Dampak Mengerikan Paparan Gas Air Mata
Gas air mata sering digunakan aparat untuk membubarkan massa. Meski dianggap “aman” untuk kontrol kerumunan, senjata kimia ini sebenarnya memiliki dampak serius bagi kesehatan manusia. Dari iritasi ringan hingga risiko komplikasi serius, paparan gas air mata tidak boleh dianggap remeh.
Apa Itu Gas Air Mata?
Gas air mata sebenarnya senyawa kimia padat yang disemprotkan dalam bentuk kabut. Jenis paling umum adalah CS (2-chlorobenzalmalononitrile), selain varian CN dan PS. Senjata ini dirancang untuk menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan saluran pernapasan dengan tujuan membubarkan kerumunan.
Dampak Kesehatan Gas Air Mata
Gangguan Mata
Paparan gas air mata dapat membuat mata terbakar, berair, merah, dan penglihatan kabur. Dalam kasus parah, iritasi ini bisa menyebabkan peradangan hingga kebutaan sementara.
Masalah Pernapasan
Menghirup gas air mata memicu batuk, sesak napas, dan nyeri dada. Orang dengan asma atau masalah pernapasan kronis lebih berisiko mengalami komplikasi serius.
Iritasi Kulit
Kontak langsung dengan kulit dapat menimbulkan gatal, kemerahan, atau luka bakar ringan. Gejala biasanya bertahan beberapa hari.
Gangguan Pencernaan
Beberapa orang mengalami mual, muntah, dan diare setelah terpapar gas air mata, sering disertai sakit kepala dan rasa tidak nyaman umum.
Dampak Psikologis
Paparan berulang bisa memicu kecemasan, stres, atau gangguan tidur. Hal ini terutama dialami mereka yang sering berada di kerumunan atau protes.
Risiko Kematian
Meski jarang, paparan dalam ruang tertutup atau konsentrasi tinggi dapat menyebabkan gagal napas bahkan kematian.
Cara Mengatasi Paparan
- Jauhi sumber paparan: segera tinggalkan area yang terkontaminasi.
- Bilas mata dan kulit: gunakan air bersih sebanyak mungkin.
- Hindari menggosok mata: memperburuk iritasi.
- Gunakan pelindung: kain atau masker dapat mengurangi paparan.
- Cari bantuan medis: bila gejala memburuk, segera konsultasi dokter.
Gas air mata bukan sekadar alat kontrol kerumunan. Risiko kesehatan yang ditimbulkan sangat nyata dan perlu diwaspadai. Selalu jaga jarak dari paparan dan pahami cara penanganannya. Untuk berita kesehatan dan informasi terkini seputar isu ini, baca selengkapnya di Garap Media.
Referensi:
