Dampak Mengejutkan Tubuh Jika Terlalu Banyak Protein
Protein penting untuk tubuh: membangun otot, memperbaiki jaringan, dan mendukung sistem imun. Banyak orang menambah konsumsi protein untuk kebugaran atau diet. Tapi, terlalu banyak protein ternyata bisa berdampak negatif bagi tubuh. Simak apa saja risikonya di bawah ini.
Fungsi Protein
- Membentuk otot dan jaringan tubuh
- Membantu produksi enzim, hormon, dan antibodi
- Memberi energi cadangan saat karbohidrat kurang
Tubuh hanya butuh protein sesuai kebutuhan. Orang dewasa sehat biasanya membutuhkan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan. Konsumsi lebih dari itu, apalagi terus-menerus, bisa menimbulkan masalah.
Dampak Negatif Protein Berlebihan
Gangguan Ginjal
Protein yang berlebihan menghasilkan lebih banyak limbah nitrogen. Ginjal harus bekerja ekstra untuk membuangnya. Ini bisa meningkatkan risiko kerusakan ginjal, terutama bagi yang sudah punya masalah ginjal.
Dehidrasi
Metabolisme protein memerlukan lebih banyak air untuk membuang limbah. Jika cairan kurang, tubuh bisa dehidrasi, menyebabkan sakit kepala, kelelahan, dan gangguan pencernaan.
Masalah Pencernaan
Terlalu banyak protein, khususnya dari daging, sering kekurangan serat. Akibatnya, bisa muncul sembelit, diare, atau perut kembung.
Penambahan Berat Badan
Protein ekstra yang tidak digunakan tubuh akan disimpan sebagai lemak. Jadi, konsumsi protein tinggi tidak otomatis bikin otot bertambah—bisa juga menaikkan berat badan.
Risiko Penyakit Jantung
Sumber protein tinggi lemak jenuh (misal daging merah atau olahan) jika berlebihan, dapat meningkatkan kolesterol LDL. Kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Nutrisi Tidak Seimbang
Fokus berlebihan pada protein bisa membuat asupan nutrisi lain kurang, seperti karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Hal ini bisa memengaruhi energi, tulang, dan sistem imun.
Tips Mengontrol Asupan Protein
- Hitung kebutuhan harian sesuai berat badan dan aktivitas
- Pilih sumber protein sehat: ikan, ayam tanpa kulit, telur, kacang-kacangan, susu rendah lemak
- Sertakan sayur, buah, dan biji-bijian untuk serat dan vitamin
- Perhatikan tanda tubuh: kelelahan, sakit perut, perubahan berat badan
Protein memang penting, tapi jangan berlebihan. Risiko mulai dari ginjal hingga jantung bisa muncul jika konsumsi protein terus-terusan tinggi. Yuk, tetap seimbang dalam mengonsumsi protein dan nutrisi lain. Untuk info kesehatan lengkap lainnya, baca terus berita di Garap Media.
Lampiran Referensi
