ksi demo sopir angkot Bogor terjadi di depan Balai Kota Bogor dan memicu kemacetan parah di sejumlah ruas jalan utama. Massa pengemudi angkutan kota memblokade akses jalan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan penataan dan razia angkot tua yang diberlakukan pemerintah daerah.
Aksi tersebut langsung menyita perhatian publik karena berdampak pada aktivitas warga. Arus lalu lintas tersendat selama beberapa jam, sementara aparat kepolisian berupaya mengurai kemacetan dan menjaga situasi tetap kondusif.
Demo Sopir Angkot Bogor Dipicu Razia Angkot Tua
Kebijakan razia angkot tua menjadi pemicu utama demo sopir angkot Bogor. Pemerintah Kota Bogor menegaskan akan menertibkan angkot yang telah melewati batas usia operasional sesuai aturan teknis kendaraan. Namun, kebijakan ini dinilai memberatkan para sopir karena belum diiringi solusi transisi yang jelas (detikNews, 2026).
Para sopir menilai penghapusan angkot tua secara langsung akan mengancam mata pencaharian mereka. Mereka meminta pemerintah memberikan waktu penyesuaian serta skema bantuan yang realistis agar tidak kehilangan sumber penghasilan secara mendadak.
Jalan Ditutup, Lalu Lintas Kota Bogor Macet Parah
Aksi demo berlangsung dengan menutup sebagian badan Jalan Ir. H. Juanda yang berada tepat di depan Balai Kota Bogor. Akibatnya, kendaraan pribadi dan angkutan umum tidak dapat melintas dengan normal sehingga kemacetan mengular hingga ke beberapa titik lain di pusat kota (detikNews, 2026).
Petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan Kota Bogor turun langsung ke lapangan untuk mengatur arus lalu lintas. Sejumlah kendaraan dialihkan ke jalur alternatif demi mengurangi kepadatan di sekitar lokasi demo.
Tuntutan Sopir Angkot dalam Aksi Demo
Dalam aksi demo sopir angkot Bogor, massa menyampaikan beberapa tuntutan utama. Mereka meminta razia angkot tua dihentikan sementara, penertiban dilakukan secara bertahap, serta pemerintah membuka ruang dialog yang melibatkan perwakilan sopir.
Selain itu, sopir angkot juga menuntut adanya kejelasan regulasi melalui Peraturan Wali Kota agar kebijakan penataan transportasi tidak menimbulkan keresahan di lapangan. Menurut mereka, kebijakan yang matang harus mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi para pengemudi.
Respons Pemkot Bogor Terkait Demo Angkot
Pemerintah Kota Bogor merespons aksi demo tersebut dengan menunda sementara razia angkot tua. Keputusan ini diambil untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus membuka ruang komunikasi dengan para sopir (ANTARA News, 2026).
Pemkot Bogor menegaskan bahwa penataan angkot tetap menjadi agenda utama demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Namun, prosesnya akan disesuaikan dengan kondisi sosial serta mempertimbangkan aspirasi para pengemudi.
Dampak Demo Terhadap Aktivitas Warga
Demo sopir angkot Bogor tidak hanya berdampak pada lalu lintas, tetapi juga mengganggu aktivitas warga yang melintas di kawasan Balai Kota. Sejumlah pekerja dan pelajar terpaksa terlambat karena harus mencari jalur alternatif.
Meski demikian, aparat keamanan memastikan situasi tetap terkendali dan tidak terjadi kericuhan besar. Setelah dialog dilakukan, sebagian jalan kembali dibuka dan arus lalu lintas berangsur normal.
Aksi demo sopir angkot Bogor menjadi gambaran nyata tantangan penataan transportasi di perkotaan. Kebijakan modernisasi angkutan umum perlu diimbangi dengan pendekatan dialog agar tidak menimbulkan konflik sosial.
Untuk mengikuti perkembangan isu transportasi, kebijakan daerah, dan berita penting lainnya, baca liputan terkini hanya di Garap Media. Jangan lewatkan berita lokal dan nasional pilihan setiap harinya.
Referensi
