar (UIM) terekam meludahi kasir perempuan di sebuah swalayan usai ditegur karena memotong antrean pembayaran (detik.com, 2025).
Peristiwa yang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan ini memicu kecaman masyarakat. Kasus tersebut kini diproses oleh kepolisian dan juga mendapat perhatian serius dari pihak kampus tempat pelaku mengajar (iNews.id, 2025).
Kronologi Dosen Ludahi Kasir di Swalayan Makassar
Insiden bermula saat pelaku berbelanja di sebuah swalayan dan diduga menerobos antrean di meja kasir. Kasir berinisial N menegur pelaku agar mengikuti antrean sesuai urutan. Namun teguran itu justru memicu emosi pelaku.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku terlihat meluapkan amarahnya hingga meludahi kasir di depan pelanggan lain. Video tersebut kemudian viral dan memancing reaksi keras dari warganet (detik.com, 2025).
Status Oknum Dosen UIM
Pihak Universitas Islam Makassar mengonfirmasi bahwa pria dalam video viral tersebut merupakan dosen aktif di UIM. Dosen tersebut diketahui berstatus aparatur sipil negara (ASN) yang diperbantukan mengajar di lingkungan kampus.
Rektor UIM menyatakan bahwa meski kejadian terjadi di luar kampus, pihak universitas tetap akan menindaklanjuti kasus ini melalui mekanisme internal dan etika akademik yang berlaku (detik.com, 2025).
Kasus Berlanjut ke Jalur Hukum
Kasir yang menjadi korban dalam peristiwa ini secara resmi melaporkan tindakan pelaku ke Polsek Tamalanrea, Makassar. Laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana penghinaan.
Pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan dan saat ini tengah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa rekaman CCTV sebagai barang bukti (iNews.id, 2025).
Pengakuan Pelaku dan Klarifikasi
Pelaku akhirnya memberikan pernyataan kepada media dan mengakui perbuatannya. Ia menyebut tindakannya terjadi karena emosi sesaat dan mengklaim reaksinya sebagai sesuatu yang manusiawi.
Meski demikian, pelaku juga menyatakan bahwa ludah tersebut tidak mengenai wajah korban secara langsung. Pernyataan tersebut menuai kritik karena dianggap tidak menunjukkan sikap penyesalan yang utuh (detik.com, 2025).
Reaksi Publik dan Sorotan Etika
Kasus dosen ludahi kasir ini memicu perdebatan luas mengenai etika di ruang publik, khususnya bagi tenaga pendidik. Banyak pihak menilai tindakan tersebut mencoreng citra akademisi dan dunia pendidikan.
Pengamat menilai kasus ini menjadi pengingat bahwa status sosial maupun jabatan tidak membenarkan perilaku kasar terhadap pekerja layanan publik yang sedang menjalankan tugasnya (Beritasatu.com, 2025).
Peristiwa dosen ludahi kasir di Makassar menunjukkan bagaimana konflik sederhana di ruang publik dapat berujung pada persoalan hukum dan sosial yang serius. Proses hukum yang berjalan diharapkan mampu memberikan keadilan bagi korban.
Ikuti terus berita sosial dan hukum lainnya di Garap Media untuk mendapatkan informasi terkini dan mendalam seputar peristiwa penting di Indonesia.
Referensi
