Ketetapan Iman – Iman seorang muslim tidaklah statis. Bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena dosa. Karena itu, penting bagi setiap hamba untuk senantiasa berdoa agar imannya tetap teguh.
Dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW terdapat beberapa doa khusus yang bisa diamalkan sehari-hari. Doa-doa ini tidak hanya meminta ketetapan iman, tetapi juga perlindungan dari kesesatan dan kelemahan hati.
Doa-doa untuk Memohon Ketetapan Iman
1. Surah Ali ‘Imran Ayat 8
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
Rabbanā lā tuzig qulụbanā ba’da iż hadaitanā wa hab lanā mil ladungka raḥmah, innaka antal-wahhāb.
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi.” (QS Ali Imran: 8) (Detikcom, 2025).
2. Surah Ali ‘Imran Ayat 147
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّآ أَنْ قَالُوا۟ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَٰفَنَا فِىٓ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Wa mā kāna qaulahum illā an qālū rabbanā ghfir lanā dzunūbanā wa isrāfanā fī amrinā wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā ʿalal-qawmil kāfirīn.
Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS Ali Imran: 147) (Detikcom, 2025).
3. Surah Ali ‘Imran Ayat 193-194
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ (١٩٣) رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ (١٩٤)
Rabbanā innanā sami’nā munādiyan yunādī lil-īmāni an āminū birabbikum fa āmannā; rabbanā faghfir lanā dzunūbanā wa kaffir ʿannā sayyi’ātinā wa tawaffanā ma’al-abrār. Rabbanā wa ātinā mā wa’adtanā ʿalā rusulika wa lā tukhzinā yaumal-qiyāmah, innaka lā tukhliful-mī’ād.
Artinya: “Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu): ‘Berimanlah kalian kepada Rabb kalian, maka kami pun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuslah kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti (shalih). Ya Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui Rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat kelak. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji.” (QS Ali Imran: 193 – 194) (Detikcom, 2025).
4. Surah Al-Kahf Ayat 10
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا ءَاتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Iż awā al-fityatu ilal-kahfi fa qālū rabbanā ātinā min ladunka raḥmatan wa hayyi’ lanā min amrinā rashadā.
Artinya: (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS Al-Kahfi: 10) (Detikcom, 2025).
5. Doa Nabi SAW (HR. Muslim)
Rasulullah SAW bersabda,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَاْلكَسَلِ وَاْلجُبْنِ وَاْلبُخْلِ وَاْلهَرَمِ وَعَذَابِ اْلقَبْرِ. اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابَ لَهَا
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun, dan adzab kubur. Aku mohon agar Engkau memberikan ketaqwaan pada diriku dan menyucikannya, karena Engkaulah sebaik-baik Dzat yang menyucikan dan melindungi hamba-Mu. Selain itu, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tak pernah puas, serta doa yang tidak dikabulkan.” (HR Muslim) (Detikcom, 2025)
6. Doa Nabi SAW tentang Hati
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbii ‘alaa diinika
“Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas Agama-Mu” (CNN Indonesia, 2023).
Cara Mengamalkan Doa Ketetapan Iman
- Sesudah salat fardhu – momentum terbaik untuk memohon kepada Allah.
- Saat sujud terakhir – posisi terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya.
- Sepertiga malam terakhir – waktu doa lebih mustajab.
- Gabungkan dengan dzikir dan istighfar – membersihkan hati dari noda dosa.
- Pahami makna doa – agar doa tidak hanya lafaz, tetapi dihayati dengan hati.
Baca juga: Dzikir Setelah Sholat Bikin Hati Tenang dan Hidup Lapang
Makna dan Hikmah Ketetapan Iman
Ketetapan iman berarti teguh dalam Islam, tidak mudah goyah oleh ujian hidup. Doa menjadi kunci agar hati selalu dalam penjagaan Allah (Detikcom, 2025). Dengan iman yang mantap, amal saleh lebih ringan dilakukan, hati lebih tenang, dan hidup lebih bermakna (CNN Indonesia, 2023).
Penutup
Memohon ketetapan iman adalah doa penting yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits Nabi. Doa ini menjaga hati agar tidak berpaling dari kebenaran, serta memberi kekuatan untuk istiqamah menghadapi cobaan.
Jadikan doa-doa tersebut bagian dari keseharian. Semoga Allah meneguhkan iman kita hingga akhir hayat. Jangan lewatkan artikel inspiratif lainnya di Garap Media yang mengupas berbagai amalan harian dan wawasan islami yang bermanfaat.
Referensi:
- CNN Indonesia. (2023). Doa Keteguhan Hati dan Iman agar Tetap Istiqomah. Retrieved from https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230320154232-569-927372/doa-keteguhan-hati-dan-iman-agar-tetap-istiqomah
- Detikcom. (2025). Doa Memohon Ketetapan Iman Bisa Diamalkan Tiap Hari. Retrieved from https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-8120872/doa-memohon-ketetapan-iman-bisa-diamalkan-tiap-hari
