Overthinking – Berpikir secara berlebihan adalah suatu keadaan yang dialami individu ketika berpikir tentang hal yang belum maupun sudah terjadi secara terus menerus tanpa suatu solusi dan memandang masalah menjadi sangat rumit.
Jika kondisi ini tidak segera ditangani seiring berjalannya waktu, maka akan membuat individu semakin meragukan dirinya sendiri, kesulitan mengontrol pikiran hingga sulit membuat keputusan serta hal-hal lainnya yang memberikan dampak buruk bagi fisik maupun mental.
Mengenal Gejala Overthinking
Munculnya kebiasaan overthinking dipengaruhi dengan faktor internal dan eksternal. Overthinking berakar dari kesulitan kita dalam mengelola emosi negatif. Akibatnya, kita menjadi kurang mampu membendung arus pikiran yang datang terus-menerus. Bukannya mencari solusi, kita malah terjebak dalam labirin pikiran sendiri tanpa tahu jalan keluarnya. Selain faktor internal, kondisi lingkungan juga punya peran besar. Beban hidup yang menumpuk, trauma masa lalu yang belum sembuh, atau lingkungan yang tidak mendukung sering kali menjadi “bahan bakar” yang memperparah beban pikiran. Oleh karena itu, hal-hal kecil pun bisa terasa sangat berat karena kita sudah memikul beban emosional yang besar sebelumnya.
Faktor Pemicu Overthinking
- Insecure: Overthinking merupakan dampak dari insecure yang dirasakan seseorang, orang yang overthinking akan mempunyai pemikiran yang tidak menyenangkan dan akan memikirkan sesuatu secara berulang-ulang sehingga dapat melukai dirinya sendiri (Widia, 2020).
- Lingkungan yang Terlalu Menekan: Ketika kita berada di situasi yang penuh tekanan, rasa takut dan putus asa akan lebih mudah muncul. Kondisi ini bisa menjadi semakin parah jika kita tidak memiliki sistem pendukung (support system) yang baik di sekitar kita. Ditambah lagi, jika kita sendiri kesulitan mengendalikan emosi dan arus pikiran, maka terjebak dalam lingkaran overthinking yang melelahkan pun menjadi sulit untuk dihindari.
- Pengalaman Masa Lalu yang Membuat Tertekan, Stres dan Trauma: Trauma atau pengalaman pahit di masa lalu sering kali menjadi akar dari overthinking. Banyak orang merasa takut melakukan kesalahan kecil karena pernah punya pengalaman buruk, seperti dihakimi secara berlebihan atau dijadikan bahan omongan oleh orang-orang di sekitarnya. Kritik pedas dan label negatif dari lingkungan inilah yang akhirnya membekas dan merusak rasa percaya diri.
Baca juga : Kesehatan Mental Gen Z: Pentingnya Self-Care di Era Modern
Dampak Overthinking bagi Mental
Berpikir sungguh-sungguh adalah hal yang normal bagi manusia. Namun, jika kebiasaan ini berubah menjadi overthinking yang terus-menerus, kesejahteraan mental Anda bisa terancam. Alih-alih memberikan solusi, berpikir berlebihan justru sering kali menimbulkan masalah baru.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda perlu mewaspadai bahaya overthinking:
Menghambat Kemajuan Diri: Overthinking menciptakan persepsi negatif terhadap diri sendiri yang membuat Anda sulit berkembang. Dalam keadaan overthinking, individu cenderung memiliki presepsi atau pikiran yang negatif pada suatu hal sehingga berdampak pada perasaan dan perilakunya yang menjadi maladaptif. Salah satu perilaku maladaptif yang nampak adalah kecemasan yang mengarah pada anxiety
Memicu Tekanan Mental: Pikiran yang tidak terkendali dalam waktu lama akan membuat perasaan tertekan dan cemas. Individu yang terlalu banyak berpikir akan berefek negatif pada kondisi psikis dan fisiknya seperti mudah gelisah dan lelah sehingga akan membatasi kapasitas mereka untuk melakukan tugas dengan efektif (Safira, 2023).
Merugikan Diri Sendiri: Tanpa kontrol diri yang baik, kebiasaan ini dapat mengarah pada gangguan kesehatan mental yang lebih berat. Overthinking juga menimbulkan kesulitan dalam memecahkan masalah, membuang waktu dalam membuat keputusan, dan tidak dapat berpikir secara logis (Sofia, 2020).
Penutup
Kunci utamanya adalah belajar melepaskan apa yang tidak bisa kita kendalikan. Berhentilah sejenak, mulai belajar untuk rileks, dan fokuslah pada apa yang bisa kamu kerjakan saat ini. Sayangi dirimu sendiri dengan memberikan waktu istirahat bagi pikiranmu karena pada akhirnya, semua akan baik-baik saja.
Referensi
Widia, R. (2020). You are overthinking!: Pada dasarnya, semua akan baik-baik saja. Anak Hebat Indonesia.
https://balaiyanpus.jogjaprov.go.id/opac/detail-opac?id=320607
Sofia, L., Ramadhani, A., Putri, E. T., & Nor, A. (2020). Mengelola overthinking untuk meraih kebermaknaan hidup. PLAKAT (Pelayanan Kepada Masyarakat), 2(2).
https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/plakat/article/view/4969
