Diabetes Tak Terkontrol dan Memaksakan Puasa, Dokter Ingatkan Risikonya

Last Updated: 2 March 2026, 09:06

Bagikan:

diabetes
Foto: Halodoc
Table of Contents

Pasien diabetes tidak disarankan berpuasa apabila gula darahnya tidak terkontrol. Risiko kesehatan bisa meningkat secara signifikan, terutama jika disertai gejala sakit akut, sehingga pengawasan dokter sangat diperlukan setiap harinya untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

“Tapi untuk mereka yang sudah minum obat, bagus, terkontrol dipersilakan untuk berpuasa cuman sering kali kita lakukan penyesuaian obat,” kata dokter spesialis penyakit dalam Wirawan Hambali.

Risiko Memaksakan Puasa bagi Pasien Diabetes

Dia menambahkan, ada beberapa risiko bagi pasien diabetes jika memaksakan puasa ketika gula darah tidak terkontrol, yakni hipoglikemi atau gula darah turun. Bisa pula hiperglikemi atau gula darah naik.

“Bisa pula terjadi pengentalan darah hingga dehidrasi,” ujar dokter yang bertugas di RS Pondok Indah – Puri Indah itu.

Maka dari itu, sebelum menjalankan puasa, para pengidap penyakit gula sebaiknya memeriksakan kondisi tubuh dan berkonsultasi dengan dokter.

“Jadi, sebelum puasa orang-orang diabetes sering kali memang kita undang untuk kontrol dulu. Kita sesuaikan, jangan sampai obatnya terlalu keras, makannya terbatas, yang terjadi ya siang-siang dia kleyengan (pusing) darah rendah bisa enggak sadar (pingsan).”

Dengan kata lain, dari semua pasien diabetes, ada yang boleh menjalankan puasa ada pula yang sebaiknya tidak berpuasa dulu.

Menu Buka Puasa Pasien Diabetes

Pengidap penyakit gula yang boleh berpuasa harus memerhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka. Menurut Wirawan, berbuka dengan yang manis, yakni kurma satu atau tiga biji masih diperbolehkan. Sementara, menu buka puasa yang lebih berat dapat berupa karbohidrat kompleks dan lebih banyak di protein.

“Jadi jangan kenyang oleh nasi tapi kenyang oleh protein. Kenyang protein itu enggak akan sekenyang kita makan nasi tapi percayalah memang akan kenyang lebih lama,” ujar Wirawan.

Dengan kata lain, dia menyarankan ketika makan, maka yang sebaiknya lebih banyak adalah lauknya. Termasuk daging, sayur, tahu, dan tempe. Sementara, nasinya sedikit saja.

“Kalau ada nasi merah lebih bagus lagi,” terang Wirawan.

Bolehkah Makan Kolak?

Untuk takjil, Wirawan tak menyarankan pasien yang menderita penyakit gula mengonsumsi kolak. Hidangan ini cenderung tinggi gula dan biasanya mengandung tepung.

“Kolak biji salak itu kan tepung semua, enggak boleh.”

“Tentu orang diabetes itu harus punya kesadaran, kemampuan, dan pengetahuan untuk menata makanannya. Saya rasa ini menjadi salah satu kelengkapan dasar bagi pasien diabetes belajar soal konsumsi makanan,” pungkasnya.

Penutup

Kesadaran pasien diabetes akan kondisi gula darahnya serta pengaturan pola makan yang tepat menjadi kunci agar puasa dapat dijalani dengan aman. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter sebelum memulai puasa sangat dianjurkan untuk mencegah risiko kesehatan yang serius.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan, tips, gaya hidup, diet, ramadan, nutrisi, olahraga, pola makan, dan puasa hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /