Indonesia memiliki sejuta keajaiban alam dan budaya, salah satunya adalah Desa Waerebo yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Desa tradisional ini sering disebut sebagai “desa di atas awan” karena lokasinya yang berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Dengan rumah adat yang unik dan panorama alam yang memukau, Waerebo telah menjadi destinasi wisata yang memikat perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sejarah dan Keunikan Waerebo
1. Sejarah Singkat Desa Waerebo
Waerebo didirikan lebih dari 100 tahun yang lalu oleh leluhur suku Manggarai. Desa ini dikenal dengan arsitektur tradisionalnya, yaitu rumah adat berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang. Rumah ini tidak hanya menjadi tempat tinggal tetapi juga simbol spiritualitas dan warisan budaya yang masih dijaga hingga sekarang.
2. Lokasi yang Menantang
Untuk mencapai Waerebo, pengunjung harus menempuh perjalanan yang cukup menantang. Perjalanan dimulai dari Desa Denge, diikuti dengan trekking sejauh sekitar 4 kilometer melalui hutan hujan tropis. Namun, usaha tersebut akan terbayar lunas dengan pemandangan yang menakjubkan dan keramahan penduduk lokal.
3. Arsitektur Unik Mbaru Niang

Mbaru Niang adalah rumah adat berbentuk kerucut dengan atap yang terbuat dari daun lontar atau ijuk. Rumah ini memiliki tujuh tingkat, di mana setiap tingkat memiliki fungsi khusus. Tingkat paling atas digunakan untuk menyimpan persembahan kepada leluhur, sementara tingkat lainnya untuk aktivitas sehari-hari.
Pesona Alam dan Budaya Waerebo atau Desa Di Atas Awan
1. Panorama Alam yang Memukau
Waerebo dikelilingi oleh pegunungan hijau dan kabut yang sering menyelimuti desa. Suasana sejuk dan pemandangan yang asri membuat desa ini terasa seperti surga yang tersembunyi di bumi. Selain itu, suara burung dan gemericik air dari sungai di sekitar menambah ketenangan tempat ini.
2. Tradisi dan Budaya Lokal
Penduduk Waerebo masih memegang teguh tradisi nenek moyang mereka. Salah satu tradisi yang menarik adalah upacara penyambutan tamu yang disebut Wae Rebo Welcome Ceremony. Dalam upacara ini, pengunjung dianggap sebagai keluarga baru dan diberi doa keselamatan.
3. Kopi Arabika Khas Waerebo
Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Waerebo tanpa mencicipi kopi Arabika khas desa ini. Kopi Waerebo memiliki cita rasa yang khas karena ditanam di ketinggian dan diolah secara tradisional. Kopi ini juga menjadi salah satu sumber penghidupan utama bagi penduduk setempat.
Tips Berkunjung ke Waerebo
- Persiapan Fisik: Trekking ke Waerebo membutuhkan stamina yang baik. Pastikan Anda berlatih fisik sebelum perjalanan.
- Peralatan yang Dibutuhkan: Bawa sepatu trekking, pakaian hangat, dan jas hujan karena cuaca bisa berubah dengan cepat.
- Hormati Tradisi Lokal: Patuhi aturan yang ada di desa, seperti larangan mengambil gambar di area tertentu tanpa izin.
- Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Musim kemarau (April hingga Oktober) adalah waktu terbaik untuk menikmati keindahan Waerebo tanpa hambatan cuaca buruk.
Penutup
Desa Waerebo adalah bukti nyata keindahan budaya dan alam Indonesia yang harus dilestarikan. Dengan pesonanya yang memikat, desa ini layak masuk dalam daftar destinasi impian Anda. Jangan ragu untuk menjelajahi keajaiban Waerebo dan merasakan kedamaian yang jarang ditemukan di tempat lain.
Untuk informasi menarik lainnya, jangan lupa kunjungi Garap Media dan temukan berita serta inspirasi wisata lainnya!
