Don Quixote merupakan karya monumental penulis Spanyol Miguel de Cervantes Saavedra yang pertama kali diterbitkan dalam dua bagian pada tahun 1605 dan 1615. Novel ini kerap disebut sebagai salah satu karya sastra paling penting sepanjang masa karena pengaruhnya yang luas dan gaya penceritaannya yang inovatif (Encyclopaedia Britannica, 2025).
Kisah ini mengikuti perjalanan Alonso Quixano, seorang bangsawan tua yang terobsesi dengan cerita ksatria hingga memutuskan hidup sebagai ksatria pengelana bernama Don Quixote. Bersama Sancho Panza, ia menjalani petualangan yang sarat humor sekaligus kritik sosial tentang benturan idealisme dan realitas (Kompas.com, 2023).
Sejarah Lahirnya Don Quixote
Don Quixote pertama kali diterbitkan dengan judul El ingenioso hidalgo Don Quixote de la Mancha pada tahun 1605. Kesuksesan besar bagian pertama mendorong Miguel de Cervantes menerbitkan bagian kedua pada 1615. Novel ini awalnya ditulis sebagai satire terhadap roman ksatria yang populer di Eropa pada abad ke-17 (Encyclopaedia Britannica, 2025).
Namun, seiring perkembangan ceritanya, Don Quixote tidak hanya menjadi parodi, melainkan berkembang sebagai karya sastra yang merefleksikan kondisi sosial, budaya, dan psikologis manusia pada masanya.
Don Quixote sebagai Pelopor Novel Modern
Inovasi Naratif dalam Don Quixote
Don Quixote sering disebut sebagai novel modern pertama karena memperkenalkan karakter yang berkembang secara psikologis dan alur cerita yang tidak lagi hitam-putih. Cervantes menggunakan sudut pandang yang dinamis serta memasukkan unsur metafiksi yang jarang ditemukan pada karya sezamannya (Encyclopaedia Britannica, 2025).
Pendekatan ini kemudian memengaruhi banyak penulis besar dunia dan menjadi fondasi bagi perkembangan novel modern di berbagai negara.
Karakter Ikonik dan Maknanya
Tokoh Don Quixote digambarkan sebagai sosok idealis yang memandang dunia berdasarkan imajinasi, sementara Sancho Panza menjadi representasi realitas dan akal sehat. Hubungan keduanya menciptakan dinamika yang kuat dan memperkaya pesan moral dalam cerita (IDN Times, 2025).
Adegan terkenal saat Don Quixote menyerang kincir angin yang dianggapnya sebagai raksasa menjadi simbol universal tentang perjuangan melawan musuh yang sebenarnya tidak ada.
Pengaruh Don Quixote dalam Budaya Global
Pengaruh Don Quixote melampaui dunia sastra. Istilah quixotic lahir dari nama tokoh ini dan digunakan untuk menggambarkan sikap idealis yang sulit diwujudkan. Karya ini juga telah diadaptasi ke dalam berbagai bentuk seni seperti teater, opera, film, dan seni rupa (Encyclopaedia Britannica, 2025).
Relevansi Don Quixote di Era Modern
Di era modern, Don Quixote tetap relevan karena tema yang diangkat masih dekat dengan kehidupan manusia saat ini. Obsesi, pencarian jati diri, serta konflik antara mimpi dan kenyataan menjadi isu universal yang terus dialami masyarakat modern.
Novel ini juga banyak dikaji dalam dunia akademik sebagai karya yang membuka jalan bagi perkembangan sastra modern dan pemikiran kritis dalam membaca karya fiksi.
Don Quixote bukan sekadar kisah petualangan ksatria delusional, melainkan refleksi mendalam tentang manusia dan cara mereka memandang dunia. Keberhasilan Cervantes menghadirkan satire yang sarat makna menjadikan novel ini abadi sepanjang zaman.
Untuk mengetahui lebih banyak ulasan sastra klasik dan berita budaya lainnya, pembaca dapat menjelajahi berbagai artikel menarik yang tersedia di Garap Media.
Referensi
